MENGGAMBAR SAMBIL BERNYANYI

Tantangan Menulis Hari ke-103

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Waktu kecil, saya pernah diajari oleh seorang guru. Bernyanyi demikian sambil memegang pensil dan menggambar.

lingkaran kecil, lingkaran kecil, lingkaran besar

diberi pisang, diberi pisang, lalu dimakan

enam, enam, tiga puluh enam

enam, enam, diberi sudut.

Lagu lingkaran kecil lingkaran Besar

Bagaimana dengan Anda? Pernahkah?

Hmm… tiba-tiba dalam pikiran saya, terhenyak beberapa baris angka-angka berikut.

3 3 3 0 1 8 (tiga tiga tiga kosong… satu delapan)

3 3 3 0 1 8 (tiga tiga tiga kosong… satu delapan)

3 3 3 0 1 8 (tiga tiga tiga kosong… satu delapan)

1 7 1 = 3 bunga (satu tujuh satu sama dengan tiga bunga)

Penasaran dengan hasilnya?

Coba dikreasikan. Sudah ada clue nya di akhir lirik.

Kalideres, 11 Juli 2021

BICARA TENTANG LITERASI DATA

Tantangan Menulis Hari ke-102

Oleh Bernardus Ari Kuncoro

Di era data-driven seperti sekarang, tenaga kerja yang bergerak di bidang manapun, terutama bisnis dan teknologi mesti paham tentang bagaimana menggunakan data untuk mengambil keputusan dengan cepat dan lincah.

Seperti yang Anda ketahui, saat ini kita dibanjiri dengan data yang begitu banyak. Aliran datanya pun super cepat.

Sebagai organisasi, terutama yang berorientasi profit, ada tren yang menunjukkan bahwa model operasi dan pengambilan keputusan berbasis data-lah yang lebih dilirik.

Hal ini berdampak pada kebutuhan adanya literasi data yang menjadi budaya dan aspek integral pada karyawan dalam pekerjeaan mereka sehari-hari. Mulai dari C-level hingga staff.

Yang lebih penting lagi, khususnya pekerja yang berada di garis terdepan lah yang perlu dibekali oleh keahlian yang mumpuni untuk membuat keputusan yang penuh dengan insight.

Well, ketika Anda berbicara tentang literasi data untuk karyawan, jangan buru-buru menghakimi bahwa kemampuan ini hanya terkait hal-hal teknis semata. Tidak mesti juga harus sampai pada keahlian data yang super dalam yang mesti dimiliki data scientist.

Literasi data minimal yang sebaiknya dimiliki adalah sebagai berikut:

  1. Kemampuan membaca, bekerja, mempertanyakan, dan menganalisis data.
  2. Pengetahuan tentang bagaimana menggunakan data untuk bercerita, menyajikan alasan, dan mempengaruhi
  3. Kemampuan untuk membuat keputusan yang selaras dengan tujuan bisnis berdasarkan insight data
  4. Menggunakan data sebagai pemercepat untuk efisiensi, personalisasi, pemecahan masalah, dan inovasi.

Kalideres, 10 Juli 2021

Diterjemahkan dan disadur dari Ebook Coursera

BUAT KAMU YANG SUKA BACA

Tantangan Menulis Hari ke 101

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Hello Sobat pembelajar data,

Apa kabar? Semoga kalian dalam keadaan sehat, ya.

Bagaimana progress belajar data-nya? Mudah-mudahan makin bersemangat dan menggebu-gebu.

Oiya, kemarin saya baru saja membuat polling di IG. Ingin tahu kegiatan mana yang lebih disukai teman-teman: menonton atau membaca.

Dapat dikatakan hanya 3 dari 10 orang teman-teman saya di media sosial lebih suka membaca.

Hmmm… Jangan khawatir para pencinta kegiatan membaca. Untuk menghibur kamu, supaya pembelajaran kamu lebih afdol, kamu bisa pre-order versi buku Lima Dasar Data Science untuk Pemula di Tokopedia (mripatstore). Saat ini sedang proses cetak lagi untuk ketiga kalinya ukuran yang lebih kecil (A5).

>>>>>>>>>>KLIK DI SINI UNTUK PRE-ORDER BUKU<<<<<<<<<

Pesan buat hadiah teman-teman kamu juga boleh, kok! 

Stay healthy! 

BR,

Ari

TUTORIAL MEMBUAT GRAFIK PETA DI EXCEL

Tantangan Menulis Hari ke-100 (Batch Kedua)

Oleh Bernardus Ari Kuncoro

Beberapa hari yang lalu saya membuat sebuah video singkat 30 detik di IG Reels. Tujuannya adalah memperkenalkan kepada Anda yang belum tahu. Bahwa di Excel, Anda bisa membuat grafik peta dengan warna, atau istilah Inggrisnya: cloropleth map.

Bagaimana caranya? Yuk, disimak.

Bahan:

Dataset berupa excel. Saya ambil dari BPS laman ini.

Tangkapan layar Laman BPS untuk mengunduh dataset kependudukan Indonesia 2020

Alat:

  1. Microsoft Excel. Minimal versi 2019. Saya pakai Microsoft Excel 365 di Mac.
  2. Internet yang kenceng, karena peta yang dipakai oleh Excel ini adalah peta Bing.

Langkah-langkah:

  1. Unduh data dari BPS. Tautan sudah disediakan di atas.
  2. Buka file dengan Microsoft Excel.
  3. Bersihkan data.
    • Ganti (Find and replace) spasi dengan karakter kosong
    • Ganti (Find and replace) koma dengan titik (pastikan dulu, konvensi desimal memang menggunakan titik)
    • Hilangkan karakter x di salah satu cell.
    • Insert > Table (Ada header di tabel kita).
  4. Format Kolom Lokasi (dalam hal ini provinsi) dengan cara select kolom Provinsi, klik Data, lalu pilih Geography.
  5. Select kolom provinsi dan lainnya, dalam hal ini kepadatan penduduk. Lalu Insert > Maps
  6. Percantik grafik untuk mengatur warna kepadatan. Dalam hal ini dilakukan dengan klik kanan pada peta, format data series, dan ganti gradient style dengan diverging. Hijau (50). Kuning (100). Merah (100)

Lebih jelasnya, bisa Anda lihat pada IG Reels berikut. Saya edit kecepatan videonya agar masuk reels 30 detik. Hihi.

Oiya, saya sudah mencoba untuk level kabupaten / kotamadya, namun belum bisa untuk saat ini.
Tangkapan layar excel untuk mencoba apakah level kabupaten/kotamadya juga sudah menjadi fitur.

Dan, buat Anda yang nggak mau ribet, bisa support saya dengan membeli file excel di sini.

Jika ada pertanyaan, bisa ditulis di kolom kementar. Selamat berkarya!

Kalideres, 8 Juli 2021

ULAR TANGGA

Tantangan Menulis Hari ke-99

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Malam semakin larut. Pukul sembilan lebih. Kami bertiga usai makan.

Lantas, Kirana kami ajak untuk bermain ular tangga. Permainan masa kecil yang dulu saya sering lakukan.

Permainan gameboard ini kami peroleh dari kakak kami, Ci Yayang dan Ko Dedy yang saat ini berdomisili di Singapura. Mereka memberikan hadiah permainan ini.

Bentuknya kokoh, dari kayu. Merupakan salah satu dari tiga macam permainan papan di dalam kotak. Terdiri dari kotak-kotak angka 1 s.d. 100 dengan adanya hiasan tangga-tangga dan ular-ular pendek panjang.

Satu ronde kami lakukan dan Kirana sangat girang. Mengapa? Karena pada malam itu dia menang! Berhasil mengalahkan kami berdua. Saya dan istri.

Girangnya, bukan kepalang.

Kalideres, 7 Juli 2021

LEKAS SEMBUH, YA! DOAKU UNTUKMU

Tantangan Menulis Hari ke-98

Oleh Bernardus Ari Kuncoro

Tidak hanya anak saya yang membuat karya seni dengan tujuan menyemangati yang sedang sakit. IYKRA, tempat saya bekerja juga mempersembahkan kreasinya. Mengajak berdoa untuk kesembuhan teman-teman yang sedang sakit.

Semoga kalian bisa segera beraktivitas seperti biasa.

Amin.

Dibuat dengan Visual Studio Code. Bahasa Pemrograman Python 3. Dan dipoles oleh tim Creative Content IYKRA.

Terinspirasi dari postingan IG Bapak2id.

Lekas Sembuh!

Kalideres, 6 Juli 2021

CEPAT SEMBUH, BUDHE

Tantangan Menulis Hari ke-97

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Sore menjelang petang. Matahari sudah tidak terlalu tampak. Agak mendung. Kelabu.

Hanya kami berdua. Saya masih menyelesaikan beberapa pekerjaan. Sementara anak saya sedang asyik-asyiknya menggambar.

Saya takjub melihat hasil karyanya. Dari spidol tiga warna. Ungu, hijau dan hitam. Digoreskannya di atas spon.

Well, gambar ini kami kirim sebagai ucapan agar kakak saya cepat sembuh dari sakitnya.

Semangat Budhe!

Kalideres, 4 Juli 2021

CARA MEMBUAT DROP DOWN LIST DI GOOGLE SHEET

Tantangan Menulis Hari ke-96

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Enam bulan belakangan saya rajin mencatat pengeluaran harian. Saya tulis di Google Sheet. Supaya apa? Tujuannya agar tahu spending kami ke mana saja.

Proses pencatatan itu membutuhkan kedisiplinan tigkat dewa, memang. Kadang-kadang juga memakan waktu yang tidak sedikit. Meski demikian, saya coba untuk ‘memaksakan’ diri. Supaya nggak penasaran.

Dalam proses pencatatan itu, saya mengkategorikan pos-posnya apa saja. Misalkan, kategori makanan, gaji, transportasi, keperluan anak, dll.

Bagaimana caranya agar kategorisasi rapi dan bersih? Tidak perlu lagi kegiatan data cleansing yang melelahkan.

Gak mau dong, pas bikin pivot di akhir, Anda mesti membersihkan kategori Makan, Makanan, Food? Padahal ketiganya memiliki makna yang sama. Kategori yang tidak berbeda.

Baiklah. Supaya nggak capek, berikut ini adalah video pendek dibuat untuk membantu Anda membuat kategorisasi agar lebih efektif dan efisien.

Selamat mencoba!

Kalideres, 4 Juli 2021

OBROLAN TENTANG MACHINE LEARNING DI BANK RAKYAT INDONESIA

Tantangan Menulis Hari ke-95

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Hai Para Data Enthusiasts,

Saya akan menemani Mas Risal Andika T. berdiskusi dalam acara #TalksON41 IYKRA X BRI: Optimasi Uang Kas di Kantor Cabang Bank BRI Menggunakan Prediksi Machine Learning

Yuk, dicatat tanggalnya!

🗓 Kamis, 8 Juli 2021
⌚️ Pukul 7 – 8 malam

*

Kurangnya efisiensi dalam pengelolaan uang tunai yang beredar di lapangan, khususnya di unit kerja dapat meningkatkan biaya operasional dan hilangnya potensi penggunaan uang tunai untuk bisnis perbankan BRI.

Untuk mengatasi itu, tim Enterprise Data Management BRI membangun sebuah model berbasiskan Machine Learning yang dapat memberikan rekomendasi pengelolaan uang tunai sehingga diharapkan mampu menekan biaya operasional dan mengurangi hilangnya kesempatan bisnis BRI dalam penggunaan uang tunai.

Penasaran bagaimana cara membuatnya? Mari kita saksikan dan diskusikan di #TalksON41 IYKRA x BRI bersama Risal Andika Tridisaputra (Data Science Product Manager BRI) dan dimoderatori oleh Ari Kuncoro (Head of Analytics Center of Excellence IYKRA)

Apa saja yang akan dibahas?
1. Bagaimana cara memulai mengidentifikasi suatu masalah yang ditemukan dalam bisnis
2. Bagaimana cara membangun end-to-end solution produk data science
3. Bagaimana tampilan Cash Prediction
4. Bagaimana cara untuk mengevaluasi Prediction Model
5. Machine learning life cycle di bank BRI

Apa yang akan kamu dapatkan?
– e-certificate
– materi presentasi
– Gabung ke grup Telegram Kelas Data by IYKRA

Daftar sekarang, GRATIS di https://bit.ly/talksoniykraxbri

* Kontributor: Tim TalksON IYKRA dan BRI.

Kalideres, 13 Januari 2021

SIKAP JANTELAGEN: RAHASIA ORANG SWEDIA CIPTAKAN LAGU HITS

Tantangan Menulis Hari Ke-94

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Akhir pekan di penghujung Juni. Saya dan keluarga menghabiskan waktu menonton sebuah tayangan di Netflix. Dokumenter musik yang sangat menarik. Judulnya This is Pop, episode: Stockholm Syndrome.

Di dalamnya terdapat serangkaian cerita unik. Yang bisa bikin saya ‘wow’!

Mereka adalah orang-orang di balik layar dalam bermusik-nya Britney Spears, Boyband NSync, Boyzone, dll. Jika dikristalkan, mereka ternyata kebanyakan dari negara Nordik khususnya Swedia.

Salah satu nama pencipta lagu yang paling berkibar adalah Max Martin. Ini menurut saya orang yang keren banget. Bisa menelurkan 24 lagu hits dan menjadi nomor satu di Billboard.

Sebut saja tiga lagu diantaranya adalah Baby One More Time (Britnery Spears). It’s Gonna Be Me (NSync). Dan, I Want It That Way (BackstreetBoys).

Di dalam salah satu wawancara, beliau bilang bahwa perlu waktu dua tahun untuk ‘hustle’. Mempelajari pola dan apa sih sebenarnya song production itu. Kurang lebih sama lah ya dengan konsep 10 ribu jam yang dituliskan Pak Malcolm di ‘Outliers’.

I didn’t even know what a producer did, I spent two years–day and night–in that studio trying to learn what the hell was going on.
—Max Martin, 19 March 2001

Selain Max Martin, banyak juga pencipta lagu yang berasal dari Swedia dan menelurkan karya-karya terkenal mereka di industri musik Amerika Serikat.

Kelihatan bahwa ikatan kekeluargaan mereka kuat sekali.

Kalau ranah orang Indonesia, orang-orang Swedia ini kayak orang Jawa Timuran, yang hijrah ke Jakarta. Sebut saja Ahmad Dhani, Baby Romeo, dan Anang Hermansyah. Mereka adalah musisi yang piawai bikin lagu jadi enak dan nge-hook pada tahun 90-an atau 2000-an.

Well, sekarang saya mengerti dan nggak heran, jika Spotify berasal dari Swedia. Orang-orang di balik layarnya ada musisi-musisi gokil.

Satu rahasia yang diungkap dalam dokumenter tersebut adalah etos kerja mereka yang sangat baik. Tidak ‘sombong’.

Semboyan mereka adalah: “Jantelagen”. Apa itu Jantelagen?

Anda tidak sepatutnya bilang ke orang-orang seberapa keren dan bagus Anda. Biarkan karya Anda dan orang-orang yang tersentuh dengan karya Anda-lah yang berbicara.

Kalideres, 2 Juli 2021