Songwriting

Kalau kata bukunya Rob Moore yang berjudul MONEY, uang itu mengalir dari konsumen ke produsen. Produsen yang passionate terhadap produk atau jasa yang dihasilkan pastinya juga akan dicari oleh pelanggan atau konsumen setianya. Entah kamu itu guru yang passionate. Musisi yang passionate. Seorang pedagang yang tahu seluk beluk barangnya dari A-Z secara detail. Produk atau jasa yang berkualitas pastinya akan digoleki mbek sing tuku, ya. Walaupun awalnya mesti berjuang sekuat tenaga. Semangat!

Untuk menerapkan apa yang saya sudah baca, saya sejak tahun 2019 mencoba untuk banyak berkreasi. Berproduksi. Produksi kelas online. Menawarkan jasa ngajar ke beberapa yang membutuhkan. Karena saya menekuni bidang data, jadi banyak murid-murid di perusahaan-perusahaan klien juga saya ajarin.

Di samping data, saya juga suka musik. Sehingga saya menerapkannya dalam produksi lagu. Setelah menulis lagu, menyanyikan, dan membagikan itu rasanya penuh kelegaan. Coba deh!

Berikut ini merupakan daftar lagu yang saya buat, lalu sudah saya rilis dan sedang dalam proses rilis.


Lagu kedelapan. Lampu Kota. Ada keraguan untuk merilis lagu ini, karena masih pandemi, ketika banyak orang masih bekerja dari rumah. Namun, keraguan itu tertepis segera setelah melihat grafik derajat mobilitas Google yang mulai merangkak naik dan mendengar berita banyak orang mulai bekerja kembali. Lagu ini berkisah tentang ungkapan perasaan saya. Terilhami oleh situasi ketika pulang kantor dari bilangan Kuningan Jakarta ke tempat tinggal saya di daerah perbatasan Jakarta Tangerang. Saya yakin banyak juga yang merasakan hal yang sama, terutama komuter, busway-er, bahkan yang mengendarai kendaraan pribadi di Jakarta.


Lagu ketujuh. Maaf. Ini lagu begitu berkesan buat saya, karena aransemen dan pemantapan liriknya hanya dibuat dalam semalam. Tepatnya sehari sebelum lebaran 2020. Hasilnya? Saya sendiri jatuh cinta dengan lagu ‘Maaf’. Berkisah tentang seseorang yang meminta maaf atas kesalahan yang dia perbuat. Untuk kerabat, sahabat, dan tak terkecuali siapa pun jua yang pernah dia tak sengaja ataupun sengaja melakukan kesalahan. Kolaborasi saya lakukan juga di lagu ini bersama Bang Sahat Hutajulu. Senior saya dulu di Paduan Suara Mahasiswa ITB. Enjoy the song here ya, guys!


Lagu keenam: Until Tomorrow. Rilis tanggal 14 Mei 2020. Lagu ini berbahasa Inggris. Terinspirasi dari hashtag Instagram yang trending beberapa bulan lalu akibat pandemi COVID-19, yaitu #untiltomorrow. Tantangan terbesar dalam menulis lagu ini adalah bahasa. Apakah liriknya sudah sesuai English grammar atau belum. Apakah diksi cukup tepat atau tidak. Beruntung ada istri saya yang jago bahasa Inggris. IELTS nya aja 8 dari 9, gimana nggak jago? Sementara saya? Jangan ditanya. Nanti kaget! hehe.


Lagu kelima: Menunggu. Rilis April 2020. Sebenarnya lagu ini sudah saya buat sekitar bulan Februari 2020. Hanya saja, karakter suara saya sepertinya kurang cocok menyanyikan lagu sedih. Maka datanglah Rahmat Syahputra, seorang penyanyi berbakat yang saya temui di IYKRA. Karena suka nyanyi, saya ajak dia untuk collabs. Dan, benar saja! Saya kirim dia iringan nya. Dalam waktu sehari langsung jadi dengan begitu manisnya. Banyak lho yang suka lagu ini. Penasaran? Silakan play sneak peak lagu Menunggu di bawah ini. Saya mengeluarkan tiga versi lagu. Satu lagu dengan vokal, dua versi lainnya instrumental (Piano only dan full band). Saya sarankan langsung ke platform digital musik favoritmu, ok?

Lagu keempat. Nasihat Orang Tua. Di saat wabah Corona melanda seluruh dunia, ruang gerak kita terbatas. Banyak orang sulit untuk bertemu tetangga, bahkan keluarga dekat. Orang tua kita yang biasa dikunjungi oleh anak-anaknya terpaksa kita tunda dulu. Di lirik lagu ini, saya mencoba me-remind nasihat orang tua yang sudah pernah saya dapatkan. Irama hip hop dan R&B serta rap semoga menyegarkan dan menambah semangat menjalankan aktivitas, meskipun di rumah saja.


Lagu ketiga. Happy Anniversary. Lagu ini saya buat dalam rangka ulang tahun pernikahan saya yang keenam. Begitu banyak peristiwa yang saya alami bersama dengan istri saya tercinta, sehingga layak sekali untuk dibuat lagu. Bisa juga kalian bagikan kepada yang terkasih pada hari ulang tahun pacaran atau pernikahan kalian. This song, love is yours!


Lagu kedua. Tahun Baru. Lagu ini rilis akhir tahun 2020. Bercerita tentang permenungan kita akan tahun yang sudah berjalan. Apakah ada hal-hal yang belum atau sudah kita capai.


Lagu Pertama. Selalu Bersyukur. Lagu ini merupakan lagu pertama yang dirilis di Spotify, Apple Music, dan beberapa platform streaming musik lainnya. Selamat mendengarkan dan menikmati! 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *