KENAPA HARUS MALU, KALAU ITU DEMI KEBAIKANMU?

Tantangan Menulis Hari ke-177

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Urat malu atas penampilan fisik atau belief yang aku yakini sudah jarang muncul beberapa tahun belakangan. Tidak terlalu mempermasalahkan apa kata orang lain. Apalagi yang intensinya menganggap remeh. Mengkerdilkan usaha yang menurutku patut dilakukan. Yang bisa memberikan improvement alias kebaikan saja lah yang didengar. Meskipun untuk memilahnya itu susah. Butuh diasah.

Ingat kata kakakku dulu, satu kata dalam bahasa Jawa dan bermakna. “LUWEH”. Catatan, huruf E di sini bukan pepet, tetapi taling, seperti kata “pénak, séda, béda”. 

Jadi ingat ketika masa-masa masuk kantor pada 2017 dan 2018. Di situ aku seringkali membawa ‘rantang’. Bukan rantang yang bentuknya tingkat seperti ngirim rantang ke sawah, tetapi lunchbox kece bentuknya flat square yang bisa juga dimasukkan ke dalam tas. Sayang, saat ini benda itu sudah jarang dipakai, mengingat hampir setahun WFH. Bahan karetnya ‘meleleh’ dan agak ragu untuk aku pakai lagi. Sepertinya butuh lembiru. 

Jual Maspion Panda Enamel Rantang [4 Susun/16 cm] Online Januari 2021 |  Blibli
Rantang

Awalnya, kerajinanku bawa bekal ini menjadi pergunjingan alias pernyinyiran. Kaku amat sih, Mas. Jarang banget makan siang di luar. Namun aku jawab logis begini. Berapa lama Anda mengantre lift naik turun? Boleh ditambahkan dengan antre makanan. Mikirin milih menu. Belum lagi waktu yang dihabiskan untuk kebingungan Anda mau bayar pakai dompet digital tertentu. OK, bisa ngobrol ha ha hi hi ngalor ngidul. Tapi kalau ditukar dengan effort nya, tidak BEP, bahkan cenderung defisit. 

Singkat cerita banyak tim di kolega lingkaran pertamaku yang malah beralih membawa rantang masing-masing. Aku jadi banyak teman membawa bekal makan siang. Sempat malah dijuluki jadi geng rantang alias berhemat.

Dari hasil makan siang berantang itu akhirnya ada diskusi terkait finansial dan lumayan dalam. Bagaimana cara mengatur waktu, tenaga, dan uang. Dan, ternyata jadi pembicaraan yang lumayan rame bin seru oleh seorang kolega, dek Amel, sapaan @ameliarianaa di Twitter. 

Lanjutkan! 80% saving dan investment itu luar biasa.

Kenapa harus malu, kalau rantang itu demi kebaikanmu? 

Kalideres, 24 Januari 2021

JIKA MAKA DALAM GOOGLE SHEET

Tantangan Menulis Hari ke-162

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Dalam Data Science, Anda akan sering menemukan tabel. Di dalam tabel tersebut, acapkali ada update yang perlu dilakukan. Pembaharuan dari sisi baris maupun kolom. Keduanya sama-sama butuh kreativitas. Mengingat adanya perubahan akan membawa dampak ke logika-logika lainnya.

Dalam kasus saya, ada satu dashboard yang saya buat dalam Google Data Studio dengan ‘sumber makanan’ dataset dari tabel yang saya masukkan ke dalam Google Sheet. Mau tidak mau, karena Tahun Baru, saya mesti melakukan update. Adapun yang saya lakukan adalah sebagai berikut.

Awal mulanya, ada sebuah tabel dengan snippet kolom sebagai berikut

Kolom D dengan salah satu nilainya adalah 12. Nomor tersebut menunjukkan urutan minggu dalam tahun tersebut, pada tanggal 16 Maret 2020

Saya ingin jadikan Week itu menjadi YearWeek, supaya nanti jika ada group-by berdasarkan minggu, tetapi beda tahun, tidak akan teragregasi. Kurang lebih jika Week awal = 12, maka YearWeek = 202012. Begitu juga jika tahun berganti, misalkan 2021, maka Yearweek menjadi 202112.

Bagaimana rumusnya? Well, setelah pencarian di mesin Google beberapa menit, akhirnya menemukan rumus Jika Maka berikut. Perhatikan di bagian awal setelah ‘if’ ada weeknum(c2)<10, artinya ada perlakuan yang berbeda, karena ada angka di bawah 10 yang jumlah digitnya ada 1. Saya ingin menambahkan angka 0 jika demikian, supaya jumlah digitnya seragam enam.

Rumus konversi dari Week ke YearWeek.

Hasil tabel yang diharapkan menjadi sebagai berikut..

Hasil Kolom D yang diinginkan

Dengan demikian saya telah memiliki tabel yang bisa menghindari agregasi campur minggu dari tahun yang berbeda. Tadinya saya pikir harus membuat ulang lagi Google Sheet. Namun lebih efisien seperti ini.

Selamat mencoba!

Jika kalian ingin mengetahui lebih lanjut mengenai kelas Data Studio, silakan kunjungi IYKRA, khususnya kelas Analytics with Google Data Studio ini.

Kalideres, 9 Januari 2020

Tiga S: Senyum, Senang, dan S….!

Menulis adalah kesukaan saya. Menulis lagu, menulis pengalaman seru, dan menulis kode (programming). Lewat menulis pula, secara tidak disengaja saya diperkenalkan dengan seorang pembaca blog saya yang membantu mendapatkan pekerjaan pertama saya setelah lulus sarjana 6 tahun lalu. Lewat pekerjaan tersebut saya berkesempatan mengunjungi beberapa kota di luar negeri seperti Dhaka (Bangladesh), Bangkok, Singapura, dan bahkan sempat menetap di Manila, Filipina selama 3 tahun. Walaupun utamanya untuk bekerja, di sela-sela kesibukan kerja, saya memanfaatkan waktu untuk jalan-jalan dan bersosialisasi. Itung-itung jalan-jalan keluar negeri gratis. Dapat teman baru. Pengalaman baru. Inspirasi baru.
Continue reading “Tiga S: Senyum, Senang, dan S….!”