MEMUDARKAN PERASAAN TIDAK ENAKAN

Tantangan Menulis Hari ke-149

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Hidup terus berputar. Itu hukum alam. Tidak ada yang perlu menyanggah. Dan, sejatinya memang demikian. Ingatkah tentang kejadian Tsunami Fukushima Jepang 2011? Kota yang diduduki 16000 orang saat ini sunyi. Nuklir yang menjadi sumber listrik di sana memancarkan radiasi akibat gempa dan kebocoran. Intinya peradaban yang sudah pernah dibangun di sana sudah digantikan lagi oleh dahsyatnya kekuatan alam. Pelan tapi pasti. Rel kereta mulai berkarat. Tumbuhan-tumbuhan mulai merintis benda-benda yang ada di dalam kota tersebut. Jauh dari rencana yang sudah dibuat.

Manusia juga demikian. Harus berani menerima, jika ada yang salah. Memaafkan jadi langkah selanjutnya. Namun, dalam dunia bisnis ataupun percintaan (apalagi masih pacaran), jika pihak yang salah berulang kali melakukan kesalahan, bodohnya yang memberi maaf kalau terus-menerus memberikan kesempatan melakukan kesalahan. Apa lagi kesalahan yang dibuat adalah yang sama. 

Saatnya move on. Tidak usah merasa nggak enakan.

Jika memang harus ditinggalkan, ya sudah. Masih banyak yang bisa ditemukan. Sebanyak tujuh milyar penduduk dunia atau 270 juta orang Indonesia menunggu. Walaupun yang sesuai kriteria kurang merepresentasikan kenyataan, funnel-funnel yang bisa ‘dipercaya’ di bawah satu digit bahkan nol koma.

Secercah harapan akan ditemukan. Bagi siapa saja yang ingin memaknai hidup ini sepenuhnya.

Ah, saya jadi ingat kata Alfred Adler, seorang psikoterapi Austria yang dibahas secara dialogis antara filsuf dan pemuda di buku “The Courage to Be Disliked”. Di sana dituliskan bahwa akar semua permasalahan adalah hubungan antarmanusia. Akan menjadi problem jika persepsi subyektif Anda yang dibandingkan dengan orang lain itu negatif. Solusinya sederhana namun tidak mudah. Anda harus bisa memisahkan tugas-tugas kehidupan yang dapat Anda kontrol, dari tugas-tugas orang lain. 

Lantas? Ya sudah. Pudarkan perasaan tidak enakan. Tidak perlu menagih-nagih janji apa yang pihak lain sudah pernah diucapkan. Sekali-kali boleh. Tetapi kalau berulang-ulang? Cukup asal tahu saja. Tugas Anda memaafkan dan move on. Hidup akan jadi lebih ringan. Jika setuju, selamat mengaplikasikan ini panduan! 

Yah, kecuali kalau terlalu dalam Anda punya perasaan. Hati-hati Anda dipermainkan. 

Kalideres, 27 Desember 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *