Tips Bikin IG Story dan Reels Pakai PowerPoint

Tantangan Menulis Hari ke-166

Oleh Bernardus Ari Kuncoro

Apakah Anda sudah tahu bahwa Anda bisa membuat video dalam bentuk mp4, mov, dll dari Power Point?

Yes, bisa! Caranya mudah. Anda tinggal buat slide, gerak-gerakkan dengan animasinya. Atur waktunya. Lalu File > Export sebagai Video (mp4 atau mov).

Format file yang dapat dipilih ketika melakukan File > Export Microsoft Power Point.

Mau coba tapi bingung desain nya akan seperti apa?

Bisa Anda telisik pada video singkat berikut.

Anda pun dapat unduh file ppt-nya melalui tautan berikut.

Kalideres, 15 September 2021

Minutes of Meeting Tahun Lalu yang Bikin Saya Ketawa Sendiri

Tantangan Menulis Hari ke-156

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Work from Home. Bekerja jarak jauh. Tidak bertemu secara langsung. Hanya koordinasi lewat conference call. Terkadang chat atau email saja.

Khusus untuk conference call, seringkali kamera tidak saya nyalakan. Kecuali yang meminta saya dan atasan. Alasan karena jaringan. Walau lebih tepatnya, ingin menjaga kesehatan mata dan perasaan. Haseeeeek.

Zoom Conference Call – Sumber Foto dari sini

Jika kamera menyala itu, serasa di-mata-matai. Padahal ya… nggak juga, ya?

Well, sebagai seseorang yang ingin timnya tumbuh dan tangguh. Seperti slogan kemerdekaan Indonesia ke-76. Agar target dan tujuan tim bisa diraih, ya, kreativitas serta kedisiplinan tetap dipantau dan diusahakan jadi yang terdepan. Kheki juga, kalau sudah bagi-bagi tugas ke anggota dengan deadline yang mereka sendiri tentukan. Masih saja ada yang beralasan: “Mas, lupa, tolong dimaafkan!”

Untuk mencegah maaf-maafan setiap hari, setiap meeting diusahakan dan dipastikan. Ada persiapan. Ada pelaksanaan yang lebih mindful. Ada saatnya keseriusan ditegakkan. Ada masanya bercanda untuk membangkitkan motivasi, semangat, dan keceriaan.

Terakhir, paska meeting, setiap peserta mesti paham benar poin-poin apa yang dibicarakan. Tugas-tugasnya jelas dan crystal clear siapa yang mengerjakan. Bukannya malah salah-salahan. Atau tunggu-tungguan.

Jika mereka paham, saya tidak perlu menulis MoM. Saya amati dulu beberapa kali setelah meeting. Dari situ sudah kelihatan. Mana yang ingkar janji dan mana yang tidak. Mana yang jadi sumber permasalahan dan mana yang bisa diandalkan.

Jikalau masih ada miskomunikasi, saya memaksakan diri agar MoM dituliskan. Sepuluh jari saya gunakan untuk mengetikkan. Yah, hitung-hitung jadi bahan tulisan blog ini, kan? Dengan segala sensor dan pembelajaran.

Kalau perlu, MoM ditulis saat itu juga ketika meeting. Lalu dikirim beberapa menit setelah meeting bubaran. Tidak ada alasan buatan yang diungkapkan. Yang terkesan artifisial dan akal-akalan. Ada datanya. Lupa sesekali boleh saja. Tetapi kalau berkali-kali, jangan-jangan Anda butuh Ginkobiloba?

Ah. saya Ingat judul lagu ‘Lupa’ yang dinyanyikan oleh Kuburan. Haha.

Kuburan. Sumber dari sini.

Ini dia MoM yang pernah saya tulis dan saya kirim di email tahun lalu. Emosi saya kelihatan tenang atau lagi bergejolak, kawan?


Beberapa masukan untuk project D****** berdasarkan meeting * Oktober 2020.
Yang hadir: @Lala, @Lili, @Lolo (Bukan nama sebenarnya) dan Ari (kalau ini benar, nama saya).

Mencatat. Sumber foto dari sini.
  1. Untuk @Lala pada minggu depan, minta tolong ditambahkan 1 – 2 slide, yang menjelaskan kapan menggunakan tools yang tersedia dan marak digunakan saat ini. Seperti Python, Stata, Excel, dan beberapa tools lainnya digunakan untuk apa. Alasan: banyak kasus-kasus pekerjaan yang dilakukan di *****, penggunaan tools nya kurang tepat.
  2. Pada saat training, lebih ditambahkan sesi hands on. Good points, Lala sudah singgung. Tinggal dilaksanakan.
  3. Dalam menjelaskan, harap digunakan bahasa Indonesia saja, yang mudah dimengerti. Kurangi istilah-istilah dalam bahasa Inggris.
  4. Untuk Mentoring, @Lili fokus saja di topik text classification aja, ya. Tidak perlu yang prediktif seperti yang waktu itu sudah disampaikan. Pada meeting internal berikutnya akan ada diskusi untuk proposed use case nya apa saja. Tanggal * Oktober kita akan meeting dengan klien A dan B.
  5. Untuk video rekaman, kalau bisa ada tombol download. @Lolo: bisa dipertimbangkan. Kalau effort nya tinggi, nggak usah.

Overall, good feedback. Klien puas atas training yang dilakukan dalam 3 hari terakhir.
Mantap, guys!


Dengan membaca dan menulis ulang MoM di atas, saya jadi ketawa-ketawa sendiri. Hihi. Padahal, di mana lucunya juga saya kurang mengerti.

Kalideres, 4 September 2021

KELAS MERANCANG SLIDE PRESENTASI DARI HATI

“Everything is designed. Few things are designed well.” — Brian Reed, front-end developer and musician

Preview Video Kelas Online Merancang Slide Presentasi dari Hati

Di seluruh dunia tidak kurang dari 30 juta slide presentasi dibuat setiap harinya. Berapa banyak yang kualitasnya baik dan memiliki cita rasa seni yang tinggi? Tidak banyak! Bahkan jarang sekali.

Di kelas “Merancang Slide Presentasi dari Hati” ini, Anda akan diajak untuk belajar memanfaatkan menu PowerPoint dengan optimal. Slide Anda akan menjadi lebih berkelas dan handal. Para audience akan terkesima. Dan, yang paling penting mereka akan mudah paham dengan apa yang akan Anda sampaikan.

Kelas ini akan diawali dengan pengenalan sejarah Microsoft Power Point, familiarisasi menu-menu power poin dari tingkat dasar, menengah, dan lanjut. Setelah itu, Anda akan belajar mengenai warna, bentuk, dan font yang sangat penting untuk diketahui dan dipahami sebagai bagian dari pengetahuan Desain. Pada bagian akhir, Anda akan belajar mempraktikkan apa yang telah Anda pelajari di awal. 

Untuk dapat mengikuti kelas ini dengan baik, Anda memerlukan Microsoft PowerPoint yang sudah terpasang di laptop atau komputer Anda dan akses ke Canva.

Diramu dan diajarkan langsung oleh Bernardus Ari Kuncoro, seseorang yang berpengalaman sebagai Data Scientist. Sering malang melintang mengajarkan dan mempresentasikan topik Data Science teknis maupun non teknis. Tentunya akan membuat pembelajaran Anda makin bersemangat. 

Kelas Merancang Slide Presentasi dari Hati

Siap-siap, yuk! Sebentar lagi Anda menjadi profesional atau presenter kesayangan, karena Anda patut diandalkan!

Kalideres, 26 Agustus 2021

#147

BUKU LIMA DASAR DATA SCIENCE UNTUK PEMULA

Harvard Business Review sangat berjasa dalam memopulerkan profesi Data Scientist. Betapa tidak? Dalam artikel yang mereka rilis pada Oktober 2012, mereka menekankan bahwa Data Scientist merupakan pekerjaan paling seksi di abad 21. Di mana pun, tidak terkecuali Indonesia, bertebaran lowongan pekerja profesional data dengan iming-iming gaji yang besar.

Data Scientist merupakan pekerjaan paling seksi di abad 21. Sumber: HBR.org

Seiring dengan membludaknya minat anak-anak muda berprofesi sebagai data scientist, tentunya persaingan semakin ketat dan menuntut setiap dari kandidat untuk memiliki kualitas dan karakter yang unik.

Ilustrasi minat anak muda

Buku ini diramu dari berbagai pemahaman dasar dan pengalaman penulis selama lebih dari 6 tahun berprofesi sebagai data scientist. Terbit di tengah keringnya buku-buku data science berbahasa Indonesia yang dekat dengan penerapannya di bidang industri.

Buku Lima Dasar Data Science untuk Pemula

Temukan kekuatan dasar dan inspirasi untuk menjadi profesional data yang kreatif dan ulung.

Judul buku : Lima Dasar Data Science untuk Pemula
Penulis : Bernardus Ari Kuncoro, S. T., M. T. I.
Instansi : IYKRA
Jenis Buku : Buku Ajar
Editor : Adrianus Yudi Aryanto
ISBN: 978-623-290-097-4

Ulasan di Tokopedia: 4.9/5

Apa kata mereka yang telah membaca buku ini?

Catatan: Ukuran buku yang dicetak yang saat ini lebih kecil menjadi A5, ya.

Buku sudah memasuki cetakan keempat dengan ukuran yang lebih A5 (lebih kecil). Berminat? Silakan kunjungi tautan ini.

Versi ebook-nya dapat pula dibeli dengan mengunjungi tautan berikut.

Tersedia juga kelas online di Udemy berikut.

TUJUH BELASAN KE-76 DI RUMAH SAJA

Tantangan Menulis Hari ke-139

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Hari ini adalah hari Selasa. Tepatnya tanggal 17 Agustus 2021. Sebanyak 270 juta orang di Indonesia merayakan dengan penuh sukacita.

Photo by Anggit Rizkianto on Unsplash

Meskipun masih pandemi, tidak lah mengurangi rasa sukacita itu. Sorak-sorainya bisa dilakukan di rumah saja. Di mana saja.

Selain bersorak sorai dan bernyanyi seperti yang pernah saya post di sini, saya menghabiskan waktu dengan ‘bekerja’. Saya harus mengerjakan pekerjaan review dan membuat Voice Over. Why? Karena masih ada saja dispute alias persengketaan mengenai kelanjutan suatu tugas.

Tidak lama sih, hanya satu jam. Tetapi ini jadi pelajaran yang luar biasa agar ke depan, etika bekerja ya harusnya tidak mengganggu hari libur.

Orang yang kerja saat libur atau cuti itu perlu dicurigai. Bisa jadi memang mereka itu sibuk ‘beneran’. Atau malas saja membuat rencana dan mengerjakannya pada saat hari kerja.

Kalau pas cuti dan libur kerja, berarti Anda belum merdeka. Manajemen waktu Anda harus diperbaiki.

Saya dulu pernah lho dimarahi sama kolega saya yang timezone-nya ada di GMT+1 sana. Mengapa? Karena saya tidak aware bahwa di sana waktu subuh / istirahat mereka. Sementara saya menelepon mereka untuk mem-follow up pekerjaan.

Sekali hal itu kejadian. Saya tidak ulangi lagi. Jadikan pelajaran berarti. Seperti lagu ini.

Think smart!

Kalideres, 17 Agustus 2021

CARA SEHAT MENTAL DI MASA WFH

Tantangan Menulis Hari ke-137

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Saat WFH, banyak sekali hal yang mesti saya kompromikan. Sebagai bapak satu anak saya mesti menyiapkan waktu khusus untuk fokus. Fokus kerja. Fokus ngurus anak. Fokus ngetik. Fokus balas email. Kalau nggak fokus? Bisa-bisa buyar.

Apalagi pekerjaan terbaru saya saat ini adalah ngonten. Bikin tulisan yang nantinya akan masuk ke tim produksi. Lalu mereview dan merevisi jika diperlukan. Habis itu mengecek lagi apakah konten itu sudah naik. Selain itu, mesti memantau dari segi analitik.

Berikut ini adalah tips yang saya terapkan.

Cukup makan.

Photo by Ali Inay on Unsplash

Ini adalah hal yang terpenting dan sangat diperlukan oleh siapa saja yang butuh hidup. Bagaimana mungkin mau bekerja kalau asupan makanannya kurang? Siapkan makanan empat sehat lima sempurna. Kalau perlu katering, sehingga Anda tidak perlu yang namanya bingung memilih menu apa. Agar langsung santap.

Cukup olah raga.

Photo by Bruno Nascimento on Unsplash

Olah raga bagi siapa saja sangatlah penting. Dua kali seminggu lah minimal. Naik sepeda keliling taman. Menikmati udara segar. Atau senam dengan diiringi musik atau video dari YouTube.

Cukup tidur.

Photo by Alexander Possingham on Unsplash

Delapan jam sehari adalah minimal waktu yang mesti kita pakai untuk mengisi ulang energi. Coba hanya 5 jam? Yang ada Anda akan mudah lelah.

Tidak berpikiran berlebihan.

Photo by Muhmed El-Bank on Unsplash

Bersikap tenang. Semua akan baik-baik saja. Adalah modal awal yang diperlukan oleh seorang pemimpin.

Ketika tugas sudah didelegasikan ke tim. Percayakan. Tidak disarankan untuk terlalu micromanage. Biarkan dulu mereka bekerja. Tetapi, Anda perlu meninjau ulang secara berkala hasil pekerjaan mereka. Misal, seminggu sekali. Evaluasi dengan detail. Agar lebih baik lagi, dan lagi. Jika memang tidak bisa ditingkatkan. Siapkan peringatan. Jika peringatan sudah tidak bisa dihindarkan lagi. Siap-siap lagunya Claudia Emanualla Santosa. Goodbye.

Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Kalideres, 15 Agustus 2021

CREATIVE ANALYTICS

Tantangan Menulis Hari ke-136

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Sebulan terakhir saya dipercaya oleh IYKRA untuk mengemban posisi baru sebagai ‘sutradara’. Kenapa sutradara? Terjemahan lepas director sutradara, kan ya?

Tepatnya Director of Creative Analytics.

Well, posisi ini agak unik.

Memimpin dua proses yaitu Kreatif dan Analitik. Dua hal yang berbeda tetapi perlu diharmonisasikan.

Kreatif, itu tanpa batas. Nyeni. Bebas.

Analitik, itu banyak aturan. Logika. Harus memilih.

Selanjutnya? Kita lihat saja nanti hasilnya. Mudah-mudahan sesuai atau justru melebihi target OKR.

Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya rekan-rekan yang telah memberikan ucapan selamat saya di tautan LinkedIN ini. All the best for you all. 😉

Kalideres, 14 Agustus 2021

TUTORIAL BIKIN WAJAH KARTUN SAAT NGEZOOM

Tantangan Menulis Hari ke-133

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Masih pada WFH? Beberapa waktu yang lalu saya berselancar ke suatu video tutorial di IG Reels besutan Zoom. Video tersebut berisi tutorial bagaimana membuat wajah kita menjadi kartun. Tautan aslinya ada di sini.

Lalu saya praktikkan sambil buat ulang menjadi video IG Reels berikut. Cobain, deh. Anda pasti takjub! Anak saya girang. Istri saya juga senang. Sampai-sampai dia bilang mulai besok tidak perlu make-up lagi kalau mau mengajar.

Haha. Ada-ada saja.

Kalideres, 10 Agustus 2021

KATA DOKTER JIWA TENTANG WFH

Tantangan Menulis Hari ke-121

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Sambil menyetir, aku pasang dan dengarkan sebuah kanal radio berita. Radio tersebut mengetengahkan bincang-bincang yang menarik. Ada seorang dokter jiwa yang memberikan penjelasan terkait bagaimana jiwa tetap waras meskipun sudah lebih dari enam bulan WFH. Nama beliau adalah dr. Guntara, Sp. KJ.

Intisari dari diskusi itu ada dua hal. Hal pertama adalah kita mesti menerima bahwa stress tidak bisa kita hindari. Cara kita merespon tiap individu berbeda-beda. Sebaiknya dilatih agar pengelolaan stress tetap baik. Macam-macam caranya. Aku tidak akan bahas detail di sini. Panjang.

Hal kedua adalah tetap optimis. Badai pasti berlalu akan datang pelangi. “Percayalah.” Kalau kata salah satu timku pada saat stand up conference call“Everything happens for a reason.”

Note: Tulisan ini pernah terbit di sini.

Kalideres, 29 Juli 2021

ANTARA IDE DAN EKSEKUSI

Tantangan Menulis Hari ke-119

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Banyak orang mengira bahwa ide itu datang dari mana saja. Salah! Yang benar adalah kita sendiri yang mesti sowan dan peka sama ide. Menjemput ide istilahnya.

Lantas bagaimana cara mewujudkan ide? Lahirnya sesuatu, entah itu karya seni, produk bisnis, layanan jasa, tentunya ada yang mengedrive. Kita tinggal pilih. Mau product driven atau market driven.

Gagasan sebuah karya tidak akan terwujud jika tidak ada eksekutor nya. Akan tetap menjadi ide selamanya jika didiamkan saja. Atau juga menguap apabila ide pertama baru mulai, sudah muncul lagi ide lain yang menutupi atau menghambat ide pertama. Hawak atau rakus kalau kata orang Jawa. 

Memang, mesti seimbang deh. Ngide itu jangan setiap hari. Bisa nggak jadi jadi eksekusinya. Tahap demi tahap mesti dilewati. Agar jadi produk yang cukup digemari.

Untuk yang ingin tahu beberapa produk yang saya buat dan jual, boleh main kemari.

Kalideres, 26 Juli 2021