KONSER AKHIR TAHUN SEKOLAH MUSIK YAMAHA 2021

258

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Akhir tahun ini, anak kami Kirana ikut memeriahkan konser akhir tahun sekolah musik Yamaha (Smile Music). Saat ini dia masuk ke dalam kelas JMC 4.

Bersama teman-temannya secara virtual, Kirana memainkan piano secara solo, berjudul Trot Pony Trot.

Selamat menyaksikan! Bisa dipercepat di menit ke 13:55 jika ingin langsung melihat aksi permainan pianonya.

Terima kasih untuk Smile Music dan Miss Elly yang sudah memberikan pelajaran pianonya selama dua tahun terakhir.

Kalideres, 28 Desember 2021

GITA SURGA BERGEMA

257

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Selain video musik untuk Bina Iman Anak (BIA), Wartakan dengan Lantang, saya juga diberikan mandat untuk membuat video vocal group Bina Iman Remaja. Lagunya berbeda. Judulnya Gita Surga Bergema. Diambil dari Puji Syukur nomor 457.

Saya buat aransemen gitar, bass, dan drum nya lewat Garage Band. Lalu buat petunjuk vokal nya. Kemudian saya upload di YouTube.

Gita Surga Bergema – Petunjuk vokal

Kakak pembina yang lainnya bertugas untuk meminta adik-adik BIR mengumpulkan file audio vokal dan video.

Setelah semuanya, selesai, jadilah seperti ini.

Gita Surga Bergema

Merry Christmas adik-adik! Kedua video ini akan diputar pada 9 Januari 2022, pada acara natal bersama online adik-adik BIR dan BIA Santa Monica Kalideres.

Kalideres, 27 Desember 2021

PELAJARAN BERARTI VERSI MEDLEY

209

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Beberapa bulan lalu, tepatnya bulan Desember 2020, saya merilis sebuah lagu yang berjudul “Pelajaran Berarti”. Lagu ini saya buat dalam tiga bahasa, yaitu Bahasa Inggris, Indonesia, dan Jawa. Dengan rekaman terpisah. Sehingga ada tiga buah lagu.

Saya akhirnya kepikiran. Bagaimana kalau digabungkan? Plus saya buat tiga suara. Haha.

Jadinya tiga bahasa. Tiga suara. Satu lagu. Penasaran jadinya bagaimana? Dengarkan di Spotify atau YouTube Music berikut ya.

Selamat menikmati.

Kalideres, 8 November 2021

PELAJARAN BERARTI

Tantangan Menulis Hari ke-117

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Lihat mentari pagi

Menyapamu membuka hati

Menyambutmu beraktivitas lagi

Sambungkan realita dan mimpi

***

Bersiagalah menggapai cita

Petiklah setiap hari

Jadikan pelajaran berarti

Jadikan pelajaran berarti

Berarti …

Lagu ini dapat Anda nikmati di sini.

Kalideres, 24 Juli 2021

TAHUN BARU

Tantangan Menulis Hari ke-116

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Tak terasa satu tahun berlalu

Kita telah menjalani waktu

Banyak pengalaman

Cobaan rintangan

Mewarnai lini kehidupan

***

Dari Januari sampai Desember

Apakah kamu masih remember?

Resolusi kamu yang tertulis dulu

Tercapai atau hanya angin lalu?

***

Selamat tahun baru

Wujudkan semua resolusimu

Hadapi tahun baru

Sukses terus kawanku, semangat selalu

***

Piye kabare resolusimu sing mbok tulis tahun wingi

Kabeh kedadian opo mung dadi kertas buntelan

Yen durung kedadian yo wes ra popo ojo nangis awan bengi

Optimis hadapi tahun baru dengan penuh harapan.

Postingan ini merupakan lirik lagu Tahun Baru yang Anda bisa dengarkan di sini.

Kalideres, 23 Juli 2021

SELALU BERSYUKUR

Tantangan Menulis Hari ke-115

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Pagi yang indah selalu dinanti

Langit yang cerah yang kau harapkan

Dan juga senyum-Nya yang membuat

Hidupmu berwarna

***

Hidupmu penuh dengan cerita

Dari bahagia sampai derita

Itulah yang namanya

Roda kehidupan berjalan

***

Berpegang teguh selalu dengan

Apa yang kau yakini

Oh badai pasti berlalu

‘Kan datang pelangi

***

Selalu bersyukur pada-Nya

Dengan apa yang telah Dia beri

Wujudkan syukur dengan cinta

Lewat senyuman yang kau bagi

Ditulis ulang dari sebuah lirik lagu Selalu Bersyukur yang bisa Anda nikmati di sini.

Kalideres, 22 Juli 2021

MENGGAMBAR SAMBIL BERNYANYI

Tantangan Menulis Hari ke-103

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Waktu kecil, saya pernah diajari oleh seorang guru. Bernyanyi demikian sambil memegang pensil dan menggambar.

lingkaran kecil, lingkaran kecil, lingkaran besar

diberi pisang, diberi pisang, lalu dimakan

enam, enam, tiga puluh enam

enam, enam, diberi sudut.

Lagu lingkaran kecil lingkaran Besar

Bagaimana dengan Anda? Pernahkah?

Hmm… tiba-tiba dalam pikiran saya, terhenyak beberapa baris angka-angka berikut.

3 3 3 0 1 8 (tiga tiga tiga kosong… satu delapan)

3 3 3 0 1 8 (tiga tiga tiga kosong… satu delapan)

3 3 3 0 1 8 (tiga tiga tiga kosong… satu delapan)

1 7 1 = 3 bunga (satu tujuh satu sama dengan tiga bunga)

Penasaran dengan hasilnya?

Coba dikreasikan. Sudah ada clue nya di akhir lirik.

Kalideres, 11 Juli 2021

TIPS YANG SEMESTINYA SAYA KETAHUI JAUH-JAUH HARI SEBELUM MENULIS LAGU

Tantangan Menulis Hari Ke-32 Batch Kedua

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Sabtu sore menjelang malam. Maghrib. Anak saya bilang bahwa langit di luar rumah seperti lukisan berwarna-warni. Sedang cantik-cantiknya. Saat itu dia barusan selesai bersama istri saya jalan keluar. Menghirup udara nan segar.

Sementara itu saya mencoba menggali langkah-langkah apa saja sih yang biasanya para pencipta lagu lakukan untuk berkarya. Dan, akhirnya saya menemukan video ini.

Ringkasan dari video di atas ada lima poin sebagai berikut:

  1. Not all songs are finished one time, it’s ok to take a break
  2. Be true to yourself
  3. Don’t be to afraid to give up on a song
  4. Experiment with new style for your song
  5. Try everything – yang ini kayaknya sulit. Coba semua. Usia 30-an gini waktunya makin sempit, Pakdhe!

Setelah itu saya menuju ke salah satu video TED yang tak kalah menarik. Ralph Covert, musisi kenamaan Amerika yang tampil di acara tersebut mendekomposisi proses penciptaan lagu menjadi tiga. Yaitu, memulai, mengakhiri, dan mengisi bagian lagu.

Dalam ketiga proses tersebut, Anda mesti membuat empat komponen. Keempat komponen ini merupakan bagian-bagian yang harus Anda putuskan. Dengan ada decision making ini, Anda akan tiba pada suatu masa bahwa lagu yang Anda buat ini yes, atau nei.

Apa saja keempat komponen itu? Melodi, lirik, rhythm, dan emotional center. Kita bahas satu persatu, yuk!

  1. Melodi. Ini akan membawa Anda pada keputusan untuk membawa perjalanan nada tetap flat, up, down, zigzag
  2. Lyrics. Pada dasarnya kalau Anda sering menulis email, WA, atau sering ngomong, ya inilah lirik yang Anda tinggal tuliskan.
  3. Rhythm. Pak Ralph bilang bahwa your body is a drum machine, your breath is source of the rhythm, bahkan suara bus berjalan juga dapat menjadi inspirasi Anda mendapatkan rhythm. Be sensitive, katanya!
  4. Emotional center. Pilihlah emosi tertentu dalam sebuah lagu. Apakah itu senang, sedih, marah, malu, dll.

Di akhir video dia menanyakan hal yang lebih filosofis. Mengapa tercipta sebuah lagu? Sebelum ada alat teknologi seperti smartphone yang mampu merekam dan mengingat nada, manusia menggunakan kertas dan pena. Sebelum itu? Manusia melakukan storytelling lewat mulut ke mulut. Dan, diejawantahkan dengan keempat komponen yang disebutkan di atas. Itulah cara orang berkomunikasi dengan khalayak pada saat itu. Dengan lagu, Anda dapat menolong orang lain. Menghadirkan suasana yang berbeda. Terutama bagi yang memang relate dengan salah satu atau beberapa empat komponen di atas.

Brilliant!

Saya dapat ilmu yang sangat berguna. Silakan nonton video-nya jika berminat untuk menjadi songwriter dan sedang sela.

P.S. Anda dapat dengarkan salah satu lagu terbaru saya di sini.

Maaf, juga bisa dijadikan lagu untuk kirim salam bagi saudara yang akan ber-Lebaran nanti.

Salam Hangat.

Kalideres, 1 Mei 2021

MENJUAL BUKU DAN MERILIS LAGU

Tantangan Menulis Hari Ke-25 Batch Kedua

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Jualan online vs offline itu memiliki kemudahan dan tantangan masing-masing. Pada masa pandemi seperti ini, jualan daring (dalam jaringan) lebih terasa mudah dibandingkan dengan yang luring (luar jaringan). Mengapa? Anda tidak perlu ada tatap muka dengan pembeli. Tidak perlu membangun toko fisik. Lebih fleksibel.

Saya pun tertarik untuk mencoba dan melakukannya. Tentunya disesuaikan dengan skill yang diberikan Tuhan untuk dikembangkan. Setelah merenung dan mendapatkan tanggapan positif dari orang-orang terdekat.

Well, Ada dua produk original yang saya kreasikan. Yang satu berupa buku fisik. Yang lain berupa produk digital yaitu lagu-lagu yang saya pasang di berbagai music digital platform.

Singkatnya, setelah saya listing produk, saya pasang iklan. Selama ini semuanya bersifat digital.

Untuk buku saya masukkan ke Facebook Ads, WA, dan blog. Para pembeli berselancar ke marketplace dari tautan yang disebarkan, jika memang mau beli mereka memasukkannya ke dalam keranjang virtual. Setelah dipesan dan dibayar oleh pembeli lewat rekening bersama, saya membungkus dan mengirimkannya lewat jasa pengiriman. Setelah barang sampai, saya baru mendapatkan transferan ke saldo dari marketplace.

Terlihat simpel prosesnya, tetapi sebenarnya perjalanannya panjang. Thanks to Tokopedia dan Bukalapak.

Sementara itu untuk lagu, saya submit ke music distributor Distrokid atau TuneCore. Setelah itu, saya membuat strategi lewat iklan digital di Facebook Ads dan Google Ads. Kenyataannya, Facebook Ads kurang begitu ampuh. Google Ads pun sami mawon. Ingin coba masuk iklan lagu ke radio, tetapi masih samar-samar seberapa efektif. Masih kurang paham cara mainnya. Mengingat, ketika lihat di website Prambors harga pasang iklan lumayan lumanyun.

Untuk 2021 ini, saya tetap fokus berkarya dulu. Mengapa? Karena kalau terlalu besar porsinya mikirin strategi marketing, hasil musik saya jadi tidak 100% tulus. Hitung-hitung refreshing. Yang penting tahu bagaimana mendaftarkan lagu saya. Oiya, dengan adanya PP 56/2021 ini, keberpihakan kepada musisi makin nyata dan pastinya akan membawa angin segar. Membuat saya termotivasi untuk terus berkarya dan belajar. Bahwa hukum atau aturan dibuat itu untuk keadilan.

P.S. Oiya, saya barusan buat pohon tautan dari layanan Linktree. Satu linktree untuk Data. Satunya untuk musik.

P.P.S. Biasanya Linktree ini dipakai oleh para entrepreneur atau musicpreneur untuk memperkenalkan link-link penting kepada para calon pembeli / pendengar.

Maaf, ada yang mau lewat.

Kalideres, 24 April 2021

TIPS MEMBUAT DAN MERILIS LAGU

Tantangan Menulis Hari Pertama – Batch kedua

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Sejak kuliah S1, saya mulai berpikir. Bahwa hal-hal yang berbau eksakta, teknik, maupun akademis itu kurang afdol kalau tidak dikawinkan dengan hal-hal yang berbau seni. Rasanya ada saja yang kurang dalam hidup. Bagaikan masakan tanpa garam. Cenderung hambar.

Data Science juga demikian. Pasti kurang nampol kalau hanya saklek pada hal-hal yang berbau algoritmis. Tidak ada yang berbau bisnis. Rasa-rasanya ada yang kurang jikalau serba akademis.

Mengingat kecintaan saya pada dunia musik, saya mulai pelan-pelan menekuni kembali. Terlebih tahun 2020 memanjakan saya dengan berlimpahnya waktu luang. Tidak adanya asisten rumah tangga yang bantu menyelesaikan pekerjaan rumah tangga juga tidak jadi soal.

Sebagai karyawan swasta, sebelum pandemi, saya wajib ngantor secara fisik alias work from office (WFO). Kadang-kadang boleh work from home (WFH) jika diperlukan.

Sejak pandemi sampai detik ini, seluruh karyawan wajib WFH. Awalnya saya kurang terbiasa. Namun, dengan cepat justru saya terima keadaan ini dengan penuh sukacita. Hati kecil saya seperti mendapatkan jawaban dari Tuhan terkait kegelisahan saya dulu saat WFO. Hidup kok gini-gini amat ya. Jika saya kalkulasi, waktu perjalanan dari rumah ke kantor dan sebaliknya mencapai 80 jam per bulan (4 jam x 5 hari x 4 minggu). Sama artinya dengan saya bekerja dua minggu, dengan asumsi Anda bekerja 40 jam seminggu.

Daripada genjrang-genjreng nggak karuan tanpa hasil, akhirnya saya mulai memberanikan diri secara rutin menciptakan lagu. Satu lagu satu bulan. Hasilnya dapat Anda dengarkan dan nikmati di sini. Kisah-kisah pembuatan lagu juga dapat dibaca di laman ini.

Sesuai judul postingan ini, saya akan berbagi bagaimana cara membuat dan merilis lagu. Disclaimer: ini bisa saja cocok atau tidak cocok untuk Anda. Jadi, ya sesuaikan saja dengan keadaan Anda, ya.

Dalam membuat lagu, saya memegang prinsip bahwa pasti ada pesan atau cerita yang ingin disampaikan. Maka dari itu seringkali hal yang pertama saya lakukan adalah dengan membuat lirik. Lirik yang diungkapkan sebisa mungkin relevan dengan pendengar yang ingin Anda sasar.

Setelah membuat lirik, Anda mulai membubuhkan notasi dan ketukan. Tentunya buatlah yang cocok dengan apa yang akan Anda sampaikan. Kalau lagu sedih, ya bikin agak pelan dan gunakan chord minor. Kalau lagu ceria ya, bikin agak nge-beat dan gunakan chord mayor. Yah, meskipun ada pengecualian untuk lagu-lagu tertentu agar punya keunikan tersendiri.

Setelah sudah tersedia lirik dan melodi, Anda dapat merekamnya di software DAW (Digital Audio Workstation). Kalau saya menggunakan software bawaan Mac, yaitu GarageBand. Sudah sangat cukup, menurut saya. Jangan lupa juga gunakan mic (bisa condensor atau dynamic) dan ruangan yang tidak terlampau berisik.

Setelah selesai membuat rekaman, Anda dapat merilis lagu Anda. Caranya? Anda bisa publish lagu itu lewat music aggregator service seperti Distrokid*, TuneCore**, dan CDBaby. Mereka akan mendistribusikannya ke music digital stores seperti Spotify, iTunes, Apple Music, YouTube Music, Deezer, Amazon Music, dll. Jika tidak mau ke semua platforms, saya sarankan simply masukkan saja ke SoundCloud.

Bagi saya, berkarya itu untuk pemenuhan jiwa. Orang lain suka atau tidak, buat saya tidak jadi soal. Ketimbang ngomel-ngomel atau pikiran dipenuhi oleh hal-hal yang toxic, kan lebih baik bikin hati ini senang dan riang.

Di samping itu, saya percaya bahwa setiap orang memiliki bakat. Tugas saya adalah menemukan bakat itu. Berusaha untuk mengembangkannya. Dan, membagikan hasil pekerjaan dengan penuh sukacita.

PS. Buat yang mau bertanya terkait bagaimana cara detail upload atau monetisasinya, silakan tulis pertanyaannya di kolom komentar.

*PPS. Distrokid adalah salah satu music aggregator yang saya gunakan. Jika Anda sign up dengan link Distrokid ini, Anda akan dapat diskon 7%.

**PPPS. Sebelum beralih ke Distrokid, TuneCore saya pakai. Namun, ternyata untuk musisi pemula, TuneCore agak sedikit mahal. Silakan bandingkan sendiri. Jika Anda sign up dengan link TuneCore ini, Anda akan dapat diskon 20%.

Sssst, inilah hasil saya ‘disawer’ oleh para pendengar. Mayan lah buat beli kembang gula. Hihi. Terima kasih banyak!

Dari Distrokid
Dari TuneCore

Kalideres, 31 Maret 2021