KESETIAAN DALAM PERKARA-PERKARA KECIL

Tantangan Menulis Hari Ke-145

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Photo by Seth Doyle on Unsplash

Seminggu yang lalu saya merasa ‘penuh’. Sesak dengan variasi emosi, tepatnya. Ada perasaan kesal. Marah. Senang. Geregetan. Campur aduk.

Ada saja hal yang menurut saya nggak perlu gitu. Tetapi jadinya ya, gitu deh.

Terkadang setelah terbangun tengah malam alias nglilir, saya sulit tidur lagi. Ini kenapa?

Usut punya usut, kalau saya refleksikan. Ini ada kaitannya dengan masalah pekerjaan. Ada tantangan baru. Ada target tertentu yang mesti dicapai.

Lantas dalam perjalanan, sebagai leader, saya ada perasaan ‘kurang percaya’. Utamanya pada saat saya melihat hasil-hasilnya. Sering kali ada hal-hal kecil yang tidak bisa dipenuhi sesuai janji. Mengenai waktu. Kualitas pekerjaan. Pola pikir. Kedisiplinan.

Benar ayat Alkitab yang disabdakan Tuhan Yesus dalam Lukas 16 ayat 10:

“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.”

Kepercayaan itu dibangun dari hal-hal kecil. Janji-janji kecil yang dipenuhi akan meningkatkan trust.

Jika yang mudah-mudah saja tidak bisa. Apalagi yang susah?

Kalideres, 24 Agustus 2021

JUMLAH PEKERJAAN DI BIDANG DATA SCIENCE TETAP TUMBUH DAN TANGGUH

Tantangan Menulis Hari ke-142

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Coba Anda unduh laporan dari Burtch Work berikut.

Alternatif lainnya, Anda bisa tonton video Youtube di bawah ini.

Burtch Works: 2021 Data Science & Analytics Salary – di Amerika Serikat.

This report shares our latest data on data science & analytics salaries, COVID-19’s impact, hiring trends, and everything you need to know about where the data science & analytics space is headed.

The data science market continues to accelerate and is experiencing unprecedented growth as businesses around the world focus their efforts on digital transformation to not only thrive but also survive in the fourth industrial revolution!

Photo by Edward Howell on Unsplash

Artinya apa? Di negara Paman Sam sana, pasar data science tetap tumbuh dengan cepat, mengingat semua lini bisnis di dunia ini berfokus pada usaha mereka melakukan transformasi digital. Prediksi mereka, pasar Pekerjaan di bidang Data Science ini tidak hanya berkembang pesat, tetapi juga bertahan dalam revolusi industri keempat.

Kalideres, 21 Agustus 2021

DIUNDANG GLINTS ID UNTUK SHARING TENTANG DATA SCIENCE

Tantangan Menulis Hari ke-133

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Tiga minggu lalu saya diundang oleh Glints Indonesia untuk berbagi tentang data science. Konsep acaranya menarik. Mereka membuat acara virtual job fair. Salah satu rangkaian acaranya adalah mini seminar virtual yang di dalamnya terdapat berbagai macam pembicara. Jadwalnya ada sendiri-sendiri. Kadang-kadang juga ada yang paralel.

Mereka membatasi setiap ruangan virtual ada 50 peserta. Dan, saya salah satu yang diundang untuk Job Insider – Data Science.

Beberapa pertanyaan sudah disampaikan sebelumnya. Dan ada pertanyaan baru dari peserta, tentunya.

Ini dia script pertanyaannya: Ganti JOB TITLE HERE menjadi Data Scientist.

Saat ini bekerja di mana dan sebagai apa?

Latar belakang pendidikan formal Mas/Mbak/Bapak/Ibu?

Sebelumnya bekerja sebagai apa dan di mana?

Interest nya di bidang apa saja?

Saat ini sudah bekerja di bidang ini berapa lama?

Apa sih sebenarnya seorang (JOB TITLE HERE)?

Apa yang jadi main task seorang (JOB TITLE HERE)?

Lalu KPI-nya seorang (JOB TITLE HERE) berarti apa aja?

Lalu day-to-day activitynya seorang (JOB TITLE HERE) itu apa sih?

Lalu untuk menjadi seorang (JOB TITLE HERE) itu apa aja sih yang dibutuhkan?

Jalur pendidikan formal apa yang bisa ditempuh untuk bisa menjadi seorang (JOB TITLE
HERE)?

Lalu untuk jalur pendidikan non-formal yang bisa diambil untuk bisa menjadi (JOB TITLE HERE)?

Jenjang karir seorang (JOB TITLE HERE) itu apa saja sih?

Potensi karir seorang (JOB TITLE HERE) di masa depan?

Percabangan jalur karir seorang (JOB TITLE HERE) itu bisa ke mana aja sih?

Kemampuan non-teknis apa saja sih yang perlu dikuasai untuk bisa excel sebagai seorang
(JOB TITLE HERE)?

Jenis-jenis perusahaan apa saja sih yang memerlukan seorang (JOB TITLE HERE)?

Variant pekerjaan dari (JOB TITLE HERE) itu ada apa saja ya??

Bagaimana persaingan untuk bisa menjadi seorang (JOB TITLE HERE)?

Kenapa Mas/Mbak/Bapak/Ibu memilih untuk menjadi seorang (JOB TITLE HERE)?

CLOSING

Apa saran untuk teman-teman yg tertarik untuk menempuh bidang ini dan ingin menjadi seorang (JOB TITLE HERE)?

Kalideres, 11 Agustus 2021

Ini dia dokumentasinya.

MENYELARASKAN JIWA DAN RAGA: MUDAHKAH? (2)

Tantangan Menulis Hari ke-71 Batch Kedua

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Lanjutan dari tulisan kemarin, bagaimana cara untuk menyeimbangkan kesehatan antara jasmani dan rohani?

Saya akan share pengalaman saya di tulisan ini. Bisa jadi ini cocok atau tidak untuk Anda.

Keseharian kerja saya selain memimpin tim dan mengulik data, saya bermusik. Selama 14 purnama terakhir, sudah 17 lagu tercipta. Awalnya untuk menyegarkan hati dan pikiran. Sebagai pengisi waktu yang biasanya dipakai untuk bersosialisasi. Tetapi keterusan dan ketagihan. Banyak yang merasa terberkati dan mendapatkan benefit. Termasuk saya.

Bagi saya, bermusik adalah mengisi ulang sisi psikologis. Dengan begitu ada energi yang saya peroleh untuk dapat dipergunakan dalam kegiatan seperti bekerja dan belajar.

Bermusik merupakan bagian dari bermain dan bercinta. Dengan kegiatan ini, saya bisa bermain alat musik sekaligus menghasilkan karya agar bisa memberikan ungkapan cinta kepada para penikmat.

Mengutip buku Kesehatan Psikososial karya profesor Psikologi kenamaan, Prof. Johana E. P. , manusia itu butuh 4B. Belajar. Bermain. Bekerja. Bercinta. Jika porsi salah satu kegiatan itu timpang, ya jadinya perasaan dan fisik kurang seimbang.

Butuh pencatatan waktu agar Anda bisa merunut mana yang perlu Anda perbesar porsinya. Mana yang butuh diperkecil besarannya. Kalau Anda terlalu banyak bermain, kurang belajar, ya perlu diseimbangkan.

Besaran proporsinya seberapakah? Ini yang perlu dikalibrasi. Beda-beda tiap orang.

Koentji-nya adalah peka. Apa yang dirasa kurang ya ditambah. Sebaliknya, apa yang dirasa berlebihan ya dikurangi.

Bukankah hidup itu perkara memilih? Jika tidak ada pilihan, hidup Anda kurang sejati. Anda hanya terpaksa menjalani.

Sebaliknya, terlalu banyak pilihan, Anda jadi kebingungan. Butuh konsiderasi ekstra untuk memutuskan. Bisa-bisa waktu Anda habis dipakai untuk mempertimbangkan. Hingga lupa tujuan.

Memilih untuk seimbang memang bukan perkara gampang. Saya pun masih kadang menyimpang dari haluan.

Belajar 7 Jenis Alat Ukur Berat yang Jarang Diketahui & Cara Memakainya
Timbangan Pasar

Kalideres, 9 Juni 2021

RABU ABU UNTUK PAPA

Tantangan Menulis Hari ke-194

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro 

Rabu abu. Kok ya pas, ya? Hari ini jenazah papa mertuaku dikremasi. Sesuai permintaan beliau, jika nanti ‘berpulang’, maunya demikian.

Ingat sekali aku di masa-masa kritisnya, saat aku mengantar beliau ke rumah sakit pada 15 Januari 2021. Gas dan rem aku orkestrasikan agar lekas sampai tujuan. Jumat itu kutinggalkan tugas-tugas dan pekerjaan. 

Sejak saat itu segala upaya kami lakukan. Pada 16 Januari pindah rumah sakit. Tempat yang rutin beliau biasa pakai untuk hemodialisa. Namun malam harinya tidak bisa pulang. Harus rawat inap. 

Sejak saat itu situasi makin sulit diprediksi. Aku ambil bagian menjaga ananda di rumah,  sebagai pemasok dan pengambil makanan serta pakaian bagi mama dan istri. Mengapa? Mengingat mereka beristirahat di hotel seberang rumah sakit dengan alasan praktis. Kalau-kalau dipanggil perawat, ya tinggal nyeberang. 

Dalam perawatannya di rumah sakit, papa sempat keluar masuk ICU 2 kali. Bahkan sempat dinyatakan bisa pulang pada 31 Januari, namun hanya semalam saja di rumah. Keesokan harinya pada 1 Februari, beliau kembali lagi berjuang di ICU. Keluhan sesak napas.

Siang itu pukul dua belas. Seorang driver dari Ukrida, Pak Ferry, datang untuk mengantar kembali ke RS dan membawa tabung oksigen. 

Semalam di rumah sakit. Aku tidak tahu pasti apa yang terjadi, karena hanya dikabarin lewat WA oleh istri.

Singkat cerita dini hari pada 2 Februari 2021 ventilator dipasang.

Masih ada kesempatan. Dari hari ke hari, kata tim dokter ada trend tanda-tanda perbaikan. Namun kami keluarga tidak bisa berbuat apa-apa lagi pada Senin 8 Februari 2021. Kadar Hb drop tiba-tiba dan mesti dipacu jantungnya.

Beliau berpulang pada tanggal tersebut pada pukul 3. 

Rabu itu, hari ketiga setelah beliau wafat, tepat pukul tiga pula, papa menjadi abu. Seperti awal mula Tuhan menciptakan manusia. 

Terima kasih papa, semoga nyanyian Saved by Grace tadi menyenangkanmu. Aku akan terus jaga kekasih-kekasih hatimu: mama, anakmu, dan cucumu. 

Sugeng tindak. 

Kalideres, 10 Februari 2021