BERBICARA dengan SEPENUH Hati

238

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Barusan saya mengikuti sebuah kelas daring yang bertajuk Voice Over Training. Di dalam kelas tersebut ada salah satu materinya adalah tentang bagaimana caranya berbicara dengan sepenuh hati.

Ada tiga tips, guys. Apa saja?

Kalian mesti bisa menjawab tiga pertanyaan ini.

  1. Who are you talking to?
  2. What are you saying?
  3. Why are you saying this?

Jika ketiga hal itu bisa kalian gunakan, maka pastinya cara bicara Anda akan lebih targeted. Lebih mengena. Dan bisa lebih mudah dilakukan.

Komunikasi jadi lebih menyenangkan.

Kalideres, 8 Desember 2021

Script Voice Over

224

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Beberapa waktu yang lalu saya melihat ada kesempatan kerja freelancer di fiverr. Sebuah aplikasi web dan mobile yang mempertemukan freelancer sebagai seller, dan para pengguna jasa freelancer atau customer.

Well, menarik. Lantas saya menemukan salah satu kosakata baru, yaitu gig. Gig adalah hal yang freelancer bisa tawarkan ke customer. Saya tertarik untuk memulai dengan gig voice over berikut.

Selamat datang di Indonesia. Sebuah negara kepulauan terbesar di dunia, yang terdiri dari 17 ribu pulau, 34 provinsi, dan 1300-an suku bangsa.

Anda akan dibuat terpesona dengan keanekaragaman budayanya. Keramahannya. Dan, keindahan alamnya.

Welcome to Indonesia. The biggest archipelago country in the world consists of 17 thousand islands, 34 provinces, and 1300 ethnic groups.

You will be fascinated with the diversity of culture. The Kindness. And, the beauty of nature.

Silakan kunjungi fiverr gig baru saya di sini.

Siapa berani?

Kalideres, 23 November 2021

Sendirian

220

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Hari Jumat. Pagi-pagi pukul 7:30. Saya mengantarkan mobil ke bengkel untuk ‘dirawat’ setelah insiden tabrakan.

Diantar oleh istri dan anak saya dengan kendaraan yang lainnya agar saya bisa ikut pulang dan langsung cus ke bilangan Kuningan. Hari ini mode kerja WFO alias work from office kali kedua.

Saya sudah semangat 45 untuk bertemu rekan-rekan kerja. Paling tidak ada suasana baru. Ada haha hihi yang berbeda dari biasanya.

Sesampai di kantor sekitar pukul sembilan, saya parkirkan mobil di tempat yang berbeda daripada WFO pertama. Tetapi, masih di lantai yang sama, yaitu LG4.

Lalu saya langsung menuju lantai G menggunakan lift. Ganti KTP dengan kartu akses. Scan check-in Peduli Lindungi. Bergegas ke lantai 15.

Ealaaaah… Sepi. Hanya ada Mas Donny. Resepsionis yang jadi ‘juru kunci’

Sampai pukul 13:30. Tidak ada satu pun yang di kantor.

Well, sebenarnya saya tidak sendirian dan merana bak lagu Kunto Aji, atau seperti judul postingan ini. Saya ditemani oleh:

coro coro coro coro coro… yang sudah saya ‘bunuh’ pakai tissue. Literally 5 ekor kecoa.

Arrrrgh. Akhirnya, saya yang merencanakan pulang pukul 14:00 sudah tidak tahan lagi. Saya putuskan pulang lebih awal dari rencana.

Istri juga sudah menunggu untuk praktik sore hari.

Pukul 13:45 saya berangkat dari kantor. Sampai di rumah pukul 14:30. Hari ini, WFO rasa WFH. Podho wae.

Kalideres, 19 November 2021

RESEP SUKSES BERKOMUNIKASI

210

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Bicara soal komunikasi, kita tentu tidak bisa melepaskannya dari bagaimana cara kita memelihara relasi. Komunikasi dan relasi sangat erat, bung! Andaikan ada seseorang yang sulit berkomunikasi, tentunya akan SULIT juga memiliki relasi yang baik dengan orang lain.

Well, pada suatu malam di Bulan November, saat saya cuci piring, saya mendengarkan podcast ini di Spotify.

Kurang lebih ada tiga hal yang menjadi resep sukses berkomunikasi. Apa aja?

  1. Mengenal baik siapa yang diajak berkomunikasi.
  2. Mengerti apa yang ingin dikomunikasikan.
  3. Memahami bahwa Anda perlu memadukan dua bahan di atas untuk dijadikan sebuah narasi.

Bagaimana cara Anda memadupadankan cerita yang akan Anda sampaikan dengan kedua belah pihak yang sedang berkomunikasi ini bisa menjadi penentu Anda untuk menjalankan komunikasi ini dengan baik.

Spotify Podcast yang berfaedah jadi salah satu kurikulum Sekolah Kehidupan

Kalideres, 9 November 2021

8 SKILL TERKINI ANTI FOMO

Tantangan Menulis Hari ke-188

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Setelah merenung selama cuti panjang ini, saya mencoba merunut tujuh skill apa saja yang diperlukan oleh tiap manusia modern ini agar tetap survive di Industry 4.0. Mari diminyak, eh simak.

  1. Menulis: caption socmed, skrip di video, review produk, artikel, dll.
  2. Desain: desain grafis, desain vektor, desain web, desain rumah, desain produk, dll.
  3. Coding: mobile app, Python, SQL, cloud computing, dll.
  4. Video editing: Adobe Premiere Pro, Adobe After Effects, Final Cut Pro, Camtasia, dll.
  5. Public Speaking: Presentasi, interview, komunikasi, desain slide
  6. Digital Marketing: SEO, Paid Ads, socmed, email marketing
  7. Data: Statistika, Coding (Python, SQL, Unix), Proses Bisnis
  8. Perencanaan Keuangan dan Investasi: Saham, reksadana, cryptocurrency

Ya, nggak usah dipelajari semuanya. Pilih dua atau tiga aja udah oke banget, kok. Yang penting kalian suka menjalaninya.

Kalideres, 18 Oktober 2021

9 Lessons I Learned During my First 100 Days as a Creative Analytics Director (9/9)

By Bernardus Ari Kuncoro (179)

This is the sequel to the previous post.

9. Maintain Leadership Accountability

Photo by Markus Spiske on Unsplash

Although I focus on improving and reviewing the team’s capability and results, sometimes I still need to work on small things, such as copywriting tasks. Why? Personally to maintain the writing and technical skill. But it is beyond that intention, which is leading by example.

I personally observe, if one of the team members does not perform, let’s say, due to a lack of discipline, they do not deliver in time or lack of quality, one of the solutions is giving the example then giving advice. But if it doesn’t work, you call HR, for further treatment. 🙂

That’s it from me. Thank you for reading! IF you too are in the creative industry, design, social media field, I would love to know more about your workflow.

Happy working! Happy resting!

Kalideres, 1 October 2021

9 Lessons I Learned During my First 100 Days as a Creative Analytics Director (8/9)

By Bernardus Ari Kuncoro (178)

This is the sequel to the previous post.

8. Know the tools

Photo by Cesar Carlevarino Aragon on Unsplash

I previously used Google Sheet + Comment + Assign features to perform ‘relay run’ on Create Content — Design — Release process. But it was NOT enough! I sometimes did NOT notice that there are comments on the documents. It moves to spam and nonsense.

Then I discussed with the team and we decided to move to Trello. We successfully maintain the Trello board. One output, one card. If it is done, we can just put it on the done board that we created weekly.

9 Lessons I Learned During my First 100 Days as a Creative Analytics Director (7/9)

By Bernardus Ari Kuncoro (177)

This is the sequel to the previous post.

7. Create a bully-free culture, hence the critics and inputs of their works are well said and documented.

Photo by Jerry Zhang on Unsplash

I make sure that team members are NOT afraid to give their ideas. But, I also make sure that the team members have empathy and respect while giving critics. It is very tricky. And I believe that it takes time. I would say that lessons number 4 and 5 can significantly improve this free-bullying culture.

9 Lessons I Learned During my First 100 Days as a Creative Analytics Director (6/9)

By Bernardus Ari Kuncoro (177)

6. Maintain the communication

Photo by Quino Al on Unsplash

Producing creative digital output such as images, videos, digital campaigns, and so on required commitment and details. I would say that the works are like doing a relay run. If the communication between the parties is not well maintained, I guaranteed the frustration of the team. Thus, the system of requests must be built.

Using a system such as a request form and automatic email to serve external department requests is necessary. Making sure that the objective, details, assets are well documented. If miscommunication still persists, we can detect the root cause easier. Whether it is from the people, process, or technology.

A plan without action is not a plan. It’s a speech. — T. Boone Pickens

Kalideres, 28 September 2021

9 Lessons I Learned During my First 100 Days as a Creative Analytics Director (5/9)

By Bernardus Ari Kuncoro (176)

5. Evaluate the creative works regularly

Photo by Estée Janssens on Unsplash

The Diary of work is very important. Simply just use a spreadsheet with columns of Team Name, Team Member Name, Date, Project / Product Code, Activity, Start, End, Output. I know it was intimidating at first, but trust me, there will be tremendous benefits.

Don’t just stop on the diary writing!

It is needed to discuss the diary regularly during evaluation. What day? I recommend Friday. Why Friday? It is because of the end of the working days in a week. The team can discuss their working diary timesheet, as well as their blocking points if any. It is also the time for me to engage with the team.

For me personally, writing the working diary means I can check what I have done. I can answer these questions quickly: “Did I finish my task?” and “What are things that I can improve in the future?”

As a leader, I can at least answer “Did the team productively work within the last week? ”Who is on the high and low workload?”

Frequently, other managers ask the workloads of my team, simply to check if we can still serve their creative requests or not with a certain duration of time or not.

Kalideres, 27 September 2021