JAWABAN HUMOR TEBAK-TEBAKAN TENTANG ALKITAB

Tantangan Menulis Hari ke-164

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

open book
Alkitab

Kemarin saya membuat tulisan tentang

INSPIRASI HUMOR TEBAK-TEBAKAN TENTANG ALKITAB

Pertanyaannya adalah:

Delapan Huruf, huruf kedua A, huruf keempat T.

Semua akan indah pada …

_ A _ T _ _ _ _

Jawaban yang paling umum adalah WAKTUNYA.

Ternyata bukan, saudara-saudara. Jawaban yang benar adalah: HAL TIDAK.

Semua akan indah padahal tidak.

Hmmm, betul kan?

Kalau semua indah-indah, nggak akan berwarna hidup Anda 🙂

Kalideres, 12 September 2021.

LAKUKAN INI BUAT YANG BARU MULAI HOBI MENGGAMBAR

Tantangan Menulis Hari ke-157

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Istri dan anak saya beberapa hari yang lalu sedang asyik-asyiknya menemukan hobi yang sama. Apa itu? Ya… menggambar.

Mereka berdua sekarang suka menggoreskan pena atau pensil ke dalam kertas-kertas kosong.

Dibantu oleh seorang guru muda belia dari kreasita, mereka menghasilkan beberapa karya.

Ini dia salah satu hasilnya. Seru, ya?

Kalideres, 5 September 2021

MEMECAHKAN ANAGRAM

Tantangan Menulis Hari ke-120

Oleh Bernardus Ari Kuncoro

Tahukah Anda apa itu anagram? Bukan Instagram, ya!

Well, anagram adalah kata yang terbentuk dengan cara menyusun kembali huruf-huruf dari sebuah kata lain atau sejumlah kata (Hartoko, 1985). Dalam salah satu episode di Start-Up dikisahkan sepasang kakak beradik software developer kembar yang menyuntikkan ransomware ke dalam suatu program agar si empunya program memberikan tebusan dalam bentuk sejumlah uang. Di dalam ransomware tersebut ada kode yang dituliskan dengan anagram. 

Mari kita pecahkan anagram berikut. 

Dirty Room. Petunjuk: sebuah asrama (Bahasa Inggris). 

Japing Honey. Petunjuk: nama lakon pria dalam Start-Up yang menyukai Soe Dal Mi, tetapi tidak bisa menikahinya, lantaran sudah keduluan Nam Do San.

India Nose. Salah satu negara Asia terbesar.

Dan seterusnya.

Pernah terbit di sini pada Desember 2021.

Kalideres, 28 Juli 2021

SIKAP JANTELAGEN: RAHASIA ORANG SWEDIA CIPTAKAN LAGU HITS

Tantangan Menulis Hari Ke-94

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Akhir pekan di penghujung Juni. Saya dan keluarga menghabiskan waktu menonton sebuah tayangan di Netflix. Dokumenter musik yang sangat menarik. Judulnya This is Pop, episode: Stockholm Syndrome.

Di dalamnya terdapat serangkaian cerita unik. Yang bisa bikin saya ‘wow’!

Mereka adalah orang-orang di balik layar dalam bermusik-nya Britney Spears, Boyband NSync, Boyzone, dll. Jika dikristalkan, mereka ternyata kebanyakan dari negara Nordik khususnya Swedia.

Salah satu nama pencipta lagu yang paling berkibar adalah Max Martin. Ini menurut saya orang yang keren banget. Bisa menelurkan 24 lagu hits dan menjadi nomor satu di Billboard.

Sebut saja tiga lagu diantaranya adalah Baby One More Time (Britnery Spears). It’s Gonna Be Me (NSync). Dan, I Want It That Way (BackstreetBoys).

Di dalam salah satu wawancara, beliau bilang bahwa perlu waktu dua tahun untuk ‘hustle’. Mempelajari pola dan apa sih sebenarnya song production itu. Kurang lebih sama lah ya dengan konsep 10 ribu jam yang dituliskan Pak Malcolm di ‘Outliers’.

I didn’t even know what a producer did, I spent two years–day and night–in that studio trying to learn what the hell was going on.
—Max Martin, 19 March 2001

Selain Max Martin, banyak juga pencipta lagu yang berasal dari Swedia dan menelurkan karya-karya terkenal mereka di industri musik Amerika Serikat.

Kelihatan bahwa ikatan kekeluargaan mereka kuat sekali.

Kalau ranah orang Indonesia, orang-orang Swedia ini kayak orang Jawa Timuran, yang hijrah ke Jakarta. Sebut saja Ahmad Dhani, Baby Romeo, dan Anang Hermansyah. Mereka adalah musisi yang piawai bikin lagu jadi enak dan nge-hook pada tahun 90-an atau 2000-an.

Well, sekarang saya mengerti dan nggak heran, jika Spotify berasal dari Swedia. Orang-orang di balik layarnya ada musisi-musisi gokil.

Satu rahasia yang diungkap dalam dokumenter tersebut adalah etos kerja mereka yang sangat baik. Tidak ‘sombong’.

Semboyan mereka adalah: “Jantelagen”. Apa itu Jantelagen?

Anda tidak sepatutnya bilang ke orang-orang seberapa keren dan bagus Anda. Biarkan karya Anda dan orang-orang yang tersentuh dengan karya Anda-lah yang berbicara.

Kalideres, 2 Juli 2021

NYOBAIN INSTAGRAM REELS

Tantangan Menulis Hari ke-86

Oleh Bernardus Ari Kuncoro

Seolah tak mau ketinggalan momentum. Dan, kebetulan saya ditugaskan oleh kantor untuk menjajaki posisi baru, sebagai Head of Creative Content. Saya jajal ini fitur Instagram Reels. Alias TikTok-nya Instagram.

Seru juga yah. Belasan lagu yang selama pandemi ini bikin bisa langsung ada di situ.

Pagi ini saya langsung update IG. Di HP Huawei belum bisa langsung muncul fitur tersebut. Lalu saya gunakan HP Samsung, dan tara…. bisa!

Bedanya dengan TikTok adalah, fitur-fitur filternya lebih familiar. Dan pastinya, karena banyak teman di IG, jadinya ya bisa lebih merasa berada di rumah sendiri.

Ini dia IG Reels pertama saya. Dengan lagu, “Selalu Bersyukur.”

Kalideres, 24 Juni 2021

TIGA TEBAK-TEBAKAN RECEH

Tantangan Menulis Hari ke-57 Batch Kedua

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Beberapa tahun lalu, sebelum masa Korona tiba, saya membuat suatu video tebak-tebakan receh. Mengapa bisa timbul keisengan seperti itu? Mengingat cukup banyak waktu kosong yang saya miliki saat menempuh perjalanan rutin penuh perjuangan luar biasa dari barat ke tenggara Jakarta dan sebaliknya.

Selama lebih dari enam tahun, selama hari kerja (Senin – Jumat) saya menyetir dan berjibaku di antara hutan beton ibukota. Seringnya macet. Jarang sekali lancar jaya. Mau berangkat ke tempat kerja saja mesti buka Google Map. Cari jalur yang tercepat agar tidak lebih dari dua jam. Seringkali saya berdoa agar diberikan tempat kerja yang dekat dengan rumah. Sebagai solusi dari ketidaknyamanan ini.

Kadang rasa rindu kembali ke zaman SD dan SMP. Pergi ke sekolah hanya jalan kaki atau naik sepeda BMX. Atau pada saat menjadi TKI di Makati City, Philippines 8-10 tahun lalu. Mau kerja tinggal nyeberang persis, di 111 Valero Street, Globe Telecom. Namun, mesin waktu belum ditemukan, bro! Butuh reinkarnasi Einstein, nampaknya.

Doa saya ternyata dikabulkan Tuhan dengan cara yang tidak terduga-duga. Saya takjub. Mungkin karena saking banyaknya orang yang berdoa demikian ya. Jutaan commuters! Agar mereka juga diberikan kemudahan bisa fleksibel kerja dari rumah.

Saat virus Korona dinyatakan menyerang bumi sebagai pandemi, sebagian besar perusahaan mewajibkan Work From Home (WFH). Bukan dekat lagi lokasi kerja dari rumah. Sekarang benar-benar di rumah.

Selama empat belas bulan terakhir ini, TIDAK terbersit pun dalam pikiran bahwa saya kangen macetnya Jakarta. Bahkan, kalau mau WFO pun, pikir tujuh kali tujuh kali tujuh. Pengin mempertahankan WFH sampai akhir hayat. Atau minimal hybrid, lah.

Well, balik lagi ke judul. Tebak-tebakan ini terinspirasi dari beberapa sumber. Mau cari sumbernya, semuanya anonim. Semoga yang membuat ketiga tebak-tebakan pertama kali ini sejahtera dan diberkati Tuhan YME.

Selamat menikmati! Jangan lupa senyum hari ini. Dan, selamat Hari Waisak bagi yang merayakan!

Kalideres, 26 Mei 2021

BERAPAKAH HARGA JUAL SI PUTIH?

Tantangan Menulis Hari ke-28 Batch Kedua

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Diilhami dari kisah nyata sebelumnya, akhirnya saya membuat soal matematika ini untuk Anda.

Pada hari Minggu, Pak Kun menjual mobil bekas Toyota Agya AT 1G TRD Sportivo Bensin di salah satu layanan penjualan mobil instan OLX Auto. Berdasarkan rekomendasi di aplikasi, kisaran harga penawaran ada di angka Rp 69 juta s.d. Rp 79 juta. Namun, pada saat mobilnya diinspeksi, harga yang ditawarkan jauh lebih rendah daripada batas bawah penawaran di aplikasi. Akhirnya Pak Kun rela menjual dengan angka X juta. Masih lebih rendah dari 69 juta. Oiya, pada saat itu waktu menunjukkan pukul 3 sore. Pak Kun belum makan siang dan kondisi kepala nyut-nyutan.

Selasa pagi Pak Kun mengecek plat mobil dan ingin memblokir kepemilikan. Agar apa? Supaya tidak kena pajak progresif. Tetapi ada angka yang menjadikan penasaran Pak Kun makin tinggi. Apa itu? Di situ tertera harga mobil sebesar Rp 83 juta. Berapakah harga jual (X) yang disepakati Pak Kun?

Angka persentase dapat Anda catut dalam perhitungan. Ada di tulisan sebelumnya.

Selamat mengerjakan! Silakan tulis jawabannya di kolom komentar, kalau Anda tidak ada kerjaan.

Kalideres, 27 April 2021

CUKUP ASAL TAHU SAJA, BRO!

Tantangan Menulis Hari Ke-27 Batch Kedua

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Disclaimer: Tulisan ini adalah hasil pengalaman nyata penulis saat jual mobil bekas. Di dalamnya terdapat pula opini dan perasaan bergejolak, meskipun sudah diusahakan tidak hiperbolis. Bisa saja ini tidak relevan dengan Anda. Jadi, tetaplah skeptis!

Pertengahan April 2021. Si Putih Toyota Agya TRD Sportivo Bensin yang dibeli hampir tujuh tahun silam beberapa hari ini terlihat sangat seksi. Putih kinclong, habis dipoles dari salon. Siap-siap saya jual, sambil menimbang-nimbang pilih cara yang mana. Pakai cara tradisional atau cara instan.

Bikin Mi Sendiri, Ini Dia Tipsnya | Republika Online
Kata orang, yang instan itu hanyalah mie instan, eh ternyata ada juga jualan mobil instan. Sumber dari sini.

Cerita sekilas tentang sejarah Si Putih. Pada 2014 kami beli gress pada angka 110 juta. Saya ingat betul papa mertua (Almarhum) yang mengusulkan untuk membeli satu lagi unit alat transportasi. Mengapa? Ya, karena butuh. Mengingat saya pakai untuk berkendara ke kantor di bilangan Jakarta Selatan. Satunya lagi untuk istri melayani pasien di Rumah Sakit atau mengajar di Universitas.

Lantas, dua pilihan saya kala itu jatuh pada Brio atau Agya. Akhirnya saya pilih Agya karena mau mencoba merek selain Honda, mengingat dua mobil yang sempat saya rawat sebelumnya saat itu adalah Honda City (2008) dan Honda Mobilio e-CVT(2014). Entah kenapa, saya kok merasa happy dengan Honda. Pengalaman pertama membeli mobil di Manila pada 2011, kesan kece badai priyayi pada Honda City memang susah hilang dari hati.

Jujurly, seminggu ini saya merasa ogah-ogahan untuk jual, karena memang banyak memori. Salah satunya adalah menjadi saksi bisu lagu ini tergubah ketika melewati jalanan padat nan merayap sore hari pulang kantor. Pernah di awal-awal menginjakkan gas dan rem Si Putih di belantara jalanan Jakarta, saya pe-de sekali untuk mencari jalan alternatif saat pulang kantor. Namun, akhirnya terjebak dalam suasana ‘pasar kaget’ di sekitaran Central Park, Tanjung Duren. Kejadian ini tidak hanya sekali. Tetapi dua atau tiga kali. Sampai pada akhirnya saya menyerah. Tidak lagi lah cari jalan lain. Ujung-ujungnya lebih lama.

Bazar Minggu, Pasar Kaget yang Bikin Kaget - Kompasiana.com
Situasi pasar kaget: Note: Hanya ilustrasi saja. Sumber dari sini.

Apalah artinya memori itu kalau ujung-ujungnya menggendoli masa depan dan masa kini? Setelah seminggu merenung dan memandang Si Putih seksi, saya pun berkomitmen untuk jual. Papa mertua juga meninggalkan Honda City. Beda kelas lah, ya rasa berkendara antara Agya vs City (Sedan)? Hihi.

Saya akhirnya memilih cara jual secara instan lewat olx auto (Dulu Belimobilgue.co.id). Mengapa? Mengingat pandemi. Saya malas negosiasi dengan berbagai pihak. Kalau saya jual ke lingkaran pertemanan, agak riskan kalau ada hal-hal yang tidak beres dengan mobil. Ujung-ujungnya merasa guilty dan harus ngasih garansi.

Well, ada kurang lebih 4 langkah. Apa saja?

  1. Booking kunjungan lewat olx.co.id, pilih Anda dikunjungi di rumah atau Anda sendiri yang ke store. Saya pilih ke store pada jadwal yang sudah ditentukan.
  2. Mobil diinspeksi selama 1.5 jam
  3. Keluar harga, saya bisa negosiasi
  4. Selama 30 menit akan ditawarkan ke rekanan sejumlah 2000-an. Jika terjual, langsung ditransfer ke rekening saya, dan saya mendapatkan dokumen penjualan untuk blokir kepemilikan. Namun, jika tidak terjual ada garansi 3 hari untuk pulang tanpa inspeksi. Anda sambil bisa mikir-mikir menurunkan harga.

Pada langkah ketiga, Anda harus mulai keluarkan jurus seni berjualan Anda. Kenapa? Karena Anda mesti lihai membandingkan harga di pasaran. Jangan seperti saya yang akhirnya memberi harga terlalu murah.

Mengapa akhirnya saya tahu harga saya terlalu murah? Setelah saya cek plat nomor saya dua hari setelah penjualan di Samsat, https://samsat-pkb2.jakarta.go.id/, terlihat bahwa harganya terpaut sangat signifikan. Di situ tertulis harga 27,7% lebih mahal dari yang saya dapatkan.

Gigit jari? Nggak sih. Cukup asal tahu saja. Lain kali saya mesti hati-hati untuk pasang harga. Anda juga, ya!

Eaaaa, daripada jadi ganjalan, saya akan buat soal matematika dari problematika ini. Akan tersedia di tulisan selanjutnya.

Kalideres, 26 April 2021

EBONY AND IVORY

Tantangan Menulis Hari ke-14 Batch Kedua

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Salah satu musisi yang saya anggap jenius dan memiliki citarasa melodi yang unik adalah Stevie Wonder. Karya paling dahsyat yang pernah beliau rilis menurut saya adalah “Overjoyed”, “I just called to say I love you”, dan “Ebony and Ivory”.

Ketiga lagu itu lekat dalam telinga saya sampai saat ini. Melodinya bikin saya tidak bisa lepas dari bayangan beliau yang piawai memainkan instrumen meskipun ada kekurangan dalam indera penglihatannya dengan ciri khasnya menggunakan kaca mata hitam.

Well, sesuai dengan judul tulisan ini, yuk, kita bahas makna reffren lagu Ebony and Ivory!

Ebony and ivory live together in perfect harmony
Side by side on my piano keyboard, oh Lord, why don’t we?

Kurang lebih arti dari bait lagu di atas adalah sebagai berikut.

Eboni dan gading gajah, hidup bersama dalam keharmonisan
Berdampingan seperti piano, keyboard. Oh Tuhan, kenapa kami sebagai manusia tidak bisa demikian?

Anda tahu Eboni? Mungkin di antara Anda baru mendengar nama ini, karena jarang melihat. Eboni (Diospyros celebica Bakh.) adalah nama pohon penghasil kayu yang cantik dan mempunyai nilai komersial tinggi, yang termasuk dalam marga Diospyros L. dari suku Ebenaceae. Kalau gading gajah? Ya, pasti tahu ya.

Striped Ceylon Ebony Turning Square (12" x 1-1/2" x 1-1/2") – Cook Woods
Kayu Eboni
Ivory - Wikipedia
Ivory

Dalam lagu Ebony and Ivory, Eboni dianalogikan untuk ras kulit hitam, sementara gading gajah adalah ras kulit putih.

Berdasarkan sejarah Amerika, seratus tahun lalu, sikap rasis masih sangat kental. Dan, hal tersebut menggugah Stevie Wonder dan Paul McCarthy menulis lagu ini. Dengan harapan dapat mengajak pendengar lagu agar bisa berdampingan hidup dengan harmonis tanpa memandang ras. Eboni dan gading gajah yang terwakili tuts keyboard atau piano warna hitam dan putih saja menghasilkan keharmonisan, kenapa kita tidak?

Simak penggalan video klip berikut. Pahamilah arti liriknya. Saya harap, pelan-pelan Anda akan makin bijaksana dalam memandang hidup. Supaya urip tetap murup.

Ebony and Ivory by Paul McCartney and Stevie Wonder

Tiga hari kemudian, saya tidak kuasa untuk mengambil gitar, mencari chord dari internet, dan memainkan reffren nya. Hasil rekamannya bisa dilihat di sini. Hihi. Selamat menikmati!

Kalideres, 13 April 2021 dan diperbaharui pada 16 April 2021.