MEMUPUK KEAHLIAN SELAPIS DEMI SELAPIS

Tantangan Menulis Hari ke-151

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Tidak ada yang bisa membuat saya berhenti bersyukur. Saya ‘dipercaya’ Tuhan menjadi ayah dari seorang anak perempuan yang sebentar lagi berusia enam. Sehat. Ceria. Memiliki keingintahuan yang luar biasa, seperti anak-anak pada umumnya.

Sebagai ayah. Saya punya harapan. Agar anak saya nanti memiliki skill bertahan di dunia sampai at least ketika dia menemukan keluarga barunya. Dan, saya sepenuhnya sadar, bahwa untuk memiliki keahlian tersebut, dia wajib belajar.

SELAPIS demi SELAPIS.

Ibarat iklan wafer. Berapa lapis? Ratusan! Lebih!*

brown biscuits on white ceramic bowl
Wafer – Photo by Patrick Perkins on Unsplash

Setuju?

Mari kita selalu bersyukur dan memetik pelajaran berarti setiap hari. Jangan lupa untuk melakukan kontemplasi dan refleksi.

Kalideres, 30 Agustus 2021

*Barangkali nanti ada pihak dari Orangtua yang beriklan di blog ini.

WEBINAR PEKERJAAN MASA DEPAN: ANTARA DATA DAN RASA

Tantangan Menulis Hari ke-142

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Jumat malam pukul tujuh. Tanggal 20 Agustus 2021. Saya ditemani oleh anak saya yang sambil mengunyah makan malamnya. Menunya nasi dan sayur sawi disertai dengan salmon.

Sementara saya di depan komputer. Dengan cahaya lampu bulat LED selfi di atas menyala. Siap-siap lah saya memoderatori acara berikut.

Navigating the Future of Work, What Skills Needed to be a Data Professonal

Webinar Kick Off Data MBA IYKRA 2021

Ada Rifan Kurnia (Group Head of Big Data, AI & Anti Fraud Engineering di LinkAja) dan Endiyan Rakhmanda (COO IYKRA) yang jadi narasumber.

Di akhir-akhir percakapan, ada pertanyaan menarik dari peserta. Kalimat pertanyaan yang disampaikan berbunyi demikian.

From Salomo depy to Me: (Direct Message) 08:08 PM
Menarik sekali maa Rifan mengenai job dimasa depan mengenai data dan analitik. BAGAIMANA KITA DAPAT MENGAWINKAN KEKUATAN DATA, TEKNOLOGI, RISET DAN ANALITIC DATA UNTUK BERGUNA DALAM MENGAMBIL KRPUTUSAN STRATEGI PERUSAHAAN DAN STRATEGI BAGI KEHIDUPAN PRIBADI ? From salomodepy

Rifan menjawab: “Khusus untuk kehidupan pribadi, misalkan mau mencari jodoh, ini agak sulit.”

Saya lantas membela pernyataan Rifan: “Betul, ini pertanyaannya yang tidak mudah. Karena kalau urusan jodoh tidak hanya butuh data.”

Endiyan menanggapi: “Butuh Rasa, ya Ri?”

“Aha… Betul sekali.” Jawab saya. Kami bertiga tertawa.

Selamat menikmati percakapan kami. Yang sedang belajar data. Tetap semangat! Pastinya bermanfaat. Trust me! It works! (Kayak iklan susu…)

Kalideres, 20 Agustus 2021

MENYEIMBANGKAN WAKTU DAN ENERGI

Tantangan Menulis Hari ke-89

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Di dunia ini, berpasang-pasangan itu lazim adanya. Kalau manusia, ada pria, ada wanita. Kalau hewan, jantan dan betina. Selain makhluk hidup pun, seolah-olah ada keadaan yang saling berlawanan, tetapi sebenarnya harmonis jika berpasangan.

Seperti siang dan malam. Dingin dan panas. Sedih dan senang.

Khusus mengenai waktu, Anda mengenal dua hal pula. Waktu sibuk dan waktu luang.

Bila dikaitkan dengan kekuatan, bisa jadi Anda pernah lelah, dan sebaliknya, punya energi yang terkumpul alias bersemangat.

Dalam bekerja, terutama bagi Anda yang baru memulai karir, pastinya perlu belajar beradaptasi. Sebagian besar memiliki excitement yang luar biasa. Saking semangatnya kerja, jadi lupa waktu. Tidak seimbang.

Untungnya dulu saya dilatih mengenai work life balance. Keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan. Penting untuk punya mindset bahwa bekerja itu ya harus seimbang. Bekerja itu untuk hidup. Bukan sebaliknya, hidup untuk bekerja.

Well, makin senior usia karir seseorang, seharusnya semakin bijak dalam mengelola waktu dan energi. Mengapa? Karena sudah punya pengalaman. Tinggal ngulang-ngulang. Konsepnya sudah di tangan. Tinggal dikembangkan.

Senior yang lebih dari 10 tahun bekerja dan sudah pada level manager pada umumnya memikirkan strategi. Bukan berkaitan dengan teknis lagi. Atau kalaupun si senior masuk di jalur spesialisasi, maka dia sudah punya level keahlian yang tidak perlu diragukan lagi. Yang biasanya dikerjakan selama 10 jam oleh junior akan jadi dua jam saja oleh sang master.

Yang muda usia dua puluhan biasanya sangat bergairah dan tidak masalah kalau disuruh bekerja dengan durasi 60 jam seminggu.

Meskipun idealnya, 40 jam sudah sangat penat. Berbagai penelitian menyatakan demikian. Yang sudah kepala tiga, mikir-mikir untuk spend more than 40 hours a week.

Ayo ngaku! kesehatan juga tidak seprima dulu, kan?

Bagi laki-laki yang sudah berkeluarga dan memiliki anak, keluarga kecil di rumah sudah menunggu. Istri jika fokus mengasuh anak pasti sendu kalau sang suami bilang pulang terlambat. 

Sibuk dan luang. Lelah dan bersemangat. Dua hal yang selalu kita alami. Akankah kita mampu menyeimbangkan diri?

Biarlah Anda yang belajar dari masa lalu, menikmati masa kini, dan menatap masa depan dengan percaya diri. Satu hal yang pasti, tolong seimbangkan diri, bukan sombongkan diri.

Disunting tipis dari tulisan yang pernah tampil di sini.

Kalideres, 27 Juni 2021

BINATANG MALAM

Tantangan Menulis Hari ke-84

Oleh Bernardus Ari Kuncoro

Malam makin larut. Pukul sepuluh. Anak belum bisa tidur.

Seperti biasa, sambil minum susu, ia minta dibacakan buku.

“Papa, read me a book, please!”

“Okay,” saya mengiyakan.

“Would you please choose the book that you want me to read?” tanya saya.

Segera setelah itu dia mengambil buku ini. Moonligt Animals, a.k.a. Binatang Malam.

Buku Moonligt Animals

Buku ini menarik. Menampilkan beberapa binatang seperti burung hantu, kelelawar, kodok, tikus, ikan, rusa, tapir, dan kelinci.

Halaman pertama buku moonligt Animals

Di bagian kanan halaman saya mendapati semacam plastik transparan yang dapat memberikan highlight pada hewan-hewan tertentu. Jadi makin seru.

Baca. Cari. Baca. Cari.

Macam browsing pakai mesin pencari aja ya. Hihi.

Bagian kanan halaman

Kalideres, 22 Juni 2021

MENYELARASKAN JIWA DAN RAGA: MUDAHKAH? (2)

Tantangan Menulis Hari ke-71 Batch Kedua

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Lanjutan dari tulisan kemarin, bagaimana cara untuk menyeimbangkan kesehatan antara jasmani dan rohani?

Saya akan share pengalaman saya di tulisan ini. Bisa jadi ini cocok atau tidak untuk Anda.

Keseharian kerja saya selain memimpin tim dan mengulik data, saya bermusik. Selama 14 purnama terakhir, sudah 17 lagu tercipta. Awalnya untuk menyegarkan hati dan pikiran. Sebagai pengisi waktu yang biasanya dipakai untuk bersosialisasi. Tetapi keterusan dan ketagihan. Banyak yang merasa terberkati dan mendapatkan benefit. Termasuk saya.

Bagi saya, bermusik adalah mengisi ulang sisi psikologis. Dengan begitu ada energi yang saya peroleh untuk dapat dipergunakan dalam kegiatan seperti bekerja dan belajar.

Bermusik merupakan bagian dari bermain dan bercinta. Dengan kegiatan ini, saya bisa bermain alat musik sekaligus menghasilkan karya agar bisa memberikan ungkapan cinta kepada para penikmat.

Mengutip buku Kesehatan Psikososial karya profesor Psikologi kenamaan, Prof. Johana E. P. , manusia itu butuh 4B. Belajar. Bermain. Bekerja. Bercinta. Jika porsi salah satu kegiatan itu timpang, ya jadinya perasaan dan fisik kurang seimbang.

Butuh pencatatan waktu agar Anda bisa merunut mana yang perlu Anda perbesar porsinya. Mana yang butuh diperkecil besarannya. Kalau Anda terlalu banyak bermain, kurang belajar, ya perlu diseimbangkan.

Besaran proporsinya seberapakah? Ini yang perlu dikalibrasi. Beda-beda tiap orang.

Koentji-nya adalah peka. Apa yang dirasa kurang ya ditambah. Sebaliknya, apa yang dirasa berlebihan ya dikurangi.

Bukankah hidup itu perkara memilih? Jika tidak ada pilihan, hidup Anda kurang sejati. Anda hanya terpaksa menjalani.

Sebaliknya, terlalu banyak pilihan, Anda jadi kebingungan. Butuh konsiderasi ekstra untuk memutuskan. Bisa-bisa waktu Anda habis dipakai untuk mempertimbangkan. Hingga lupa tujuan.

Memilih untuk seimbang memang bukan perkara gampang. Saya pun masih kadang menyimpang dari haluan.

Belajar 7 Jenis Alat Ukur Berat yang Jarang Diketahui & Cara Memakainya
Timbangan Pasar

Kalideres, 9 Juni 2021

TIPS YANG SEMESTINYA SAYA KETAHUI JAUH-JAUH HARI SEBELUM MENULIS LAGU

Tantangan Menulis Hari Ke-32 Batch Kedua

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Sabtu sore menjelang malam. Maghrib. Anak saya bilang bahwa langit di luar rumah seperti lukisan berwarna-warni. Sedang cantik-cantiknya. Saat itu dia barusan selesai bersama istri saya jalan keluar. Menghirup udara nan segar.

Sementara itu saya mencoba menggali langkah-langkah apa saja sih yang biasanya para pencipta lagu lakukan untuk berkarya. Dan, akhirnya saya menemukan video ini.

Ringkasan dari video di atas ada lima poin sebagai berikut:

  1. Not all songs are finished one time, it’s ok to take a break
  2. Be true to yourself
  3. Don’t be to afraid to give up on a song
  4. Experiment with new style for your song
  5. Try everything – yang ini kayaknya sulit. Coba semua. Usia 30-an gini waktunya makin sempit, Pakdhe!

Setelah itu saya menuju ke salah satu video TED yang tak kalah menarik. Ralph Covert, musisi kenamaan Amerika yang tampil di acara tersebut mendekomposisi proses penciptaan lagu menjadi tiga. Yaitu, memulai, mengakhiri, dan mengisi bagian lagu.

Dalam ketiga proses tersebut, Anda mesti membuat empat komponen. Keempat komponen ini merupakan bagian-bagian yang harus Anda putuskan. Dengan ada decision making ini, Anda akan tiba pada suatu masa bahwa lagu yang Anda buat ini yes, atau nei.

Apa saja keempat komponen itu? Melodi, lirik, rhythm, dan emotional center. Kita bahas satu persatu, yuk!

  1. Melodi. Ini akan membawa Anda pada keputusan untuk membawa perjalanan nada tetap flat, up, down, zigzag
  2. Lyrics. Pada dasarnya kalau Anda sering menulis email, WA, atau sering ngomong, ya inilah lirik yang Anda tinggal tuliskan.
  3. Rhythm. Pak Ralph bilang bahwa your body is a drum machine, your breath is source of the rhythm, bahkan suara bus berjalan juga dapat menjadi inspirasi Anda mendapatkan rhythm. Be sensitive, katanya!
  4. Emotional center. Pilihlah emosi tertentu dalam sebuah lagu. Apakah itu senang, sedih, marah, malu, dll.

Di akhir video dia menanyakan hal yang lebih filosofis. Mengapa tercipta sebuah lagu? Sebelum ada alat teknologi seperti smartphone yang mampu merekam dan mengingat nada, manusia menggunakan kertas dan pena. Sebelum itu? Manusia melakukan storytelling lewat mulut ke mulut. Dan, diejawantahkan dengan keempat komponen yang disebutkan di atas. Itulah cara orang berkomunikasi dengan khalayak pada saat itu. Dengan lagu, Anda dapat menolong orang lain. Menghadirkan suasana yang berbeda. Terutama bagi yang memang relate dengan salah satu atau beberapa empat komponen di atas.

Brilliant!

Saya dapat ilmu yang sangat berguna. Silakan nonton video-nya jika berminat untuk menjadi songwriter dan sedang sela.

P.S. Anda dapat dengarkan salah satu lagu terbaru saya di sini.

Maaf, juga bisa dijadikan lagu untuk kirim salam bagi saudara yang akan ber-Lebaran nanti.

Salam Hangat.

Kalideres, 1 Mei 2021

TEORI WARNA UNTUK MEMBUAT SLIDE PRESENTASI MAKIN KEREN

Tantangan Menulis Hari ke-29 Batch Kedua

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Dalam waktu dekat saya akan merilis kelas daring tentang bagaimana membuat slide presentasi menjadi makin ciamik. Di dalamnya terdapat satu topik yang membahas tentang warna.

Yuk, kita bahas!

Tips salah seorang slide Designer guru adalah demikian. Anda dapat menampilkan nuansa warna gelap dan terang, jika ruangan presentasi redup. Bagaimana kalau ruangan presentasi tidak redup? Anda bisa menampilkan slide dengan nuansa warna terang saja.

OK. Itu tentang nuansa. Lantas bagaimana dengan kombinasi warna? Sebelum ke sana, mari mengingat tentang teori tiga tingkatan warna.

Ada tiga tingkatan warna, yaitu warna primer, warna sekunder, dan warna tersier.

Tahukah Anda bahwa teori roda warna ditemukan oleh Isaac Newton pada 1666?

Sir Isaac Newton established color theory when he invented the color wheel in 1666. Newton understood colors as human perceptions—not absolute qualities—of wavelengths of light. By systematically categorizing colors, he defined three groups: Primary, Secondary, Tertiary.

Kombinasi warna ini dapat menggunakan pola skema warna. Bagi yang baru tahu, ada enam Skema Warna, yaitu: 

Skema warna inilah dapat dipakai untuk membuat kombinasi warna dalam palet. Jadilah harmoni.

Note: jika Anda tidak mau repot, Anda dapat mencari palet warna di beberapa sumber seperti Adobe, Colourlovers, dan Design-seeds.

Selamat merancang slide!

Kalideres, 28 April 2021

Sumber Pembelajaran Data Science

Berbahagialah kalian yang hidup di masa internet yang serba cepat sekarang ini. Sumber belajar dapat diperolah dari mana-mana, mulai dari buku, video, podcast, hingga kelas online. Saya rangkum beberapa sumber yang mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi kalian belajar. Sumber dari github saya di sini.

Inilah yang menjadi sumber inspirasi saya dalam membuat Kelas Online Data Science Foundation di IYKRA.

Continue reading “Sumber Pembelajaran Data Science”

Tiga S: Senyum, Senang, dan S….!

Menulis adalah kesukaan saya. Menulis lagu, menulis pengalaman seru, dan menulis kode (programming). Lewat menulis pula, secara tidak disengaja saya diperkenalkan dengan seorang pembaca blog saya yang membantu mendapatkan pekerjaan pertama saya setelah lulus sarjana 6 tahun lalu. Lewat pekerjaan tersebut saya berkesempatan mengunjungi beberapa kota di luar negeri seperti Dhaka (Bangladesh), Bangkok, Singapura, dan bahkan sempat menetap di Manila, Filipina selama 3 tahun. Walaupun utamanya untuk bekerja, di sela-sela kesibukan kerja, saya memanfaatkan waktu untuk jalan-jalan dan bersosialisasi. Itung-itung jalan-jalan keluar negeri gratis. Dapat teman baru. Pengalaman baru. Inspirasi baru.
Continue reading “Tiga S: Senyum, Senang, dan S….!”