8 SKILL TERKINI ANTI FOMO

Tantangan Menulis Hari ke-188

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Setelah merenung selama cuti panjang ini, saya mencoba merunut tujuh skill apa saja yang diperlukan oleh tiap manusia modern ini agar tetap survive di Industry 4.0. Mari diminyak, eh simak.

  1. Menulis: caption socmed, skrip di video, review produk, artikel, dll.
  2. Desain: desain grafis, desain vektor, desain web, desain rumah, desain produk, dll.
  3. Coding: mobile app, Python, SQL, cloud computing, dll.
  4. Video editing: Adobe Premiere Pro, Adobe After Effects, Final Cut Pro, Camtasia, dll.
  5. Public Speaking: Presentasi, interview, komunikasi, desain slide
  6. Digital Marketing: SEO, Paid Ads, socmed, email marketing
  7. Data: Statistika, Coding (Python, SQL, Unix), Proses Bisnis
  8. Perencanaan Keuangan dan Investasi: Saham, reksadana, cryptocurrency

Ya, nggak usah dipelajari semuanya. Pilih dua atau tiga aja udah oke banget, kok. Yang penting kalian suka menjalaninya.

Kalideres, 18 Oktober 2021

LUPA DAN OBATNYA

Tantangan Menulis Hari ke-187

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Salah satu alasan yang paling sering muncul, jika kita tidak mengerjakan sesuatu adalah LUPA. Salah satu obatnya: MENULIS.

Kalideres, 17 Oktober 2021

PENGANTAR SEBUAH BUKU

Revolusi Industri 4.0 dimulai ketika lahir terobosan teknologi di sejumlah bidang. Bidang-bidang yang yang dimaksud meliputi robotika, kecerdasan buatan, nanoteknologi, komputasi kuantum, bioteknologi, Internet of Things, dan lain-lain. Berbagai macam produk teknologi kemudian muncul dan menghasilkan data sebagai salah satu sumber daya yang penting untuk berbagai kepentingan bisnis.

Data is the new oil – Clive Humby


Namun, persoalan terbesar yang dirasakan oleh berbagai industri saat ini adalah kurangnya sumber daya terampil untuk mengubah data menjadi sesuatu yang bermanfaat. Tidak mengherankan apabila Harvard Business Review pada 2012 menuliskan, bahwa pekerjaan dalam bidang data merupakan salah satu pekerjaan yang terbaik.


Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, setiap talenta perlu melakukan persiapan yang salah satunya adalah dengan belajar. Ada yang belajar lewat berselancar di internet, menonton video edukasi, mengikuti kelas intensif, atau sekadar membaca buku. Mengingat buku data science yang tersedia dalam Bahasa Indonesia masih minim, penulis tergerak untuk menulis buku Lima Dasar Data Science ini.

Kalideres, 3 Oktober 2021

TIGA TIPS MENULIS RADITYA DIKA YANG PATUT DICOBA

Tantangan Menulis Hari ke-162

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Ilustrasi: Menulis

Seiring waktu saya makin disadarkan. Bahwa skill menulis, membaca, berbicara, dan ngoding, intinya yang repetitif-repetitif, akan hilang kalau jarang digunakan.

Khusus untuk keahlian menulis, saya berpegang pada prinsip sebagai berikut. Pokoke menulis, menulis, dan, menulis.

Namun, ternyata hal itu tidak cukup. Harus ada editornya. Harus ada reviewer-nya. Mesti ada yang kasih umpan balik.

Nah, saya merasa senang kalau ada yang mengedit tulisan saya. Banget! Maka dari itu kalau ada kesempatan untuk bekerja sama dengan editor kawakan. Yang memang mau memperindah tulisan saya. Dengan senang hati.

Untuk karya di bawah ini, bukan saya yang menulis. Saya jadi reviewer dan editornya. Saya revisi tulisan ini 3x. Sampai ujungnya jadi begini.

Tulisan di atas formulanya terinspirasi dari tips dari Bang Raditya Dika. Di mana formula sebuah cerita fiksi sebaiknya meliputi tiga kerangka.

  • Pertama, pengenalan karakter.
  • Kedua, Usaha yang dilakukan oleh karakter tersebut.
  • Ketiga, Hasil akhir.

Yuk, cobain!

Kalideres, 10 September 2021

BUKU LIMA DASAR DATA SCIENCE UNTUK PEMULA

Harvard Business Review sangat berjasa dalam memopulerkan profesi Data Scientist. Betapa tidak? Dalam artikel yang mereka rilis pada Oktober 2012, mereka menekankan bahwa Data Scientist merupakan pekerjaan paling seksi di abad 21. Di mana pun, tidak terkecuali Indonesia, bertebaran lowongan pekerja profesional data dengan iming-iming gaji yang besar.

Data Scientist merupakan pekerjaan paling seksi di abad 21. Sumber: HBR.org

Seiring dengan membludaknya minat anak-anak muda berprofesi sebagai data scientist, tentunya persaingan semakin ketat dan menuntut setiap dari kandidat untuk memiliki kualitas dan karakter yang unik.

Ilustrasi minat anak muda

Buku ini diramu dari berbagai pemahaman dasar dan pengalaman penulis selama lebih dari 6 tahun berprofesi sebagai data scientist. Terbit di tengah keringnya buku-buku data science berbahasa Indonesia yang dekat dengan penerapannya di bidang industri.

Buku Lima Dasar Data Science untuk Pemula

Temukan kekuatan dasar dan inspirasi untuk menjadi profesional data yang kreatif dan ulung.

Judul buku : Lima Dasar Data Science untuk Pemula
Penulis : Bernardus Ari Kuncoro, S. T., M. T. I.
Instansi : IYKRA
Jenis Buku : Buku Ajar
Editor : Adrianus Yudi Aryanto
ISBN: 978-623-290-097-4

Ulasan di Tokopedia: 4.9/5

Apa kata mereka yang telah membaca buku ini?

Catatan: Ukuran buku yang dicetak yang saat ini lebih kecil menjadi A5, ya.

Buku sudah memasuki cetakan keempat dengan ukuran yang lebih A5 (lebih kecil). Berminat? Silakan kunjungi tautan ini.

Versi ebook-nya dapat pula dibeli dengan mengunjungi tautan berikut.

Tersedia juga kelas online di Udemy berikut.

TEKNIK MENULIS DENGAN MADLIBS

Tantangan Menulis Hari ke-68

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Beberapa bulan lalu saya mengikuti salah satu program Founder Institute. Namun, saya mundur, karena belum cocok dengan kapasitas dan waktu yang tersedia.

Banyak hal baik yang bisa dipetik dari keikutsertaan saya di sana. Mulai dari teamwork. Proses menuangkan ide menjadi tulisan. Melakukan validasi market. Memberikan opini dengan jujur. Melatih mental ketika ide dikritik. Dan lain sebagainya.

Salah satu yang paling berkesan adalah menuliskan ide melalui MADLIBS. Saat itu saya mengisi beberapa gap dan menceritakannya sebagai dasar 1-minute pitch. Siapa tahu ketemu investor di dalam satu lift. Anda langsung terlatih mengucapkan ide Anda.

Startup Madlibs
Sumber dari Founder Institute

Well, karena suka nge-blog. saya jadi penasaran untuk menulis cerita menggunakan MADLIBS.

Googling sebentar, lalu saya end-up berselancar ke website ini. Saya diminta untuk mengisi form, dan generate MadLib.

Jadilah cerita sebagai berikut:

Say ‘pancake,’ the photographer said as the camera flashed! Tom and I had gone to Jakarta to get our photos taken today. The first photo we really wanted was a picture of us dressed as deer pretending to be a Teacher. When we saw the proofs of it, I was a bit happy because it looked different than in my head. (I hadn’t imagined so many books behind us.) However, the second photo was exactly what I wanted. We both looked like pens wearing dress and dancing–exactly what I had in mind!

Agak-agak jaka sembung dan lucu sih, ya. Haha.

Kalideres, 6 Juni 2021

RELEASING AND SELLING YOUR ORIGINAL SONGS IN 2021

The 35th Writing Challenge – The 2nd Batch

By Bernardus Ari Kuncoro

Final Project for Kelas Daring Merancang Slide Presentasi dari Hati

I created a final project assignment on this online course. It is about designing a slide. There are 5 themes that participants can choose: Hobby, Dream (Aspiration), Art, Idols, and Trip.

I created one and added one slide to be put in Section 4. Hence, the participant can refer to my style and be inspired.

Well, I choose the art theme. Specifically about songwriting. This is the outline:

How to Release and Sell Your Original Songs in 2021?

The Process of Song Creation:

After create songs, what’s next?

  1. Choose the Music Distributor: TuneCore, Distrokid, CDBaby, Soundcloud
  2. Register your song to LMK: WAMI, BMI, KCI
  3. Promote your songs!
    3a. Organic: Your IG, Facebook,
    3b. Ads: Facebook Ads, Google Ads

Thank You!
http://arikuncoro.xyz/music for my original songs

Kalideres, 4 May 2021

TIGA MANFAAT MENULIS

Tantangan Menulis Hari ke-24 Batch kedua

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Sebagai manusia, berpikir dan berkegiatan adalah hal yang tidak luput dari daftar centang. Dan pandemi bukanlah alasan untuk hanya diam tanpa ada proses thinking dan doing.

Beberapa pahlawan nasional yang terpaksa dipenjara juga tetap memiliki pemikiran dan karya cemerlang ketika mereka dalam kurungan. Kegiatan menulis buku salah satu caranya.

Selama ini saya merasa proses menulis ini banyak manfaat. Apa saja?

Pertama, menambah kosakata baru. Hal ini dilakukan agar tulisan saya tidak membosankan. Sesekali saya mengubah-ubah rangkaian kata yang memiliki arti yang sama.

Kedua. Membantu mengelola tekanan. Agar saya tetap waras. Dengan menulis, banyak pikiran yang akan tiba-tiba tidak sengaja tertumpahkan dan membuat saya bisa tidur nyenyak. Meskipun tidak secara langsung tulisan saya menceritakan tentang beban pikiran.

Ketiga. Membantu mengingat peristiwa. Ada yang memotret dengan kamera. Ada yang mengabadikan lewat video. Namun, bagi saya menulis adalah sarana yang paling pas. Saya merasa otak memiliki keseimbangan antara bekerja dan beristirahat dengan menulis. Kalau tidak ditulis, kerja keras banget, cuy.

Itulah ketiga benefit yang saya peroleh selama ratusan hari lebih berusaha menulis setiap hari. Nulis dengan tema apa saja yang ada di pikiran dan perasaan.

Well, itu baru bagi saya. Belum dihitung untuk orang yang membaca dan mampu menyaring intisarinya.

Bagaimana dengan Anda?

Kalideres, 23 April 2021

NGGAK GUNA!

Tantangan Menulis Hari ke-15 Batch Kedua

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Dalam sebuah kesempatan, istri saya bercerita.

“Dulu waktu aku kecil, aku tuh suka nulis cerpen. Rencananya aku mau kirim ke majalah.”

Sambil menghela napas, dia melanjutkan story-nya. “Aku tunjukin hasil cerpen ku ke orang lain, kan. Sebut saja ibu X. Terus dia bilang, ngapain bikin kayak gitu. Nggak guna!”

Sejak saat itu, istriku tidak pernah menulis cerpen lagi.

Sayang. Padahal kalau ibu X itu memberikan semangat kepada istriku saat masih kanak-kanak, bisa jadi jalan ceritanya akan berbeda. Lantas istriku berujar agar tidak serupa dengan sifat ibu X yang memadamkan semangat, terlebih pada anak kami.

Well, komentar yang mematahkan semangat itu ternyata benar-benar ada. Bisa jadi akan mematikan spirit. Mengurungkan mimpi. Apalagi pada anak yang baru mulai mencoba. Bagaimana dengan Anda?

Pikir baik-baik sebelum komentar, ya. Jangan sampai hobi Anda jadi ibu X. Kasihan yang dikomentari. Rasa kepercayaan dirinya akan sulit diperbaiki saat dewasa nanti.

Kalideres, 14 April 2021

TIGA KIAT MENULIS

Beberapa hari lalu saya mengikuti kelas online menulis buku. Judul programnya sangat menarik: Satu Pengajar Satu Buku. Singkatnya, setiap peserta ditargetkan untuk membuat satu buku dalam sebulan ke depan. Beberapa kiat yang dapat kita praktikkan dalam menulis adalah sebagai berikut.

1. Kalimat panjang harus dihindari
2. Penulisan singkatan harus tepat, contoh: HP, TV, WA (WhatsApp), dll
3. Pengulangan satu kata dalam satu kalimat atau satu alinea mutlak dihindari. Tujuannya agar tulisan kita tidak terkesan monoton

(Di copas langsung dari coach Eko Prasetyo, Pemimpin Redaksi mediaguru.id.)

Semoga bermanfaat!