INSPIRASI HUMOR TEBAK-TEBAKAN TENTANG ALKITAB

Tantangan Menulis Hari ke-163

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Sabtu, 11 September 2021. Saya ikut pembekalan pengurus lingkungan via Zoom dari Gereja SMI Kalideres. Dari sana saya mendapatkan suatu selingan humor yang menarik. Bikin saya ketawa seharian. Istri saya pun juga ikut gembira.

Sayang, saya hanya ingat satu pertanyaan. Apa itu?

Delapan Huruf, huruf kedua A, huruf keempat T.

Semua akan indah pada …

_ A _ T _ _ _ _

Jawabannya adalah … (Silakan cek jawaban di postingan selanjutnya).

Kalideres, 12 September 2021

AKU INI JANGAN TAKUT: IDE SOAL UNTUK MATERI SEKOLAH MINGGU

Tantangan Menulis Hari ke-158

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Hari itu hari Minggu. 5 September 2021. Semalam saya sudah mempersiapkan beberapa pertanyaan. Untuk siapa? Buat adik-adik BIA (Bina Iman Anak) Santa Monica Wilayah 2 dan 3 Paroki Santa Maria Imakulata Kalideres.

Karena ini bulan Kitab Suci Nasional 2021, perikop injil yang diambil adalah dari Injil Matius 14:22-33. Yesus Berjalan di Atas Air.

Pada intinya, adik-adik diharapkan memiliki rasa percaya penuh kepada Tuhan. Jangan merasa takut.

Ini dia pertanyaannya.

1. Apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus setelah naik ke atas bukit?

2. Siapakah murid yang mendatangi Tuhan Yesus pada saat berjalan di atas air?

3. Apa yang dikatakan Yesus ketika murid-muridnya berkata, “Itu hantu!”?

4. Saat Petrus juga sempat akan tenggalam, apa yang dikatakan Tuhan Yesus?

5. Di akhir perikop, apa yang dikatakan oleh murid-murid Yesus?

Semua jawaban dari pertanyaan di atas ada di perikup yang tadi saya sebutkan, ya. Teman-teman dari KAJ (Keuskupan Agung Jakarta) juga sudah menyediakan materinya selama BKSN2021.

Acara berjalan lancar.

Meskipun masih via zoom, adik-adik masih bisa mengikuti dengan sukacita dan senang. Semua dapat poin! Hehe.

Kalideres, 6 September 2021

MENGAPA KITA TERUS MELAYANI TUHAN?

Tantangan Menulis Hari Ke-150

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Sore hari. Pukul enam sore. Saya mengikuti rapat Wilayah 3 Lingkungan St. Agustinus Kalideres. Anak saya sedang makan malam. Istri saya sedang mengerjakan tugas-tugasnya.

Pada mata acara pertama, ada renungan yang dibawakan oleh Pak Onasis Wahyu. Beliau mengangkat satu perikop dalam Alkitab, khususnya Surat Rasul Paulus Bab 12:1-10.

Ada ayat emas yang kita pelajari apa yang menjadi kehendak Allah kepada kita saat ini. Yaitu Bab 12 ayat 2.

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Kira-kira pelayanan apa yang berkenan kepada Allah?

Pak Onasis menanyakan empat pertanyaan kepada beberapa para leaders.

  1. Kepada Ibu Rosa, waktu ditunjuk menjadi Korwil yang baru. Kira-kira apa yang membuat dan mendasari sehingga tawaran korwil ini diterima? Pada saat pemilihan itu saya sedang sakit. Jujur, saat itu saya bingung apa yang saya lakukan. Hanya Diam. Lalu sore harinya, berdoa kepada Tuhan. Dan, saya akhirnya mau melayani.
  2. Kira-kira kenapa pak Robin mau menjadi ketua Lingkungan s.d. dua kali? Karena teman-teman lingkungan percaya, saya bawa dalam doa.
  3. Kenapa Bu Yanti masih mau melayani? Karena yang lain tidak mau. Jadi saya mau. Meskipun saya tidak terlalu bisa mencatat dengan rapi, saya mau melayani.
  4. Kenapa Bu Emil mau melayani? Pertama-tama kaget. Bu Rosa menelepon dan meminta saya untuk menjadi Wakil ketua. Namun, karena rasa syukur saya terhadap kehidupan yang ada di sini, akhirnya saya ingin melayani untuk kemuliaan Tuhan.

Efesus 2:8-9.

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman. Itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah. Itu bukan hasil pekerjaanmu. Jangan ada orang yang memegahkan diri. Kita diselamatkan bukan karena usaha atau hasil pekerjaan kita di dunia ini. Kita tidak pantas memegahkan diri.

Jika kita berhasil pun, yang dimuliakan adalah nama Tuhan.

Roma 12:14

Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama.

Karunia dan talenta Tuhan yang diberikan itu berbeda-beda.

Kalau kita mau melayani, bukan pada logika atau apa yang bisa saya lakukan. Tetapi apa yang Tuhan kehendaki

Roma 10:2-3

Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat w untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar. Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.

Bagaimana cara tahu kehendak Tuhan? Baca Alkitab.

Rangkuman:

To receive Christ cost nothing. To follow Christ cost something. To serve Christ cost everything

  • Waktu pasti dikorbankan
  • Tenaga sudah selayaknya diberikan
  • Keahlian juga dipergunakan.
  • Uang juga sering dikeluarkan
  • Harga diri perlu ‘diturunkan’ agar tidak mudah tersinggung.

Kesimpulan: Kita mesti bisa membedakan mana yang baik dan kurang berkenan kepada Allah.

Lagu penutup: Jadikan kami Satu

Kalideres, 30 Agustus 2021

JIKA HIDUP MASIH TERGANGGU DARI HINAAN DAN PUJIAN ORANG LAIN, WASPADALAH!

Tantangan Menulis Hari ke-148

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Ketika hidup bermasyarakat, bekerja, atau berorganisasi, Anda pasti pernah merasakan berbagai macam hal.

Mulai dari hubungan yang manis hingga pahit. Erat sampai renggang. Kaku hingga seketika luwes. Formal sampai kasual. Macam-macam. Gado-gado alias Nano-nano.

Setiap pribadi saja unik. Bisa dihitung, jumlah interaksi yang terjalin di dunia ini berapa? Akan melebihi populasi penduduk dunia, dengan nilai kombinasi n(n-1), bukan?

Pada saat saya usia enam sampai 18 tahun, lingkungan sekolah menjadi sandbox saya. Ketika bergaul dengan teman-teman sebaya atau berinteraksi dengan guru-guru, dekat maupun yang tidak, rasa sensitif sering muncul. Wajar. Bisa jadi karena saya belum berpengalaman. Masih minim pembelajaran.

Apa saja persoalannya? Seorang guru pernah ada yang nyinyirkok ketua kelas awake cilik banget. Sopo sing arep nggatekne? Dituduh cari muka sama kawan. Sok belajar, kalau guru melihat. Sampai mendapatkan pujian yang tidak tulus. Di depan mata dielu-elukan karena A-B-C, tetapi di belakang terdengar ngedumel dan menyebarkan ketidaksukaan. Alias ngegibah.

Ketika sekarang jadi pemimpin tim, ada saja drama yang terjadi. Sehingga harus saya pikirkan bagaimana menjaga agar dinamika tim terus mengalir dengan cantik. Tetap bisa memiliki ruang untuk tumbuh baik secara individu maupun kelompok.

Benar saja, semakin sering diuji, semakin saya banyak belajar. Tidak terlalu mempersoalkan hinaan atau cacian. Bahkan tidak butuh dan maruk lagi dengan pujian. Mau komentar positif atau negatif, ya terima-terima aja. Bagaikan bus malam, ya tetap maju lancar.

Ah, jadi teringat sebuah pepatah dari seorang pesohor toleran. Gus Dur. “Orang yang masih terganggu akan hinaan dan pujian, berarti ia masih hamba amatiran.”

Image
Sumber: Twitter @nahdlatululama

Hidup adalah sebuah paket lengkap. Bukan pilih-pilih menu ala carte di restoran. Maunya manis-manis semua. Yang pahit-pahit di tinggal. Maunya dipuji terus. Giliran dihina, balas lagi dengan lebih dari hinaan. Kapan damainya? Belajarlah menerima seutuhnya.

Kalideres, 27 Agustus 2021

Pernah terbit di sini pada 23 November 2020

KESETIAAN DALAM PERKARA-PERKARA KECIL

Tantangan Menulis Hari Ke-145

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Photo by Seth Doyle on Unsplash

Seminggu yang lalu saya merasa ‘penuh’. Sesak dengan variasi emosi, tepatnya. Ada perasaan kesal. Marah. Senang. Geregetan. Campur aduk.

Ada saja hal yang menurut saya nggak perlu gitu. Tetapi jadinya ya, gitu deh.

Terkadang setelah terbangun tengah malam alias nglilir, saya sulit tidur lagi. Ini kenapa?

Usut punya usut, kalau saya refleksikan. Ini ada kaitannya dengan masalah pekerjaan. Ada tantangan baru. Ada target tertentu yang mesti dicapai.

Lantas dalam perjalanan, sebagai leader, saya ada perasaan ‘kurang percaya’. Utamanya pada saat saya melihat hasil-hasilnya. Sering kali ada hal-hal kecil yang tidak bisa dipenuhi sesuai janji. Mengenai waktu. Kualitas pekerjaan. Pola pikir. Kedisiplinan.

Benar ayat Alkitab yang disabdakan Tuhan Yesus dalam Lukas 16 ayat 10:

“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.”

Kepercayaan itu dibangun dari hal-hal kecil. Janji-janji kecil yang dipenuhi akan meningkatkan trust.

Jika yang mudah-mudah saja tidak bisa. Apalagi yang susah?

Kalideres, 24 Agustus 2021

INDAH PADA WAKTUNYA

Tantangan Menulis Hari ke-85

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Ngomong-ngomong tentang masa depan, jika semuanya predictable, akan jadi boring. Butuh kejutan-kejutan sedikit lah.

Jika semua orang tahu masa depan mereka. Semua bisa diprediksi dengan akurasi 99.99%, macam model machine learning overfit. Jadi kurang seru.

Sebaliknya, semua-muanya unpredictable, dadakan, ya pikiran dan perasaan jadi kewalahan.

Dulu, saat saya menjadi salah satu engineer di sebuah perusahaan vendor telekomunikasi. Saat awal-awal saya jadi TKI di Manila. Pernah saya masuk di satu tim Emergency. Jika terjadi sesuatu dengan mesin sistem billing. Entah itu call out. Atau congestion. Yang menyebabkan rugi besarnya perusahaan itu jika sistem billing nya down, saya harus segera ke site.

Bekal error di system. Tracing terhadap antar network element perlu saya perhatikan. Penjelasan RCA (Root Cause Analysis) pastinya mesti disampaikan segera setelah kejadian kepada klien.

Kadang-kadang pas lagi dini hari. Lagi enak-enak bobo. HP menyala. Jantung rada deg deg ser. Mana kadang saya dikira orang asli sana, dan diajak bahasa yang saya kurang paham.

Hehe. Beruntung. Taglish di sana masih sangat nyaman di dengar.

Dan sekarang, gak bakalan bisa lagi macam itu. Butuh kejelasan minimal ancang-ancang.

Memang benar kata Sabda Tuhan yang mengatakan: Indah pada waktu-Nya. Sudah diatur sesuai kemampuan. Kadang-kadang kalau dipikir dan dirasakan, kok bisa ya saya melewati itu semua?

Ya, ya, ya. Kadang kekhawatiran yang berlebihan. Atau kecuekan yang berlebihan. Membuat kita merasa menjadi manusia seutuhnya. Karena itulah saat di mana kita benar-benar merasakan penyesalan. Dan belajar untuk tidak perlu berlebihan dalam hal apapun.

Kalideres, 23 Juni 2021

7 POTRET MANIS NAN HARMONIS

Tantangan Menulis Hari Ke-45 Batch Kedua

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Kamis, 13 Mei 2021. Kalender tanggal tersebut berwarna merah pekat. Kenapa begitu? Soalnya tidak hanya satu peringatan, tetapi dua. Apa saja? Hari Raya Idul Fitri dan Hari Kenaikan Isa Almasih yang masing-masing merupakan hari besar agama Islam dan Kristen.

Kejadian ini jarang terjadi. Seberapa jarang? Coba bantu hitung. Di tulisan mendatang akan saya coba cari berapa tahun sekali kejadian ini akan berulang. Nikmati gambar dulu, lah sekarang.

Potret dua hari raya keagamaan ini menjadi inspirasi para artists menuangkannya dalam karya seni, khususnya grafis. Bersliweran dalam WA, dan bagi saya hal ini menjadi penyejuk jiwa.

Terima kasih kepada saudara @amrihstybd yang sudah mengkurasi beberapa foto untuk bahan tulisan ini.

Mari kita nikmati gambar-gambar berikut. Mana yang paling mengena buat Anda?

Kalideres, 14 Mei 2021

BERDAYAKAN TALENTA UNTUK AKSI NYATA

Tantangan menulis Hari ke-44 Batch Kedua

Oleh Bernardus Ari Kuncoro

Sehari sebelum Lebaran, istri dan anak saya membuat sesuatu. Apa itu? Hal-hal yang berbau art and craft. Karya ini akan dilelang pada acara pesta nama di Lingkungan St. Paskalis, Paroki Santa Maria Imakulata Kalideres. Hasil penjualan akan disumbangkan melalui sebuah program ASAK, Ayo Sekolah, Ayo Kuliah, Ayo Seminari. Sebagai bentuk aksi nyata membantu anak usia sekolah, kuliah, maupun seminari menyokong kehidupan mereka mewujudkan mimpi.

Ada tiga kategori yang dilelang. Kategori A adalah lukisan atau gambar. Kategori B adalah makanan. Sedangkan kategori C adalah barang hasil daur ulang.

Setelah melihat beberapa barang yang bisa digunakan ulang di rumah, kami memutuskan untuk ikut serta memeriahkan dengan membuat rangkaian bunga kering mini yang dimasukkan ke dalam botol bekas selai Ceres. Beberapa bunga kering kami dapatkan dari taman sekitar, ada juga yang kami beli dari marketplace. Sedemikian sehingga, karya kami masuk kategori C.

Ada dua botol yang kami lelang. Botol rangkaian bunga mini pertama, berukuran diameter atas 8 cm, diameter bawah 6.5 cm, dan tinggi 12 cm. Tema yang diusung terinspirasi dari gaya Afrika dengan mawar merah dari kertas, bunga kuncup marygold asli, dan garnish yang lain. Cantik banget untuk hiasan di kamar, atau memenuhi lemari pajangan Anda. Kami akan buka harga di Rp 60 ribu.

Red rose and yellow marygold in a red Ceres jam bottle

Botol rangkaian bunga mini kedua berukuran lebih kecil. Bentuk botol selai Ceres cokelat ini bentuknya oval 8.5cm x 6.5cm dengan tinggi 10.5 cm. Ukuran tutup lingkaran berwarna cokelat dengan diameter 6.5cm. Isi bunganya berupa bunga kering dengan bulu-bulu rumput. Di dalamnya ada origami mini burung berwarna merah jambu, bunga mawar pink dari kertas, dan dipermanis dengan batu kerikil berwarna pastel. Cocok untuk hiasan di sekitaran meja belajar atau mempermanis pajangan di lemari. Kami buka dengan harga awal 50 ribu saja.

Pink rose and origami bird in a brown Ceres jam bottle

Sebenarnya ada satu botol lagi yang sudah dibuat. Namun ini dipilih Kirana untuk tidak dilelang. Hihi.

Yellow hydrangea flower and an origami bird in a ceres jam bottle

Cakep ya? Saya pun tidak berhenti memuji hasil karya ini. Bagus banget! Semoga hasil karya ini bisa menjadi sarana untuk berbagi.

Gunakan talenta,

Siapkan karya dan cerita,

Untuk aksi nyata.

Kalideres, 13 Mei 2021

TOXIC AMBITION

The 40th daily writing challenge batch 2

By Bernardus Ari Kuncoro

Have you ever wondered why you exist in this world?

Is there any super power out there who creates you?

Why do you have to do your tasks?

Many of us thinking that being happy is the key reason.

Well, what is your happiness definition? I am sure you all have various answers.

Some people become happy if they live for the power.

Some people love money to fulfil their emotion.

Some people live just to play or gamble.

Others might need approvals. They want to shut others up, because of bitterness of bullying.

Well, in the end of the day, most of people be aware. Everybody has their own purpose. And the problem is, did you find the purpose of your life?

If not, try to enjoy the process.

Don’t let anybody force you to make their TOXIC ambition happen.

Viva la vida.

Not viva la toxica.

Kalideres, 9 May 2021

7 TIPS MENGELOLA STRESS

Tantangan Menulis Hari ke-30 Batch Kedua

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Berikut ini adalah 7 tips mengelola stress ala saya. Bisa jadi Anda perlu meracik tips ini lagi agar sesuai dengan kondisi Anda.

  1. Jaga Makan
  2. Berolahraga teratur
  3. Menulis Jurnal
  4. Luangkan waktu dengan teman dan kerabat untuk ngobrol
  5. Coba cari cara untuk tersenyum dan tertawa
  6. Mendengarkan musik yang disukai, seperti lagu-lagu di sini.
  7. Selalu Bersyukur

Selamat mengelola stress!

Kalideres, 29 April 2021