JANUARI, HUJAN TERUS SABAN HARI

Tantangan Menulis Hari ke-165

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Hujan. Hujan. Hujan. Biasanya sering terjadi di penghujung atau awal tahun. Tak terkecuali tahun 2021 yang kesannya masih penuh dengan liku-liku. Meski derajat mobilitas menurun bahkan sampai nol karena pandemi, pasti ada saja hal-hal yang bisa disyukuri. Atau diambil sisi-sisi yang baik.

Sisi positifnya, musim ini membantu menyegarkan makhluk hidup. Termasuk tanaman. Uap air yang dibawa oleh tiupan angin dari lautan ke daratan, lantas turun menjadi hujan, mampu menghijaukan dedaunan. Memberi harapan akan hidup-hidup yang baru.

Jika aku menyempatkan diri untuk cuci mata di taman sekitar rumah, rerumputan makin ijo royo-royo. Bagaikan lapangan golf mini tanpa harus perawatan ekstra. Membuat siapa pun yang memandangnya terpana.

Hujan terus saban hari. Itulah bulan Januari. Kiranya Tuhan memberkati Anda semua, khususnya kepada para pembaca yang sedang serius sekali. Hihi.

Kalideres, 12 Januari 2021

HUJAN HUJAN HUJAN

hujan

Tantangan Menulis Hari ke-161

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Jumat menjelang siang. Habis meeting dengan kolega-kolega IYKRA dan membantu masak kentang goreng sambel ati, aku melanjutkan pekerjaan. Di depan desktop ‘buah apel’ sambil ditemani oleh ananda. Kuputar lagu buatan sendiri mengiringi pekerjaan, berjudul “Hujan Hujan Hujan”.

Hujan Hujan Hujan

Dari sebuah music distributor tempat aku unggah lagu, DistroKid, ternyata ada hal menarik. Mereka menyediakan alat bantu promosi yang cukup kece. Di sana aku tinggal pilih lagu apa, langsung ter-generate poster yang bisa IG Story Friendly. Ini dia hasilnya.

Gambar promosi lagu terbaru

Cakep, ya? Masih banyak pilihan yang lain mulai dari CD, tema api, kamera, dll.

Ngomong-ngomong tentang lagu, anakku paling anti dengan lagu Hujan Hujan Hujan ini. Mengapa? Karena dia masih beranggapan bahwa hujan yang datang ini disebabkan oleh pemutaran lagu ini. Meskipun dia pernah membaca buku Magic School Bus yang salah satunya menceritakan proses hujan, dia mungkin masih belum paham bahwa hujan itu ada siklusnya. Kalau lagu dimainkan pada musim kemarau, ya… bukan itu penyebabnya. Bisa jadi pada musim hujan berkorelasi, tetapi bukanlah kausatif.

Begini percakapan kami.

Kiran: “Papa, please don’t play that song!

Aku: “Why, dear?

Kiran: “I don’t want it to be banjir. If it is banjir, we cannot go outside!”

Dan hujan masih melanda siang itu.

Kalideres, 8 Januari 2021

MENYELARASKAN OTAK KIRI DAN OTAK KANAN

Tantangan Menulis hari ke 157

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Hujan menyelimuti wilayah Jakarta Barat dan sekitarnya pada Minggu, 3 Januari 2020. Kondisi cuaca ini terkonfirmasi oleh salah satu laman berita Tribun News yang datanya berasal dari BMKG. Prakiraan cuacanya adalah Hujan Lokal pada pagi dan siang hari.

Karena hari hujan, timbul keinginanku untuk menyelesaikan sebuah lagu. Dulu pernah aku buat lagu bertajuk Hujan Hujan Hujan dan diunggah di Soundcloud. Merasa belum sempurna, karena iringannya masih sederhana dan isian suaranya belum penuh, aku belum berani mengunggahnya dengan proper.

Karena desire ini amat kuat, lantas aku buka laptop Mac ber-casing oranye. Command+Space dan ketik “Garag” untuk membuka aplikasi bawaan Mac berlabel Garage Band. Klik dua kali file Hujan Hujan Hujan.band. Lalu edit-edit sedikit. Keluarkan suara-suara yang membuat harmoni. Tidak kurang dari sejam, bereslah lagu ini. Monggo dinikmati sambil ngeteh atau ngopi ditemani dengan merienda* singkong goreng atau Indomie.

Kata Mas Yoris Sebastian, di dalam sebuah podcast besutan Inspigo, seorang penulis buku yang sudah lama berkecimpung di dunia kreatif, otak kiri akan aktif jika digunakan untuk hal-hal yang bersifat eksakta, seperti analitik, matematika, logika, dll. Sedangkan otak kanan akan terasah ketika Anda menggunakannya untuk menyelesaikan pekerjaan yang berhubungan dengan seni dan rasa. Keduanya sebaiknya tetap terus digunakan dengan seimbang.

Kalau aku sekarang, otak kanan masih aku lakukan untuk escape. Bukan sebagai pekerjaan utama. Caranya? Dengan menulis. Lagu. Puisi. Atau cerita sehari-hari di blog ini. Mungkin belum saatnya tiba, hasil karya otak kanan ini akan menjadi hal yang impactful. Tetapi aku yakin suatu saat, waktu itu akan tiba atas izin-Nya. Seperti yang tertulis dalam Doa Tahun Baru ku ini.

Wah, hari ini udah mulai kerja lagi. Siap-siap meeting, bersentuhan dengan angka-angka, algoritma, dan slide-slide presentasi.

Mau tahu dong, bagaimana cara menyeimbangkan otak kiri dan otak kanan versi kamu?

Kalideres, 4 Januari 2020

*merienda adalah sebuah kata dalam bahasa Tagalog yang berarti snack, kudapan atau makanan ringan yang disantap di sela makan berat. Orang Filipina biasanya menyantapnya di antara waktu makan siang dan makan malam. Delapan tahun lalu aku sering diajak Arvi, Don, dan Dino merienda di Jolly Jeep sekitaran Valero Street Makati City.