SANDIWARA

Tantangan Menulis Hari ke-204

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

*

Motivasi orang untuk hidup itu berbeda-beda

Ada yang ingin naik kelas, simply ingin kaya

Ada yang tidak mau dipandang sebelah mata

Ada pula yang ingin terkenal agar segalanya dipermudah

*

Jika diibaratkan panggung sandiwara,

Akan ada backstage dan ada frontstage

Ada yang di depan layar nampak berkemilau

Sebaliknya, belakang layar terlihat suram 

Kelam dan butuh disegarkan

*

Sandiwara

Mudah-mudahan bukan hidup Anda

*

Kalideres, 19 Januari 2021

SEMBILU

Tantangan Menulis Hari ke-200

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro 

*

Aku merunut masa silam

Waktu ada perasaan kelam

Semuanya terasa gelap 

Baik saat terjaga maupun terlelap

*

Rasanya begitu pilu

Lebih dari rasa sembilu

Berat dan sulit berlalu 

Rasa hati makin kelu

*

Roda-roda terus berputar

Kadang di bawah, kadang di atas, seringnya di luar nalar

Biarlah terus disambut dengan kelakar 

Agar tak terlalu sakit dan mengakar

*

Kalideres, 16 Februari 2021

TENTANG HUJAN

Tantangan Menulis Hari ke-196

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

*

Gemericik air hujan menerpa 

Saat malam menjelang

Mataku belum ingin terpejam 

Menyandera waktu tidurku yang tertunda 

*

Digdaya langit tidak mampu mengubah rasa 

Relung hati tidak bisa dibohongi citra

Kejujuran dari hati bagai kepolosan 

Yang tidak pernah teracuni oleh hipokrit kemunafikan

*

Akan datang putaran air yang lazim 

Dari mulai penguapan, pengumpulan, dan pencairan 

Kadang ada petir dan halilintar 

Yang menambah marak drama kehidupan

*

Hujan di bulan Februari kelabu

Biarlah dapat menyapu debu 

Yang kadang mengganggu napas 

Dan dingin mendera panas

*

Kalideres, 12 Februari 2021

LUKISAN WAJAH

Tantangan Menulis Hari ke-190

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

*

Sabtu sore 

Menjelang senja 

Aku dan ananda bercengkerama 

Mempelajari suatu seni 

Melukis wajah 

*

Cat air kami siapkan

Video YouTube tutorial siap dimainkan

Agar ada seniman pemandu 

Membawa kami pada suatu karya yang bermutu

Pertama-tama sketsa wajah dengan bantuan pensil aku buat

Lalu aku cat seluruh bagian wajah dengan warna terang ke gelap

Dilanjut ke organ mata, hidung, bibir, telinga, leher, dan rambut 

Sementara itu ananda melukis latar belakang

*

Inilah …

Lukisan wajah yang siap dinikmati

Memang masih belum layak disebut sempurna

Dibandingkan aslinya

*

Terima kasih seniman pemandu yang telah baik hati berbagi

PS. Yang di layar komputer bukan buatan kami. Tetapi bisa saja beberapa bulan atau tahun ke depan. Ah, boleh saja kami mimpi. Hihi.

Kalideres, 6 Februari 2021

HYMNE FEBRUARI

Tantangan Menulis Hari ke-183

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

*

Rintik-rintik hujan

Menemani bulan Februari

Pilu dan merindu

Rasa ini sampai relung kalbu

*

Terhanyut aku bersama gemericikmu

Membawaku mengiringi suasana syahdu

*

Tawa canda setahun lalu nan mesra

Menghiasi rona-rona jiwa

Bagaikan pelangi

Yang terlukis habis badai menepi

*

Februari ini mengajariku untuk berempati

Tanpa keluh kesah gundah dalam sanubari

*

Bersyukurlah pada hal-hal yang kecil

Meski setahun kita tak berjumpa fisik

Berharap suatu masa pasti akan kembali

Ketika bebas berekspresi tanpa takut raga terinfeksi

Kalideres, 30 Januari 2021

MERAWAT JANJI SUCI

Tantangan Menulis Hari ke-179

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Pagi ini aku ingin berpuisi
Karena ada momen spesial di hati
Saat itu terucap janji indah nan suci
Dari dua insan, sepasang muda mudi

Tujuh tahun telah dilalui
Asam, garam, cabe, dan gula dicicipi
Bersyukur bisa mengenalmu
Mencintaimu hingga akhir waktu

Happy wedding anniversary
Untukmu yang selalu di hati
Mari kita rawat mahligai ini
Agar damai sejahtera senantiasa menyertai

Ini tercipta puisi bermelodi
Silakan didengarkan dan dinikmati.

Kalideres, 26 Januari 2021


SURYA DI BALIK SENJA

Tantangan Menulis Hari Ke-170

Oleh Bernardus Ari Kuncoro

*

Sorot mata mulai meredup

Pendengaran mulai menurun

Tekanan darah mulai tak beraturan

Menahan sakit sekitar dada

*

Sementara itu kami berjuang

Mengusahakan yang terbaik

mengantarkan kepada para ahli

Tentunya yang mumpuni

*

Tiap minggu mesti dihemodialisis

Selama dua kali pada Selasa dan Sabtu 

Agar segar, karena ginjal fungsinya menurun

Kami usahakan setiap dua hari itu masing-masing mengantar dan menjemput. 

*

Kami doakan yang terbaik, lewat para kudus-Mu. 

Maunya seperti sedia kala agar bisa bercanda

Menyapa masa lalu yang mungkin pernah dialami

Hal-hal yang mirip dan bisa dikristalisasi

*

Dalam perjalanan dari Kramat ke Pantai Indah Kapuk, 

Ada satu buku yang ingin diselesaikan olehnya 

Bertajuk Mentari di Balik Senja. 

Berisi ungkapan perjuangan atas sakitnya.

*

Papa, cepat sembuh. 

We love you. 

Kalideres, 17 Januari 2021

PAGI INI AKU INGIN BERPUISI

Tantangan Menulis Hari ke-160

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro 

Dingin pagi dini hari, 

Akibat hujan deras melanda wilayah ini. 

Musimnya memang, 

Sehingga perlu dimaklumi. 

*

Dalam keterjagaanku dari tidur aku berpikir

Sedikit sedikit aku memahami

Bahwa setiap manusia yang punya mimpi 

Memiliki respon yang bervariasi

Ada yang diam saja

Ada yang sebatas diutarakan 

Tetapi, ada yang berusaha merengkuhnya

Memahami dengan pasti bahwa mimpi itu bisa diraih

Diusahakan dengan sepenuh hati

*

Puisi ini adalah manifestasi mimpi

Dari seseorang yang dulu takut

Menunjukkan karya diri

Karena sering merasa belum layak

Menyodorkan karya agar bisa dinikmati banyak hati

*

Pernah over thinking, jika dikomentari sok asyik

Sempat juga rendah diri saat dibilang kurang mumpuni

Tetapi biarlah hal ini pernah kualami

Karena sekarang, tidaklah aku terlalu peduli 

Biarlah Anda yang menentukan untuk menikmati

*

Berikut ini adalah salah satu dari belasan lagu yang tercipta selama 2020. Asalnya dari seuntai puisi, Pelajaran Berarti. 

Semoga makin banyak yang berani, menunjukkan mimpinya. Bukan untuk intensi menyombongkan diri. Tetapi untuk kemuliaan Ilahi yang penuh dengan kasih. 

Kalideres, 7 Januari 2021

Pelajaran Berarti

MEMAAFKAN DIRI

Tantangan Menulis Hari ke-159

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

*

Suasana begitu syahdu

Menemani setiap langkahku

Menyapa dunia yang sedang kelabu

Entah kapan kembali ke normal yang dulu

*

Aku mengontak seorang teman semasa kuliah dulu

Lewat panggilan Zoom pada pukul tujuh

Untuk menumpahkan ide di kepala

Memastikan validasi agar tidak sia-sia

*

*

Beruntung pernah bertemu secara fisik

Sentuh gawai buat janji, tetaplah asyik

Tanpa rasa takut turut serta

Justru excitement yang tercipta

*

Pukul tiga pagi

Masih dini hari

Saking asyik memikirkan gagasan seksi.

Aku lupa sehari

Untuk menulis pada 6 Januari.

*

Tapi tak mengapa, tak perlu disesali.

Aku akan memaafkan diri.

Biarlah dua tulisan untuk hari ini.

Aku toh tak mengejar sertifikasi.

*

Kalideres, 6 Januari 2021