Mengarahkan Pola Pikir

Judul Buku: Mindset: The new Psychology of Success

Pengarang: Carol Dweck

Carol S. Dweck, Ph. D. Book: Mindset, the new psychology of success.

Siapa yang tidak ingin sukses? Siapa yang tidak ingin hidupnya memberikan impact terhadap orang banyak? Tentunya sebagian besar pasti mau, ya. Namun, tidak semua orang menyadari bahwa untuk mewujudkannya, kita disarankan untuk mengubah pola pikir kita ke arah yang lebih baik. Yang lebih baik itu seperti apa?

Yang paling saya ingat dalam buku ini adalah pembahasan mengenai dua macam pola pikir. Yang pertama adalah pola pikir tetap (fixed mindset). Yang kedua adalah pola pikir bertumbuh (growth mindset). Kedua pola ini memiliki ciri-ciri tertentu, misalnya pola pikir tetap itu cenderung mencari pujian dari pihak lain. Apabila tidak ada pujian atau justru mendapatkan kritik yang keras, dia tidak bergerak maju. Bisa stagnan, atau mundur. Sedangkan  pola pikir bertumbuh cenderung memiliki motivasi internal, sehingga tidak diberikan pujian pun, mendapatkan kritik sekeras apa pun, pribadi yang memiliki pola pikir bertumbuh akan terus maju. Di samping itu, penulis juga memberikan konsep budaya kerja di kelompok ataupun organisasi, lebih dari sekedar individu. Dengan pola pikir yang tepat, Anda dapat memotivasi, mengajarkan, dan mencintai tim Anda untuk mengubah hidup mereka atau Anda sendiri ke arah yang lebih baik.

Profesional data tidak lain tidak bukan dituntut untuk tetap memiliki pola pikir bertumbuh. Buat apa? Supaya yang mereka kerjakan terus menerus diperbaharui, sehingga kualitas dan kuantitas hasil karya akan meningkat. Buku ini cocok untuk siapa saja yang ingin tetap positif mengembangkan potensi yang ada di dalam hidupnya untuk berkarya.

Kalau saya nih lagi suka berkarya bikin lagu-lagu. Semoga bisa teteap konsisten, ya guys! Sampai saat ini baru merilis delapan. Mudah-mudahan bisa nge-hits seperti bang Ariel Noah dan temen-temen nge-band nya. Hehe.

Sejak jumpa kita pertama… ku langsung jatuh cinta… Aseeeeek.

Dahsyatnya Kekuatan Memberi

Saya sering mendengar pepatah yang berbunyi “Semakin banyak memberi, semakin banyak menerima”. Tetapi untuk soal ini, saya sering goyah. Kadang naik, kadang turun. Kadang goyang kiri, kadang goyang kanan. Beri nggak ya? Kasih nggak ya? Kira-kira pantasnya berapa ya? Singkat kata, tingkat kepercayaan saya terhadap pepatah tersebut berubah-ubah.

Buku The Power of Giving karya Azim Jamal dan Harvey McKinnon

Buku ini mencerahkan pemahaman kepada saya akan kekuatan memberi yang maha dahsyat. Tidak hanya melulu tentang uang, karena di situ dituliskan apabila kita memberi waktu, pengalaman, pengetahuan, atensi, dll., kepada orang lain, mereka merasakan betapa berharganya dia di mata kita. Kekuatan yang mereka dapatkan dari perbuatan memberi akan menular kepada siapa pun. Kita juga suatu saat akan mendapatkan yang tidak kita duga-duga, bahkan lebih dari apa yang sudah kita beri. Bagaikan efek domino yang tak pernah selesai.  

Sebagai pekerja di bidang data yang sering memberikan pengajaran, buku ini menguatkan saya dalam rangka menjaga motivasi belajar dan mengajar data kepada para peserta didik maupun pendidik. Bagi yang ingin menemukan makna kehidupan dan kebahagiaan lewat memberi, silakan baca buku ini.

Oiya, sedikit saran, buku ini tidak begitu terstruktur, sehingga Anda dapat lompat-lompat membaca bab yang Anda mau baca bagaikan seekor kodok ngorek.

Yuk, nyanyi. Kodok ngorek, kodok ngorek, ngorek pinggir kali… Hehe.