DAMPAK NEGATIF MEMUJI ANAK SECARA BERLEBIHAN

Tahukah Anda bahwa memuji anak secara berlebihan dapat membawa dampak negatif?

Memuji anak memanglah hal yang baik dan perlu dilakukan untuk membangun rasa percaya diri dan motivasi mereka. Namun, perlu diingat bahwa memuji anak secara berlebihan dapat membawa dampak negatif, lho. Berikut beberapa dampak negatifnya:

1. Menumbuhkan rasa sombong dan narsisme:

Anak yang terbiasa dipuji berlebihan dapat menjadi sombong dan merasa lebih baik dari orang lain. Mereka mungkin juga menjadi narsis, selalu ingin dipuji dan dikagumi, dan sulit menerima kritik.

2. Menurunkan motivasi belajar:

Jika anak selalu dipuji atas kecerdasan atau bakat mereka, mereka mungkin tidak terdorong untuk berusaha lebih keras. Mereka bisa saja merasa bahwa mereka sudah cukup baik dan tidak perlu belajar lebih lanjut.

3. Melemahkan rasa tanggung jawab:

Anak yang terbiasa dipuji atas pencapaian mereka mungkin tidak belajar untuk bertanggung jawab atas kegagalan mereka. Mereka mungkin menyalahkan orang lain ketika mereka gagal dan tidak mau berusaha untuk memperbaiki diri.

4. Menjadi materialistis:

Anak yang terbiasa dipuji atas penampilan atau harta benda mereka mungkin menjadi materialistis. Mereka mungkin lebih mementingkan barang-barang materi daripada nilai-nilai yang lebih penting seperti kebaikan dan kejujuran.

5. Sulit menerima kritik:

Anak yang terbiasa dipuji berlebihan mungkin sulit menerima kritik. Mereka mungkin merasa terluka atau marah ketika dikritik dan tidak mau belajar dari kesalahannya.

Tips memuji anak dengan tepat juga sudah saya tulis di artikel sebelumnya. Kurang lebih ringkasannya sebagai berikut:

  • Puji usaha dan proses, bukan hanya hasil: Alih-alih memuji anak karena mendapatkan nilai bagus, puji mereka atas usaha dan proses belajarnya. Hal ini akan membantu mereka untuk lebih fokus pada pembelajaran daripada hanya hasil akhir.
  • Berikan pujian yang spesifik: Hindari pujian yang umum seperti “kamu pintar” atau “kamu cantik.” Berikan pujian yang spesifik tentang apa yang anak lakukan dengan baik. Contohnya, “Aku suka bagaimana kamu mewarnai gambar dengan rapi” atau “Aku bangga kamu berani mencoba hal baru.”
  • Gunakan pujian yang tulus: Pastikan pujian yang Anda berikan tulus dan sesuai dengan apa yang Anda rasakan. Anak-anak dapat mengetahui jika Anda tidak tulus.
  • Seimbangkan pujian dengan kritik: Penting untuk memberikan pujian dan kritik secara seimbang. Kritik yang membangun dapat membantu anak untuk belajar dari kesalahannya dan menjadi lebih baik.
  • Jangan bandingkan anak dengan orang lain: Membandingkan anak dengan orang lain hanya akan membuat mereka merasa tidak aman dan tidak percaya diri.

Memuji anak dengan tepat dapat membantu mereka untuk tumbuh menjadi individu yang percaya diri, tangguh, dan berprestasi.

Ingatlah bahwa setiap anak berbeda, dan apa yang berhasil untuk satu anak mungkin tidak berhasil untuk anak lain. Penting untuk memahami kebutuhan dan kepribadian anak Anda masing-masing untuk memberikan pujian yang tepat dan bermanfaat bagi mereka.

Sumber artikel:

Awas, Ini Dampak Negatif Terlalu Sering Memuji Anak – Halodoc

Sering Memuji Anak, Berdampak Positif atau Malah Negatif? – SOA

Wanna support me?

Follow by Email
LinkedIn
Share