TUHANLAH GEMBALAKU

Tantangan Menulis Hari Ke-47

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Beberapa waktu yang lalu saya mendengar renungan yang bersumber dari dua kitab. Pertama dari kitab Mazmur yang dikarang oleh Raja Daud. Kedua dari injil Yohanes.

Singkat cerita, jadilah lagu pujian berikut.

Tuhanlah Gembalaku – versi paling awal

Lagu ini rencananya akan saya aransemen ulang. Dinyanyikan oleh dua teman saya yang bertalenta luar biasa dalam hal tarik suara. Berinisial D dan J. Nantikan! Sementara pakai suara dan gitar saya dahulu.

Semoga Tuhan dan Anda berkenan.

Tuhanlah Gembalaku 

Music: Bernardus Ari Kuncoro 

Lirik: King David dan John (Mazmur 23:1-3 dan Yoh 10:11-18)

D: Tuhan adalah gembala yang baik 

Dia berikan nyawa-Nya bagi para domba-Nya 

J: Yang bukan pemilik melainkan upahan 

Akan lari jika serigala datang 

Reff:
D: Tuhanlah gembalaku 

Tak akan kekurangan aku 

J: Dia membaringkan aku di padang 

Rumput yang hijau 

D&J (Unison) Dia bimbingku ke tempat 

Air tenang segarkan jiwa 

Dia tuntunku di jalan yang benar 

Oleh karena nama-Nya

D&J (Pecah suara) Tuhan adalah gembala yang baik 

Dia berikan nyawa-Nya bagi para dombanya 

Yang bukan pemilik melainkan upahan 

Akan lari jika serigala datang 

Reff:
D&J (Pecah suara) Tuhanlah gembalaku 

Tak akan kekurangan aku 

Dia membaringkan aku di padang 

Rumput yang hijau 

D&J (Pecah suara) Dia bimbingku ke tempat 

Air tenang segarkan jiwa 

Dia tuntunku di jalan yang benar 

Oleh karena nama-Nya 3x

Kalideres, 16 Mei 2021

DI UJUNG BATAS LIBURAN

Tantangan Menulis Hari ke-46

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Kiri kanan

Depan belakang

Masing-masing punya cerita

*

Maju mundur

Belok kiri dan kanan

Jadi dinamika kehidupan

*

Getir berita duka

Gempita kemenangan

Dinikmati berdampingan

*

Di ujung masa libur

Ingin benar-benar mabur*

Seperti kupu-kupu yang sedang menabur

*

Catatan. Mabur = terbang

Kalideres, 15 Mei 2021

7 POTRET MANIS NAN HARMONIS

Tantangan Menulis Hari Ke-45 Batch Kedua

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Kamis, 13 Mei 2021. Kalender tanggal tersebut berwarna merah pekat. Kenapa begitu? Soalnya tidak hanya satu peringatan, tetapi dua. Apa saja? Hari Raya Idul Fitri dan Hari Kenaikan Isa Almasih yang masing-masing merupakan hari besar agama Islam dan Kristen.

Kejadian ini jarang terjadi. Seberapa jarang? Coba bantu hitung. Di tulisan mendatang akan saya coba cari berapa tahun sekali kejadian ini akan berulang. Nikmati gambar dulu, lah sekarang.

Potret dua hari raya keagamaan ini menjadi inspirasi para artists menuangkannya dalam karya seni, khususnya grafis. Bersliweran dalam WA, dan bagi saya hal ini menjadi penyejuk jiwa.

Terima kasih kepada saudara @amrihstybd yang sudah mengkurasi beberapa foto untuk bahan tulisan ini.

Mari kita nikmati gambar-gambar berikut. Mana yang paling mengena buat Anda?

Kalideres, 14 Mei 2021

BERDAYAKAN TALENTA UNTUK AKSI NYATA

Tantangan menulis Hari ke-44 Batch Kedua

Oleh Bernardus Ari Kuncoro

Sehari sebelum Lebaran, istri dan anak saya membuat sesuatu. Apa itu? Hal-hal yang berbau art and craft. Karya ini akan dilelang pada acara pesta nama di Lingkungan St. Paskalis, Paroki Santa Maria Imakulata Kalideres. Hasil penjualan akan disumbangkan melalui sebuah program ASAK, Ayo Sekolah, Ayo Kuliah, Ayo Seminari. Sebagai bentuk aksi nyata membantu anak usia sekolah, kuliah, maupun seminari menyokong kehidupan mereka mewujudkan mimpi.

Ada tiga kategori yang dilelang. Kategori A adalah lukisan atau gambar. Kategori B adalah makanan. Sedangkan kategori C adalah barang hasil daur ulang.

Setelah melihat beberapa barang yang bisa digunakan ulang di rumah, kami memutuskan untuk ikut serta memeriahkan dengan membuat rangkaian bunga kering mini yang dimasukkan ke dalam botol bekas selai Ceres. Beberapa bunga kering kami dapatkan dari taman sekitar, ada juga yang kami beli dari marketplace. Sedemikian sehingga, karya kami masuk kategori C.

Ada dua botol yang kami lelang. Botol rangkaian bunga mini pertama, berukuran diameter atas 8 cm, diameter bawah 6.5 cm, dan tinggi 12 cm. Tema yang diusung terinspirasi dari gaya Afrika dengan mawar merah dari kertas, bunga kuncup marygold asli, dan garnish yang lain. Cantik banget untuk hiasan di kamar, atau memenuhi lemari pajangan Anda. Kami akan buka harga di Rp 60 ribu.

Red rose and yellow marygold in a red Ceres jam bottle

Botol rangkaian bunga mini kedua berukuran lebih kecil. Bentuk botol selai Ceres cokelat ini bentuknya oval 8.5cm x 6.5cm dengan tinggi 10.5 cm. Ukuran tutup lingkaran berwarna cokelat dengan diameter 6.5cm. Isi bunganya berupa bunga kering dengan bulu-bulu rumput. Di dalamnya ada origami mini burung berwarna merah jambu, bunga mawar pink dari kertas, dan dipermanis dengan batu kerikil berwarna pastel. Cocok untuk hiasan di sekitaran meja belajar atau mempermanis pajangan di lemari. Kami buka dengan harga awal 50 ribu saja.

Pink rose and origami bird in a brown Ceres jam bottle

Sebenarnya ada satu botol lagi yang sudah dibuat. Namun ini dipilih Kirana untuk tidak dilelang. Hihi.

Yellow hydrangea flower and an origami bird in a ceres jam bottle

Cakep ya? Saya pun tidak berhenti memuji hasil karya ini. Bagus banget! Semoga hasil karya ini bisa menjadi sarana untuk berbagi.

Gunakan talenta,

Siapkan karya dan cerita,

Untuk aksi nyata.

Kalideres, 13 Mei 2021

KUMPULAN JEPRETAN FOTO YANG MEMBUAT ANDA BERBUNGA-BUNGA

Tantangan Menulis Hari ke-43 Batch Kedua

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Kata orang, satu gambar mewakili ribuan kata. Begitulah gambar-gambar yang saya unggah di sebuah platform berbagi foto, unsplash.

Beberapa di antaranya saya tangkap dari sebuah ponsel pintar di krematorium, tempat abu jenazah mertua saya disemayamkan. Saya ambil tiga foto di antaranya, buat Anda. Semua foto bunga.

Bunga yang mirip sekali dengan cherryblossom. Sampai saat ini saya tidak tahu bunga ini namanya apa.
Bunga Kamboja warna merah jambu dan kuning. Cakep, ya?
Bunga anggrek warna kuning

Semoga hati Anda masih berbunga-bunga,

Meski banyak di antara kita tidak bisa pulang ke tempat saudara untuk berjumpa keluarga!

Kalideres, 12 Mei 2021

MANDI MATAHARI

Tantangan Menulis Hari Ke-42 Batch Kedua

Oleh : Bernardus Ari Kuncoro

Bangun dari istirahat malam

Mulai hilang suasana temaram

Diganti oleh pagi

Ditandai dengan hangatnya mentari

*

Kemarin aku merasakan cengkeraman

Luar biasa di punggung kanan belakang

Seperti ada yang salah posisi saat di atas dipan

Buatku ingin yang serba hangat saja di daerah pusat sakitnya

*

Sang Pencipta begitu luar biasa

Memberikan sinar surya bagi ciptaan-Nya

Dengan leluasa agar bisa menghangatkan

Otot-otot yang kaku agar tetap lentur dalam bekerja

*

Oh matahari

Terimakasih sudah memandikan

Tubuh yang mudah rapuh ini

Thank you sudah mengingatkan

Dengan kehangatanmu

Esok lagi

Aku akan rutin mandi matahari pagi.

Kalideres, 11 Mei 2021

DUNIA DALAM BERITA

Tantangan Menulis Hari Ke-41 Batch Kedua

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Jujurly, saya tidak punya ide menulis hari ini. Buntu. Tetapi, akhirnya saya memaksakan diri.

Saya mau mengangkat tema lima intisari berita yang saya saring dari koran The Jakarta Post edisi 10 Mei 2021.

Sari berita pertama. Ribuan kendaraan putar balik di pintu tol sekitaran Jabodetabek mengingat peraturan larangan mudik dari pemerintah telah ditegakkan sejak 6 Mei 2021 – 17 Mei 2021.

Sari berita kedua. Roket yang diluncurkan China kembali lagi ke bumi menjadi puing-puing di laut Samudera Hindia. Amerika Serikat mengecam tindakan China yang dinilai tidak bertanggung jawab.

Sari berite ketiga. Ada 8,75 juta warga negara Indonesia usia produktif yang menganggur, berdasarkan press rilis Badan Pusat Statistik Kamis minggu lalu.

Sari berita keempat. Spanyol menyatakan bebas dari keadaan darurat COVID-19. Terlihat di koran tersebut ada foto orang-orang menari di pantai Barcelona pada Sabtu sore.

Sari berita kelima. Sebuah foto yang menggambarkan seorang anak menangis di pangkuan ibunya setelah mendengar ayahnya meninggal karena COVIDD-19 di Ahmedabad, India pada Sabtu lalu.

Kalideres, 10 Mei 2021

TOXIC AMBITION

The 40th daily writing challenge batch 2

By Bernardus Ari Kuncoro

Have you ever wondered why you exist in this world?

Is there any super power out there who creates you?

Why do you have to do your tasks?

Many of us thinking that being happy is the key reason.

Well, what is your happiness definition? I am sure you all have various answers.

Some people become happy if they live for the power.

Some people love money to fulfil their emotion.

Some people live just to play or gamble.

Others might need approvals. They want to shut others up, because of bitterness of bullying.

Well, in the end of the day, most of people be aware. Everybody has their own purpose. And the problem is, did you find the purpose of your life?

If not, try to enjoy the process.

Don’t let anybody force you to make their TOXIC ambition happen.

Viva la vida.

Not viva la toxica.

Kalideres, 9 May 2021

TEXT TO SPEECH BESUTAN gTTS VS pyttsx3

Tantangan Menulis Hari Ke-39 Batch Kedua

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Sudah lama sekali saya tidak ngoprek Python. Mengapa? Keadaan memaksa saya demikian. Yang ditangani di kantor seringkali terkait dengan bagaimana mengelola teamwork. Memastikan berbagai tugas beres dan workload tidak berat sebelah. Me-manage konflik. Meeting dengan klien dan divisi terkait, dan semacamnya.

Hari Sabtu yang lumayan sela ini saya pakai untuk mengoprek sesuatu. Apa itu? Mengubah naskah teks menjadi audio. Dengan bantuan Python.

Apa yang saya lakukan? Pertama-tama googling. Kata kuncinya adalah “how to convert text to speech with python.” Hasil pencarian mengarahkan saya pada sebuah website berikut ini. Ada dua cara ternyata. Yang pertama dengan menggunakan google text to speech secara online. Yang kedua menggunakan library pyttsx3 (Text to Speech library for Python 3) secara offline.

Segera langsung saya coba dengan Visual Code yang baru kali ini saya buka lagi sejak saya pasang di komputer beberapa bulan lalu.

Jika saya menggunakan gTTS, maka hasilnya demikian.

Jika saya menggunakan Pyttsx3, hasilnya sebagai berikut.

Bagaimana. Lebih natural mana menurut Anda?

Waduh, barusan saya test kok nggak bisa dimainkan untuk yang kedua. Padahal di komputer bisa. Bisa jadi karena Codex nya tidak umum.

Will troubleshoot someday.

Kalideres, 8 Mei 2021

BEDAH LAGU PAKAI DAVE AI DI DISTROKID (2)

Tantangan Menulis Hari Ke-38 Batch Kedua

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Melanjutkan tulisan kemarin, saya ingin menyampaikan hasil analisis robot Dave AI untuk lagu Maaf.

Choose a Track: Maaf (feat. Sahat Hutajulu) then click Next

Berikut ini adalah hasil penerawangan Dave. Cukup kece badai hasil analisisnya, ya robot pintar ini. Well, buat para data scientist harap waspada! Hihi. Mulailah belajar untuk memanfaatkan atau mengotomasi kegiatan rutin! Note to myself as well.

Hasil Penerawangan Dave

Hi, I’m Dave, DistroKid’s AI bot.

Let me tell you about Maaf (feat. Sahat Hutajulu) by Ari Kuncoro.

Maaf (feat. Sahat Hutajulu) is 3 minutes and 28 seconds long. It’s in the key of D-sharp minor and the time signature is 4 beats per measure. Loudness is -16.18 db and the tempo is around 90.03 bpm.

Acousticness: 32% – Track isn’t acoustic

Danceability: 79% – Track is good for dancing

Instrumentalness: 0% – Likely isn’t instrumental

Energy: 36% – Track is on the mellow side

Speechiness 6% – Probably doesn’t contain talking

Liveness: 11% – Track was recorded in a studio (not live)

Valence: 13% – Vibe is sad, depressed, and/or angry

Listen to Maaf (feat. Sahat Hutajulu) on Spotify

Dave memberikan analisis yang dapat dibaca di link berikut.

Kita akan bedah lagi lebih dalam di tulisan besok atas penerawangan Dave AI. Sekilas cukup sesuai, meskipun ada hal-hal yang kurang saya setujui, terutama dalam variabel Valence.

P.S. Buat yang hobi berkarya, khususnya dalam pembuatan musik atau lagu, saya rekomendasikan Distrokid sebagai music distributor Anda. Very simple and straightforward.

Kalideres, 7 Mei 2021