KEJUTAN 2021

Tantangan Menulis Hari ke-153

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Sembilan bulan dua puluh hari berlalu. Kalau ini bayi dalam kandungan, pasti sudah mbrojol. Siap diberi among-among. Siap dibagikan apem, ketan putih, atau bubur merah.

Karena uniknya hari dan angka tanggal pemberlakuan PSBB, yaitu Friday 13th, aku mudah ingat tanggal itu. Alhasil bisalah aku menghitung hari secara mundur sejak tanggal pertama kali diberlakukan PSBB. Izin, Mbak KD, aku meminjam judul lagumu. Eiiits, jangan lantas berdendang Menghitung Hari, ya. Tahan! Aku mau storytelling dulu. 

Begini ceritanya. Awalnya tulisan pertamaku di blog ini tercipta setelah ikut pelatihan SAPESABU DARING angkatan 1. Tak dinyana buah karyaku langsung dibahas oleh Mas Eko, sang pemred Mediaguru. Beliau sangat sabar dan lucu dalam menyampaikan ilmu. Banyak input yang membuatku bersemangat, karena  beliau tidak malu-malu untuk meluruskan yang keliru. Straightforward. To the point. Tanpa tedeng aling-aling.

Well, aku sebenarnya tidak mau membahas lebih detail tentang Mas Eko yang superlucu. Melainkan ingin memberikan kejutan 2021 kepada para calon pembeli bukuku.

Berikut ini sinopsis buku perdanaku, ya. Serius sedikit.

Judul buku : Lima Dasar Data Science untuk Pemula

Penulis : Bernardus Ari Kuncoro, S.T., M.T.I.

Sinopsis :

Harvard Business Review sangat berjasa dalam memopulerkan profesi Data Scientist. Betapa tidak? Dalam artikel yang mereka rilis pada Oktober 2012, mereka menekankan bahwa Data Scientist merupakan pekerjaan paling seksi di abad 21. Di mana pun, tidak terkecuali Indonesia, bertebaran lowongan pekerja profesional data dengan iming-iming gaji yang besar.

Seiring dengan membludaknya minat anak-anak muda berprofesi sebagai data scientist, tentunya persaingan semakin ketat dan menuntut setiap dari kandidat untuk memiliki kualitas dan karakter yang unik.

Buku ini diramu dari berbagai pemahaman dasar dan pengalaman penulis selama lebih dari 6 tahun berprofesi sebagai data scientist. Terbit di tengah keringnya buku-buku data science berbahasa Indonesia yang dekat dengan penerapannya di bidang industri. Temukan kekuatan dasar dan inspirasi untuk menjadi profesional data yang kreatif dan ulung!

Lantas, apa itu kejutannya, ya? 

Dengan belanja buku ini di https://bit.ly/BUKULDDS, Anda akan mendapatkan cashback 20% Maksimal 21 ribu, dengan memasukkan kodepromo MRIPDATA2021. Gratis ongkir juga kalau pilih SiCepat. Ingat, hanya dalam periode 30 Desember 2020 – 1 Januari 2021. Persediaan juga terbatas. Jangan sampai terlewaaaat. 

Izin jargon jualan apartemen dipakai di sini ya, Mbak Fenny Rose.

SENIN HARGA NAIK! Ya iya lah, kan udah tanggal 4 Januari. Itupun kalau masih tersedia. 

Kalideres, 31 Desember 2020 

MEMUDARKAN PERASAAN TIDAK ENAKAN

Tantangan Menulis Hari ke-149

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Hidup terus berputar. Itu hukum alam. Tidak ada yang perlu menyanggah. Dan, sejatinya memang demikian. Ingatkah tentang kejadian Tsunami Fukushima Jepang 2011? Kota yang diduduki 16000 orang saat ini sunyi. Nuklir yang menjadi sumber listrik di sana memancarkan radiasi akibat gempa dan kebocoran. Intinya peradaban yang sudah pernah dibangun di sana sudah digantikan lagi oleh dahsyatnya kekuatan alam. Pelan tapi pasti. Rel kereta mulai berkarat. Tumbuhan-tumbuhan mulai merintis benda-benda yang ada di dalam kota tersebut. Jauh dari rencana yang sudah dibuat.

Manusia juga demikian. Harus berani menerima, jika ada yang salah. Memaafkan jadi langkah selanjutnya. Namun, dalam dunia bisnis ataupun percintaan (apalagi masih pacaran), jika pihak yang salah berulang kali melakukan kesalahan, bodohnya yang memberi maaf kalau terus-menerus memberikan kesempatan melakukan kesalahan. Apa lagi kesalahan yang dibuat adalah yang sama. 

Saatnya move on. Tidak usah merasa nggak enakan.

Jika memang harus ditinggalkan, ya sudah. Masih banyak yang bisa ditemukan. Sebanyak tujuh milyar penduduk dunia atau 270 juta orang Indonesia menunggu. Walaupun yang sesuai kriteria kurang merepresentasikan kenyataan, funnel-funnel yang bisa ‘dipercaya’ di bawah satu digit bahkan nol koma.

Secercah harapan akan ditemukan. Bagi siapa saja yang ingin memaknai hidup ini sepenuhnya.

Ah, saya jadi ingat kata Alfred Adler, seorang psikoterapi Austria yang dibahas secara dialogis antara filsuf dan pemuda di buku “The Courage to Be Disliked”. Di sana dituliskan bahwa akar semua permasalahan adalah hubungan antarmanusia. Akan menjadi problem jika persepsi subyektif Anda yang dibandingkan dengan orang lain itu negatif. Solusinya sederhana namun tidak mudah. Anda harus bisa memisahkan tugas-tugas kehidupan yang dapat Anda kontrol, dari tugas-tugas orang lain. 

Lantas? Ya sudah. Pudarkan perasaan tidak enakan. Tidak perlu menagih-nagih janji apa yang pihak lain sudah pernah diucapkan. Sekali-kali boleh. Tetapi kalau berulang-ulang? Cukup asal tahu saja. Tugas Anda memaafkan dan move on. Hidup akan jadi lebih ringan. Jika setuju, selamat mengaplikasikan ini panduan! 

Yah, kecuali kalau terlalu dalam Anda punya perasaan. Hati-hati Anda dipermainkan. 

Kalideres, 27 Desember 2020

BUKU LIMA DASAR DATA SCIENCE UNTUK PEMULA

Buku Lima Dasar Data Science

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Judul buku : Lima Dasar Data Science untuk Pemula
Penulis : Bernardus Ari Kuncoro, S.T., M.T.I.
Instansi : IYKRA
Jenis Buku : Buku Ajar
Kelas Menulis : Alumni Kelas Menulis Sapesabu 1 Daring
Editor : Adrianus Yudi Aryanto

Sinopsis :

Harvard Business Review sangat berjasa dalam memopulerkan profesi Data Scientist. Betapa tidak? Dalam artikel yang mereka rilis pada Oktober 2012, mereka menekankan bahwa Data Scientist merupakan pekerjaan paling seksi di abad 21. Di mana pun, tidak terkecuali Indonesia, bertebaran lowongan pekerja profesional data dengan iming-iming gaji yang besar.

Seiring dengan membludaknya minat anak-anak muda berprofesi sebagai data scientist, tentunya persaingan semakin ketat dan menuntut setiap dari kandidat untuk memiliki kualitas dan karakter yang unik.

Buku ini diramu dari berbagai pemahaman dasar dan pengalaman penulis selama lebih dari 6 tahun berprofesi sebagai data scientist. Terbit di tengah keringnya buku-buku data science berbahasa Indonesia yang dekat dengan penerapannya di bidang industri. Temukan kekuatan dasar dan inspirasi untuk menjadi profesional data yang kreatif dan ulung!

Buku sudah memasuki cetakan kedua, ya teman-teman. Jika ada yang berminat membeli, bisa kunjungi tautan ini: https://bit.ly/BUKULDDS.

MENAIKKAN LEVEL PERCAYA DIRI SAAT PRESENTASI

Artikel ini merupakan ringkasan buku TED TALKS: The Official TED Guide to Public Speaking yang dikarang oleh Chris Anderson.

Buku TED Talks The official TED Guide to Public Speaking

Sesuai dengan judulnya, buku ini merupakan panduan resmi TED Talks untuk berbicara di depan umum. Sebuah buku komprehensif yang mengetengahkan lima ide utama yang saling berurutan, yaitu dasar-dasar presentasi, alat-alat berbicara, proses persiapan, manggung, dan refleksi.

Buku ini menuntun saya kembali ke akar tujuan berbicara. Khususnya dalam hal berbicara di depan umum, tidak ada gunanya apabila gagasan yang akan disampaikan kepada pikiran audience tidak memiliki makna (worth). Begitu banyak buku panduan bergenre sama menekankan bahasa tubuh, karisma, dan postur tubuh. Namun, buku ini menekankan pada inti dari kata-kata yang ingin di sampaikan sehingga memberikan nilai yang besar kepada audience. Yang paling saya ingat dari buku ini adalah pernyataan bahwa bukan masalah public speaking saja, melainkan apakah ide yang disampaikan itu bermakna atau tidak.

Dikaitkan dengan dunia pekerjaan di bidang data, tentunya keahlian ini menjadi nilai yang sangat diperhatikan, mengingat akan menjadi titik temu bagi para profesional data untuk menyampaikan hasill pengolahan data kepada audience dengan baik. Apakah temuan-temuan yang dipilih oleh profesional data bermakna dan bermanfaat bagi audience? Semakin mereka merasakan kedekatan dan keuntungan dari apa yang Anda sampaikan, semakin Anda memberikan kesan yang mendalam.

Karena kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya Anda akan mengingat saya seperti layaknya iklan parfum.

MEMAHAMI, MENGUMPULKAN, DAN MEMBERIKAN UANG

Tidak sedikit orang memiliki pemahaman yang kurang tepat mengenai keberadaan uang. Ada yang merasa uang adalah segalanya dan harus dimiliki sebanyak-banyaknya. Ada yang merasa uang adalah sumber dari kekuasaan dan kejahatan. Ada juga yang merasa uang merupakan alat untuk mencapai tujuan yang lebih mulia, karena dapat dipakai untuk membantu sesama.

Buku Money, Know More, Make More, Give More karangan Rob Moore

Pada pembukaan buku ini diberikan penjelasan mengenai mitos-mitos tentang uang terlebih dahulu. Kemudian dipaparkan mengenai apa uang itu sebenarnya. Nilai uang, kepercayaan, emosi, penguasaan uang, sampai sistem dan strategi uang dibahas di buku ini.

Sebagai seorang pekerja di bidang data, buku ini membuka wawasan dan pemahaman saya terkait dengan bisnis dan keuangan yang menjadi dasar mengapa proyek data dicanangkan. Seperti dalam metodologi Cross Industry Standard Platform for Data Mining, business understanding menjadi langkah awal dalam pekerjaan proyek data. Acapkali faktor gula-gula yang terlibat adalah uang, meskipun proyek tersebut digawangi oleh organisasi non-profit.

Dari kacamata personal, Anda dapat belajar untuk memahami uang, menghasilkan uang, meskipun tidak secara konkrit dituliskan, dan hidup dengan lebih tenang dan layak. Semoga Anda akan jadi beruang dalam beberapa bulan ke depan. Hehe. Tetapi bukan jadi kayak gini ya!

Beruang Kutub Lucu (Photo by Hans-Jurgen Mager on Unsplash)

MENGARAHKAN POLA PIKIR

Judul Buku: Mindset: The new Psychology of Success

Pengarang: Carol Dweck

Carol S. Dweck, Ph. D. Book: Mindset, the new psychology of success.

Siapa yang tidak ingin sukses? Siapa yang tidak ingin hidupnya memberikan impact terhadap orang banyak? Tentunya sebagian besar pasti mau, ya. Namun, tidak semua orang menyadari bahwa untuk mewujudkannya, kita disarankan untuk mengubah pola pikir kita ke arah yang lebih baik. Yang lebih baik itu seperti apa?

Yang paling saya ingat dalam buku ini adalah pembahasan mengenai dua macam pola pikir. Yang pertama adalah pola pikir tetap (fixed mindset). Yang kedua adalah pola pikir bertumbuh (growth mindset). Kedua pola ini memiliki ciri-ciri tertentu, misalnya pola pikir tetap itu cenderung mencari pujian dari pihak lain. Apabila tidak ada pujian atau justru mendapatkan kritik yang keras, dia tidak bergerak maju. Bisa stagnan, atau mundur. Sedangkan  pola pikir bertumbuh cenderung memiliki motivasi internal, sehingga tidak diberikan pujian pun, mendapatkan kritik sekeras apa pun, pribadi yang memiliki pola pikir bertumbuh akan terus maju. Di samping itu, penulis juga memberikan konsep budaya kerja di kelompok ataupun organisasi, lebih dari sekedar individu. Dengan pola pikir yang tepat, Anda dapat memotivasi, mengajarkan, dan mencintai tim Anda untuk mengubah hidup mereka atau Anda sendiri ke arah yang lebih baik.

Profesional data tidak lain tidak bukan dituntut untuk tetap memiliki pola pikir bertumbuh. Buat apa? Supaya yang mereka kerjakan terus menerus diperbaharui, sehingga kualitas dan kuantitas hasil karya akan meningkat. Buku ini cocok untuk siapa saja yang ingin tetap positif mengembangkan potensi yang ada di dalam hidupnya untuk berkarya.

Kalau saya nih lagi suka berkarya bikin lagu-lagu. Semoga bisa teteap konsisten, ya guys! Sampai saat ini baru merilis delapan. Mudah-mudahan bisa nge-hits seperti bang Ariel Noah dan temen-temen nge-band nya. Hehe.

Sejak jumpa kita pertama… ku langsung jatuh cinta… Aseeeeek.

DAHSYATNYA KEKUATAN MEMBERI

Saya sering mendengar pepatah yang berbunyi “Semakin banyak memberi, semakin banyak menerima”. Tetapi untuk soal ini, saya sering goyah. Kadang naik, kadang turun. Kadang goyang kiri, kadang goyang kanan. Beri nggak ya? Kasih nggak ya? Kira-kira pantasnya berapa ya? Singkat kata, tingkat kepercayaan saya terhadap pepatah tersebut berubah-ubah.

Buku The Power of Giving karya Azim Jamal dan Harvey McKinnon

Buku ini mencerahkan pemahaman kepada saya akan kekuatan memberi yang maha dahsyat. Tidak hanya melulu tentang uang, karena di situ dituliskan apabila kita memberi waktu, pengalaman, pengetahuan, atensi, dll., kepada orang lain, mereka merasakan betapa berharganya dia di mata kita. Kekuatan yang mereka dapatkan dari perbuatan memberi akan menular kepada siapa pun. Kita juga suatu saat akan mendapatkan yang tidak kita duga-duga, bahkan lebih dari apa yang sudah kita beri. Bagaikan efek domino yang tak pernah selesai.  

Sebagai pekerja di bidang data yang sering memberikan pengajaran, buku ini menguatkan saya dalam rangka menjaga motivasi belajar dan mengajar data kepada para peserta didik maupun pendidik. Bagi yang ingin menemukan makna kehidupan dan kebahagiaan lewat memberi, silakan baca buku ini.

Oiya, sedikit saran, buku ini tidak begitu terstruktur, sehingga Anda dapat lompat-lompat membaca bab yang Anda mau baca bagaikan seekor kodok ngorek.

Yuk, nyanyi. Kodok ngorek, kodok ngorek, ngorek pinggir kali… Hehe.

MENJADIKAN PRESENTASI KEKUATAN ANDA UNTUK MERAIH SUKSES

Judul Buku: Presentation Power: Menjadikan Presentasi Kekuatan Anda untuk Meraih Sukses

Pengarang: Pusta Hery Kurnia

Presentation Power | Shopee Indonesia
Presentation Power, buku karya Pusta Hery Kurnia

Grogi dan detakan jantung mungkin pernah Anda rasakan ketika melakukan presentasi. Meskipun segala persiapan sudah dilakukan, tetap saja ada yang belum sempurna. Perasaan itu wajar saja, karena artinya Anda merasa bahwa presentasi yang dilakukan ini sangat penting dan menentukan hidup Anda. Bisa saja hal ini terjadi dalam presentasi skripsi, thesis, atau disertasi. Atau bisa saja dalam memaparkan produk atau jasa kepada klien.

Buku ini memberikan Anda pemahaman tentang apa saja yang dapat menjadi modal presentasi. Mulai dari persiapan konten, bagaimana membuka dan menutup presentasi, dan bagaimana cara menyampaikan materi dengan penuh kekuatan. Dituliskan pula bagaimana teknik berbicara dadakan, menjawab pertanyan audiens, dan mendesain PowerPoint yang efektif.

Seiring dengan bertambahnya jam terbang, tentunya keahlian presentasi ini dapat diraih dengan cepat, tanpa grogi yang berlebihan dan maksud tersampaikan kepada audiens. Singkat kata, buku ini sangat TIDAK cocok untuk Anda yang hanya membeli dan membacanya tanpa mempraktikkan. Hehe. Menurut pepatah Bahasa Jawa yang saya ubah sedikit, “Iso jalaran saka kulina” yang dalam Bahasa Inggris, artinya “Practice makes perfect.” Selamat membaca dan mencobanya!   Pepatah asli jawa yang saya maksud adalah: Wiwiting tresno jalaran soko kulina. Artinya? Googling aja yah! Usaha dikit…

MEMENANGKAN HATI

Siapa yang tidak ingin hidupnya berkualitas dan dikelilingi oleh teman-teman yang bersifat mendukung? Siapa yang tidak ingin hidupnya dapat menarik hati dan mempengaruhi orang lain secara positif? Untuk mencapai hal tersebut tidak lain tidak bukan perlu dimulai dari diri sendiri.

How to Win Friends and Influence People by Dale Carnegie

Sebuah buku yang berjudul “How to Win Friends and Influence People” ini memaparkan 30 prinsip yang dapat Anda aplikasikan. Beberapa prinsip yang dibahas antara lain Anda tidak disarankan mengkritik, menghujat, atau menggerutu apalagi untuk orang yang pertama kali Anda temui, berikan opini yang jujur dan penghargaan yang tulus, dan ingatlah nama orang lain yang Anda temui.

Bagi yang masih memiliki kekurangan dalam bergaul dan ingin meningkatkan keahlian non-teknis, buku klasik yang sudah hampir 100 tahun lalu terbit ini masih relevan untuk zaman sekarang sekalipun.

Semoga setelah membaca buku ini, Anda dapat bergaul dengan mudah, mencari jodoh dengan cepat dan tepat. Khusus bagi para pria lajang bisa mengaplikasikannya ketika melamar pasangan Anda kepada camer. Ciyeeee… Congrats!