{"id":961,"date":"2020-12-23T05:43:00","date_gmt":"2020-12-22T22:43:00","guid":{"rendered":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/?p=961"},"modified":"2020-12-24T05:44:41","modified_gmt":"2020-12-23T22:44:41","slug":"agar-nyinyir-jadi-ngacir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/serba-serbi\/life-and-spiritual\/agar-nyinyir-jadi-ngacir\/","title":{"rendered":"AGAR NYINYIR JADI NGACIR"},"content":{"rendered":"\n<p>Tantangan Menulis Hari ke-145<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh: Bernardus Ari Kuncoro<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Eh, elo tu harusnya kayak gini, lho! Lo tahu apa sih, masih&nbsp;<em>newbie<\/em>. Mimpi kali, ye!&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Pernahkah Anda dikomentari demikian?&nbsp;Kalau itu dilakukan oleh orang yang Anda&nbsp;<em>respect,&nbsp;<\/em>bisa jadi Anda keder. Lantas&nbsp;<em>mager<\/em>&nbsp;alias males gerak. Merasa tertekan, padahal belum mulai merajut mimpi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Aku pernah&nbsp;mendapati komentar tersebut. Untungnya&nbsp;yang memberikan komentar&nbsp;bukan orang yang aku kenal dekat, sehingga kejadian detail tidak aku ingat. Mengapa begitu? Alasannya satu. Nanti jadi &#8216;long tail&#8217; alias&nbsp;ekor panjang. Bisa-bisa modal yang udah dibangun mulai dari waktu, uang, tenaga, dan semacamnya bisa tekor. Berat, bro. Bawa ekor,&nbsp;<em>tuh!<\/em>&nbsp;Masalah hidup saja sudah berat, apalagi ditambah ekor.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Seringkali orang lain dengan mudahnya menghakimi apa yang kita dilakukan&nbsp;dengan caranya masing-masing.&nbsp;Bedain ya, dengan mentor yang memang&nbsp;<em>sincere<\/em>&nbsp;untuk memberikan nasihat untuk kebaikan Anda. Ini upayanya menjatuhkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Lantas, cara menghadapi nyinyiran bagaimana?&nbsp;Berdasarkan intisari&nbsp;cerita Alkitab tentang perempuan yang akan dihakimi (Yoh 8:7), Anda dapat menerapkannya demikian. Setiap kali Anda&nbsp;mau mulai berkata atau menulis sesuatu, periksa batin&nbsp;diri sendiri dulu. Berkaca dulu apa yang sudah&nbsp;Anda&nbsp;lakukan. Lakukan sebaiknya secara rutin. Lantas, kenali lawan bicara.&nbsp;Jikalau orang-orang yang diajak bicara ini khalayak umum yang bermacam-macam latar belakang,&nbsp;<em>set the bar<\/em>&nbsp;pembicaraannya dengan&nbsp;bahasa yang mudah diterima. Pakai kosakata yang mudah dipahami. Agar tidak terlalu ketinggian. Latihan. Kembangkan. Kalau perlu belajar bahasa mereka. Atau mulai dengan pertanyaan dengan topik yang relevan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau masih saja anda kena nyinyiran,&nbsp;tidak usah balas dengan hal yang sama. Diamkan saja. Inilah saatnya kata mutiara diam itu emas dapat Anda praktikkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Bangsa yang besar adalah bangsa yang belajar.&nbsp;Belajar untuk menerima. Belajar untuk bersyukur. Belajar untuk berusaha menggapai mimpi yang besar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Yakinlah, bahwa ada minimal satu orang dari tujuh milyar jiwa yang hidup di bumi ini punya rasa percaya bahwa mimpi Anda akan jadi kenyataan.&nbsp;Biarkan&nbsp;yang nyinyir jadi ngacir. Supaya Anda nggak jadi orang&nbsp;<em>kenthir<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>*Catatan:&nbsp;<em>Kenthir<\/em>&nbsp;merupakan sebuah kata dalam bahasa Jawa yang sering diartikan sebagai gila atau edan. Dalam hal ini penulis ingin menyesuaikan dengan rima nyinyir dan ngacir. Itu saja. Tidak lebih. Hihi.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalideres, 23 Desember 2020<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tantangan Menulis Hari ke-145 Oleh: Bernardus Ari Kuncoro &#8220;Eh, elo tu harusnya kayak gini, lho! Lo tahu apa sih, masih&nbsp;newbie. &#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7,12],"tags":[60,280,279],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/961"}],"collection":[{"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=961"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/961\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":962,"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/961\/revisions\/962"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=961"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=961"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=961"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}