Buku Lima Dasar Data Science untuk Pemula

Buku Lima Dasar Data Science

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Judul buku : Lima Dasar Data Science untuk Pemula
Penulis : Bernardus Ari Kuncoro, S.T., M.T.I.
Instansi : IYKRA
Jenis Buku : Buku Ajar
Kelas Menulis : Alumni Kelas Menulis Sapesabu 1 Daring
Editor : Adrianus Yudi Aryanto

Sinopsis :

Harvard Business Review sangat berjasa dalam memopulerkan profesi Data Scientist. Betapa tidak? Dalam artikel yang mereka rilis pada Oktober 2012, mereka menekankan bahwa Data Scientist merupakan pekerjaan paling seksi di abad 21. Di mana pun, tidak terkecuali Indonesia, bertebaran lowongan pekerja profesional data dengan iming-iming gaji yang besar.

Seiring dengan membludaknya minat anak-anak muda berprofesi sebagai data scientist, tentunya persaingan semakin ketat dan menuntut setiap dari kandidat untuk memiliki kualitas dan karakter yang unik.

Buku ini diramu dari berbagai pemahaman dasar dan pengalaman penulis selama lebih dari 6 tahun berprofesi sebagai data scientist. Terbit di tengah keringnya buku-buku data science berbahasa Indonesia yang dekat dengan penerapannya di bidang industri. Temukan kekuatan dasar dan inspirasi untuk menjadi profesional data yang kreatif dan ulung!

Monggo PO dulu dengan menuliskan komentar di salah satu postingan IG saya di sini.

Jika buku sudah siap kira-kira akhir Agustus 2020, akan saya prioritaskan yg sudah PO untuk bisa pesan. Sekarang dalam proses edit biar makin cakep, kayak calon pembaca buku ini. Hehe.

Btw, cetakan terbatas!

Menaikkan Level Percaya Diri saat Presentasi

Artikel ini merupakan ringkasan buku TED TALKS: The Official TED Guide to Public Speaking yang dikarang oleh Chris Anderson.

Buku TED Talks The official TED Guide to Public Speaking

Sesuai dengan judulnya, buku ini merupakan panduan resmi TED Talks untuk berbicara di depan umum. Sebuah buku komprehensif yang mengetengahkan lima ide utama yang saling berurutan, yaitu dasar-dasar presentasi, alat-alat berbicara, proses persiapan, manggung, dan refleksi.

Buku ini menuntun saya kembali ke akar tujuan berbicara. Khususnya dalam hal berbicara di depan umum, tidak ada gunanya apabila gagasan yang akan disampaikan kepada pikiran audience tidak memiliki makna (worth). Begitu banyak buku panduan bergenre sama menekankan bahasa tubuh, karisma, dan postur tubuh. Namun, buku ini menekankan pada inti dari kata-kata yang ingin di sampaikan sehingga memberikan nilai yang besar kepada audience. Yang paling saya ingat dari buku ini adalah pernyataan bahwa bukan masalah public speaking saja, melainkan apakah ide yang disampaikan itu bermakna atau tidak.

Dikaitkan dengan dunia pekerjaan di bidang data, tentunya keahlian ini menjadi nilai yang sangat diperhatikan, mengingat akan menjadi titik temu bagi para profesional data untuk menyampaikan hasill pengolahan data kepada audience dengan baik. Apakah temuan-temuan yang dipilih oleh profesional data bermakna dan bermanfaat bagi audience? Semakin mereka merasakan kedekatan dan keuntungan dari apa yang Anda sampaikan, semakin Anda memberikan kesan yang mendalam.

Karena kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya Anda akan mengingat saya seperti layaknya iklan parfum.

Tiga Kiat Menulis

Beberapa hari lalu saya mengikuti kelas online menulis buku. Judul programnya sangat menarik: Satu Pengajar Satu Buku. Singkatnya, setiap peserta ditargetkan untuk membuat satu buku dalam sebulan ke depan. Beberapa kiat yang dapat kita praktikkan dalam menulis adalah sebagai berikut.

1. Kalimat panjang harus dihindari
2. Penulisan singkatan harus tepat, contoh: HP, TV, WA (WhatsApp), dll
3. Pengulangan satu kata dalam satu kalimat atau satu alinea mutlak dihindari. Tujuannya agar tulisan kita tidak terkesan monoton

(Di copas langsung dari coach Eko Prasetyo, Pemimpin Redaksi mediaguru.id.)

Semoga bermanfaat!

Memahami, Mengumpulkan, dan Memberikan Uang

Tidak sedikit orang memiliki pemahaman yang kurang tepat mengenai keberadaan uang. Ada yang merasa uang adalah segalanya dan harus dimiliki sebanyak-banyaknya. Ada yang merasa uang adalah sumber dari kekuasaan dan kejahatan. Ada juga yang merasa uang merupakan alat untuk mencapai tujuan yang lebih mulia, karena dapat dipakai untuk membantu sesama.

Buku Money, Know More, Make More, Give More karangan Rob Moore

Pada pembukaan buku ini diberikan penjelasan mengenai mitos-mitos tentang uang terlebih dahulu. Kemudian dipaparkan mengenai apa uang itu sebenarnya. Nilai uang, kepercayaan, emosi, penguasaan uang, sampai sistem dan strategi uang dibahas di buku ini.

Sebagai seorang pekerja di bidang data, buku ini membuka wawasan dan pemahaman saya terkait dengan bisnis dan keuangan yang menjadi dasar mengapa proyek data dicanangkan. Seperti dalam metodologi Cross Industry Standard Platform for Data Mining, business understanding menjadi langkah awal dalam pekerjaan proyek data. Acapkali faktor gula-gula yang terlibat adalah uang, meskipun proyek tersebut digawangi oleh organisasi non-profit.

Dari kacamata personal, Anda dapat belajar untuk memahami uang, menghasilkan uang, meskipun tidak secara konkrit dituliskan, dan hidup dengan lebih tenang dan layak. Semoga Anda akan jadi beruang dalam beberapa bulan ke depan. Hehe. Tetapi bukan jadi kayak gini ya!

Beruang Kutub Lucu (Photo by Hans-Jurgen Mager on Unsplash)

IG Story Template with Power Point

Some of you might not think that Power Point is a good tool for creating some videos with stunning and interesting result. Here my work that I have ever done around 3 years ago. I created this template upon checking Blinkist ads on Instagram.

If you want, you can download the pptx template FREELY here. Enjoy!

Mengarahkan Pola Pikir

Judul Buku: Mindset: The new Psychology of Success

Pengarang: Carol Dweck

Carol S. Dweck, Ph. D. Book: Mindset, the new psychology of success.

Siapa yang tidak ingin sukses? Siapa yang tidak ingin hidupnya memberikan impact terhadap orang banyak? Tentunya sebagian besar pasti mau, ya. Namun, tidak semua orang menyadari bahwa untuk mewujudkannya, kita disarankan untuk mengubah pola pikir kita ke arah yang lebih baik. Yang lebih baik itu seperti apa?

Yang paling saya ingat dalam buku ini adalah pembahasan mengenai dua macam pola pikir. Yang pertama adalah pola pikir tetap (fixed mindset). Yang kedua adalah pola pikir bertumbuh (growth mindset). Kedua pola ini memiliki ciri-ciri tertentu, misalnya pola pikir tetap itu cenderung mencari pujian dari pihak lain. Apabila tidak ada pujian atau justru mendapatkan kritik yang keras, dia tidak bergerak maju. Bisa stagnan, atau mundur. Sedangkan  pola pikir bertumbuh cenderung memiliki motivasi internal, sehingga tidak diberikan pujian pun, mendapatkan kritik sekeras apa pun, pribadi yang memiliki pola pikir bertumbuh akan terus maju. Di samping itu, penulis juga memberikan konsep budaya kerja di kelompok ataupun organisasi, lebih dari sekedar individu. Dengan pola pikir yang tepat, Anda dapat memotivasi, mengajarkan, dan mencintai tim Anda untuk mengubah hidup mereka atau Anda sendiri ke arah yang lebih baik.

Profesional data tidak lain tidak bukan dituntut untuk tetap memiliki pola pikir bertumbuh. Buat apa? Supaya yang mereka kerjakan terus menerus diperbaharui, sehingga kualitas dan kuantitas hasil karya akan meningkat. Buku ini cocok untuk siapa saja yang ingin tetap positif mengembangkan potensi yang ada di dalam hidupnya untuk berkarya.

Kalau saya nih lagi suka berkarya bikin lagu-lagu. Semoga bisa teteap konsisten, ya guys! Sampai saat ini baru merilis delapan. Mudah-mudahan bisa nge-hits seperti bang Ariel Noah dan temen-temen nge-band nya. Hehe.

Sejak jumpa kita pertama… ku langsung jatuh cinta… Aseeeeek.

Dahsyatnya Kekuatan Memberi

Saya sering mendengar pepatah yang berbunyi ‚ÄúSemakin banyak memberi, semakin banyak menerima‚ÄĚ. Tetapi untuk soal ini, saya sering goyah. Kadang naik, kadang turun. Kadang goyang kiri, kadang goyang kanan. Beri nggak ya? Kasih nggak ya? Kira-kira pantasnya berapa ya? Singkat kata, tingkat kepercayaan saya terhadap pepatah tersebut berubah-ubah.

Buku The Power of Giving karya Azim Jamal dan Harvey McKinnon

Buku ini mencerahkan pemahaman kepada saya akan kekuatan memberi yang maha dahsyat. Tidak hanya melulu tentang uang, karena di situ dituliskan apabila kita memberi waktu, pengalaman, pengetahuan, atensi, dll., kepada orang lain, mereka merasakan betapa berharganya dia di mata kita. Kekuatan yang mereka dapatkan dari perbuatan memberi akan menular kepada siapa pun. Kita juga suatu saat akan mendapatkan yang tidak kita duga-duga, bahkan lebih dari apa yang sudah kita beri. Bagaikan efek domino yang tak pernah selesai.  

Sebagai pekerja di bidang data yang sering memberikan pengajaran, buku ini menguatkan saya dalam rangka menjaga motivasi belajar dan mengajar data kepada para peserta didik maupun pendidik. Bagi yang ingin menemukan makna kehidupan dan kebahagiaan lewat memberi, silakan baca buku ini.

Oiya, sedikit saran, buku ini tidak begitu terstruktur, sehingga Anda dapat lompat-lompat membaca bab yang Anda mau baca bagaikan seekor kodok ngorek.

Yuk, nyanyi. Kodok ngorek, kodok ngorek, ngorek pinggir kali… Hehe.

DJ Patil – Data Science Go Day 1

Kirill and DJ Patil

After opening speech of Kirill, DJ Patil as a former US Chief Data Scientist delivered his speech and emphasise mostly about current COVID-19 pandemic situation. Here his key messages are:

DJ Patil, Former Chief US Data Scientist deliver a speech during Data Science Go Virtual 2020
  1. Diversity in your workplace is very important and it is recommended to be in a diverse culture
  2. Collaboration is a key to reach better result
  3. Last message: How to really use technology to help public health issues / humanity?
Continue reading “DJ Patil – Data Science Go Day 1”

Kirill Eremenko – Data Science Go Virtual Note Day 1

Data Science Go - Kirill

Today, June 20, 2020 at 10.30pm (Western Indonesian Time), I have a chance to join Data Science Go Virtual. This is an event that gather around ~800 Data professionals/enthusiasts from all over the world.

Mostly the participants were coming from North America, then Asia.

What I like about this online conference is the ability to stay in the breakout room, mainstage, give polls, and networking. Btw, the link of agenda can be found here. And this post is intended to show you the take home summary. Hope it is beneficial for you!

Speaker List of Day 1 Data Science Go

First speech was delivered by Kirill Eremenko. Aside introducing the speakers of Day 1, he talked about 2020 – 2050 Global challenges we are going to face globally. What are they?

Continue reading “Kirill Eremenko – Data Science Go Virtual Note Day 1”