BERBURU DENGAN WAKTU

Tantangan Menulis Hari ke-173

Oleh: Bernardus Ari Kuncoro

Jumat, 15 Januari 2021. Papa mengalami keluhan nyeri dada yang luar biasa. Dituliskan pada WA olehnya dini hari. Kepadaku dan istriku. 

“Ninda n Ari, jantung Papa spt kemarin,” tulis Papa pada pukul 2:53 pagi. 

Pukul 5:30 pagi baru aku baca pesan itu. Kubalas apakah perlu ke IGD seperti minggu lalu. Dijawabnya tidak perlu. Dia akan diskusikan dulu ke dokter senior yang pernah menjadi Dekan dalam mengurus sebuah Fakultas Kedokteran di sebuah lembaga pendidikan tinggi. 

Dari hasil diskusi, diperlukan segera untuk diperiksakan. Aku antar Papa ke sebuah rumah sakit bernama Jakarta Heart Center. Terletak di daerah Kramat, Jakarta. Daerah yang aku lumayan familiar, karena pernah tinggal di sebuah apartemen ketika istriku mengambil PPDS di daerah sana.

Sementara itu istriku menjaga ananda. Mama sedang kurang enak badan, jadilah hanya kami berdua yang berangkat. 

Pukul 10 pagi. Kusiapkan masker dua lapis, penutup rambut, goggles, dan semprotan alkohol untuk jaga-jaga, karena saat ini masih masa pandemi. Segala macam urusan kerjaan kantor terutama e-meeting aku respon “Maybe”. Sempat aku bilang ke tim pada stand up meeting pukul 8:30 tentang berita ini. 

Kulewati beberapa jalan yang lumayan padat. Sampai pada akhirnya mulai merenggang setelah dekat dengan pintu tol Soedyatmo dari Cengkareng ke arah Salemba. Berburu aku dengan waktu. Papa yang jarang sekali mengeluh, selama perjalanan mengeluh hebat nyeri dada dan merasa tidak kuat. 

(Bersambung)

Kalideres, 20 Januari 2021

Wanna support me?

Follow by Email
LinkedIn
Share