Visualisasi Data #12: Square Area

Tantangan Menulis Hari ke-185

Square area adalah salah satu visual yang memanfaatkan luas area untuk memperlihatkan data yang dimiliki. Visual yang mirip dengan waffle ini sangat ampuh untuk menunjukkan nilai kuantitas dua atau lebih kategori yang berbeda. Contoh dari visual square area chart ini dapat diilustrasikan pada Gambar berikut

Contoh Visual Square Area yang menggambarkan Statistik Dunia (Erickson, 2019)

Sumber: 100people.org

Kalideres, 15 Oktober 2021

TAMAT.

Visualisasi Data #11: Waterfall

Tantangan Menulis Hari ke-184

SAYA pernah mengadakan polling di Instagram. Di antara 12 grafik yang ditulis oleh (Knaflic, 2016) ini manakah yang menurut Anda sulit dimengerti? Ternyata Waterfall menjadi salah satu grafik yang sulit dimengerti, sehingga Anda mesti hati-hati dan memberikan perhatian yang lebih untuk menjelaskan bagaimana cara membaca visual waterfall ini kepada peserta sebelum menjelaskan visual tersebut. 

Waterfall merupakan visual yang dapat digunakan untuk memisah-misahkan suatu kategori menjadi beberapa bagian dari suatu stacked bar chart untuk tetap fokus pada satu hal. Waterfall juga dapat digunakan untuk memperlihatkan nilai titik awal, pergerakan naik atau turun, dan nilai titik akhir.

Lagi-lagi, untuk mengilustrasikan kasus penggunaan waterfall chart adalah dengan menggunakan contoh. Mari kita lihat Gambar berikut.

Grafik Waterfall yang Memperlihatkan Jumlah Karyawan Kantor Pusat PT. XYZ pada 2018

Dalam grafik tersebut terlihat suatu pergerakan jumlah karyawan kantor pusat sepanjang tahun 2018 yang dimulai dari tanggal 1 Januari 2018 hingga Desember 2018. Sepanjang tahun kantor pusat memiliki dinamika mutasi karyawan mulai dari penambahan yang dapat berupa perekrutan atau pentransferan masuk (dari kantor cabang ke kantor pusat) dan pengurangan yang dapat berupa pengunduran diri atau pentransferan keluar (dari kantor pusat ke kantor cabang). Pada bagian kiri, Anda dapat melihat posisi awal dari jumlah karyawan kantor pusat pada 1 Januari 2018, dilanjutkan dengan penambahan jumlah karyawan (perekrutan dan mutasi masuk), lalu dilanjutkan dengan pengurangan jumlah karyawan (pengunduran diri dan mutasi keluar). Sementara itu, batang terakhir menunjukkan jumlah karyawan kantor pusat di akhir tahun setelah menambahkan perubahan yang terjadi baik itu penambahan jumlah karyawan dan pengurangan jumlah karyawan.

Kalideres, 14 Oktober 2021

Visualisasi Data #10: Stacked Horizontal Bar Chart

Tantangan Menulis Hari ke-183

Sama dengan stacked vertical bar chart, visual ini ampuh untuk memperlihatkan komparasi antarvariabel dan juga komposisi sekaligus. Hanya saja, stacked horizontal bar chart ini harus Anda rotasi dulu agar sumbu y-nya merupakan kategori dan batang dalam grafik tergambar mendatar. Grafik yang dapat digambarkan oleh Gambar berikut ini juga dapat dibangun untuk memperlihatkan nilai absolut atau penjumlahan hingga 100%.

Grafik Kependudukan DKI Jakarta Disajikan dalam Stack Horizontal Bar Chart

Kalideres, 13 Oktober 2021

Visualisasi Data #9 Stacked Vertical Bar Chart

Tantangan Menulis Hari ke-182

Stacked vertical bar chart merupakan visual yang ampuh untuk memperlihatkan komparasi antar variabel dan juga komposisi sekaligus. Untuk membuat stacked vertical bar chart ini dibutuhkan minimal dua data kategorikal.

Ada dua jenis stacked vertical bar yang dapat kita buat, yaitu menggunakan nilai absolut atau menggunakan persentase penjumlahan yang mencapai 100%. Ketika menggunakan stacked vertical bar chart dengan persentase penjumlahan 100% kita mesti memasukkan nilai absolutnya agar tidak membingungkan dan menimbulkan bias.

Grafik Kependudukan DKI Jakarta Disajikan dalam Vertical Bar Chart

Kalideres, 12 Oktober 2021

Visualisasi Data #8: Horizontal Bar Chart

Tantangan Menulis Hari ke-181

Horizontal Bar chart merupakan salah satu alternatif favorit untuk menyajikan data kategorikal. Mengapa? Karena horizontal bar chart sangat berguna apabila Anda memiliki kategori-kategori yang jumlah karakternya panjang, sehingga legenda yang disajikan dalam sumbu vertikal makin mudah dibaca. Insting kita dalam membaca dari kiri atas terlebih dahulu menjadi kelebihan, sehingga nama kategori akan terbaca terlebih dahulu ketimbang nilainya. Seperti vertical bar charthorizontal bar chart dapat mewakili satu seri, dua seri, dan multi seri.

Grafik Kependudukan DKI Jakarta Disajikan dalam Horizontal Bar Chart

Kalideres, 11 Oktober 2021

Visualisasi Data #7: Vertical Bar Chart

Tantangan Menulis Hari ke-180

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro


Apabila Anda pernah mendengar pendapat bahwa sebaiknya kita menghindari grafik batang, karena saking umumnya grafik ini, maka perlu Anda buang jauh-jauh pendapat tersebut. Menggunakan grafik batang justru menguntungkan sekali, mengingat peserta sebagian besar sudah paham cara membacanya.

Grafik Kependudukan DKI Jakarta Disajikan dalam Vertical Bar Chart

Pada vertical bar chart, Anda dapat menyajikan data satu seri, dua seri, bahkan multiseri. Akan tetapi, Anda harus berhati-hati karena semakin banyak seri yang disajikan ke dalam grafik batang, semakin sulit bagi Anda untuk memahami insight dan fokus dalam satu waktu. Jangan lupa juga bahwa antara satu grup kategori ke kategori lainnya juga butuh jarak yang bertujuan untuk membedakan suatu group dengan yang lainnya.

Kalideres, 10 Oktober 2021

Visualisasi Data #6: Slopegraph

Tantangan Menulis Hari ke-179

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Apabila kita ingin membandingkan dua periode waktu yang berbeda dan hendak mengetahui apakah kedua periode tersebut cenderung naik atau turun, maka slopegraph dapat menjadi alat bantu visual yang baik dan efisien.

Survey Kepuasan Karyawan yang Disajikan dalam Slopegraph 2018 vs 2019

Bayangkan Anda ingin menyajikan data dari survey kepuasan karyawan terhadap perusahaan dari tahun 2018 ke 2019. Slopegraph dapat terlihat pada Gambar di atas, di mana grafik tersebut menggambarkan kepuasan gaji dan insentif yang naik, kepuasan kepemimpinan yang tetap, sedangkan kepuasan pengembangan karier, lingkungan kerja, dan performa manajemen justru turun dari tahun 2018 ke 2019.

Slopegraph memiliki informasi ganda, di mana yang pertama adalah nilai absolut yang terdapat pada kategori (2018 dan 2019). Yang kedua adalah informasi yang diwakili oleh garis yang menunjukkan apakah nilainya naik atau turun.

Kalideres, 9 Oktober 2021

Bersambung

Visualisasi Data #5: Line Chart

Tantangan Menulis Hari ke-178

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Line chart merupakan visual yang sering dipakai untuk mengeplot tipe data kontinu. Mengapa bagus untuk data kontinu? Karena titik-titik yang tergambar, secara fisik terhubung lewat garis memperlihatkan koneksi poin-poin. Berbeda dengan data kategorikal, di mana agak sulit diterima apabila menggunakan line chart. Seringnya, data kontinu ini adalah satuan-satuan yang dapat berupa waktu (hari, bulan, kuartal, atau tahun).

Sebuah line chart dapat memperlihatkan satu data seri atau multiseri, seperti yang tergambar pada Gambar berikut.

Contoh Line chart yang Menggambarkan Tingkat Pengangguran usia 15-24 di Negara ASEAN (Sumber: Lokadata oleh Beritagar.id – 10 Maret 2018)

Kalideres, 8 Oktober 2021

Bersambung …

Visualisasi Data #4: Scatterplot

Tantangan Menulis Hari ke-177

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Scatterplot sangat efektif untuk memperlihatkan keterhubungan antara dua variabel, karena akan memungkinkan Anda untuk meng-encode data secara simultan dalam sumbu x horisontal dan sumbu y vertikal, untuk memperlihatkan bagaimana dan apakah ada keterhubungan. Scatterplot lebih sering digunakan terutama dalam penelitian sains. Jarang sekali dipakai dalam dunia bisnis, tetapi salah satu contoh grafik scatterplot dapat diperlihatkan pada Gambar berikut yang merepresentasikan keterhubungan antara kecepatan dan volume bahan bakar yang diperlukan. Terlihat dalam scatterplot tersebut bahwa kecepatan 60 km/jam merupakan kecepatan yang membutuhkan bahan bakar yang paling sedikit.

Gambar 2.18: Visual Scatterplot Kecepatan vs Volume Bahan Bakar

Kalideres, 7 Oktober 2021

Visualisasi Data #3: Heatmap

Tantangan Menulis Hari ke-176

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Heatmap merupakan salah satu cara visualisasi data dalam format tabular yang ditambahkan dengan warna dengan ketebalan yang berbeda-beda tergantung besaran nilainya. Coba Anda perhatikan Gambar berikut. Gambar tersebut memperlihatkan data dalam sebuah tabel dan heatmap.

Visual Tabel Jumlah dan Laju Pertumbuhan Penduduk DKI Jakarta

Bagaimana menurut Anda? Dari gambar sebelah kiri terlihat bahwa secara kasat mata kita akan mengurutkan nilai-nilai yang ada di dalam tabel dari yang terbesar ke yang terkecil atau sebaliknya. Sedangkan gambar sebelah kanan membantu kita untuk mengetahui mana nilai yang terbesar dan terkecil berdasarkan urutan yang diperlihatkan dengan saturasi atau kepekatan warna di dalam heatmap.

Kalideres, 6 Oktober 2021

Bersambung