{"id":3216,"date":"2022-01-16T19:41:00","date_gmt":"2022-01-16T12:41:00","guid":{"rendered":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/?p=3216"},"modified":"2022-02-21T12:44:21","modified_gmt":"2022-02-21T05:44:21","slug":"tentang-berpikir-dan-berbicara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/serba-serbi\/life-and-spiritual\/tentang-berpikir-dan-berbicara\/","title":{"rendered":"TENTANG BERPIKIR DAN BERBICARA"},"content":{"rendered":"\n<p>277<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh: Bernardus Ari Kuncoro<\/p>\n\n\n\n<p>Suatu sore A dan B sedang ngopi di sebuah kafe. Lama tak jumpa akibat pandemi. <\/p>\n\n\n\n<p>Setelah bertanya tentang kabar-kabar. Mereka mendiskusikan suatu topik yang lebih dalam. <\/p>\n\n\n\n<p>A: &#8220;B, saya jadi ingat wejangan guru dulu: Jangan asal bicara. Gunakan pikiranmu untuk menyunting dengan hati-hati dan mengukur apa yang kamu katakan.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>B: &#8220;Oh, guru Fisika dulu yang zaman SMP dan sering ngasih kata-kata mutiara itu ya. <em>Well<\/em>, ada benarnya, sih bro. Tapi bukankah itu lebih relevan dan cocok bagi orang yang sering berhubungan dengan orang-orang baru? Jika bicara dengan orang-orang dekat, kayaknya bolehlah asal bicara. <\/p>\n\n\n\n<p><em>Hening sejenak.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>B: &#8220;Tapi, setelah dipikir-pikir. Kita mesti filter, bro. Kalau nggak, hati orang terdekat taruhannya. Boleh lah, kita merasa pede dan nyaman ngomong dengan orang-orang dekat. Namun, belum tentu mereka nyaman loh. So, tetep harus refleksi juga. Apakah yang kamu ajak bicara nyaman.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>A: &#8220;Hmmm&#8230; bener juga ya. Mau bicara mesti mikir dulu. Mau nulis WA juga gitu. Mesti baca ulang apa yang kita ketik.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>B: &#8220;Kadang kita merasa sulit untuk paham sudut pandang orang lain. <em>Simply<\/em> karena kita <em>nggak<\/em> mau dengar. <em>Nggak<\/em> <em>mikir<\/em>. Hanya asal <em>nyelekop<\/em> dan nggak ada filter. Adanya ampas lah yang masuk ke hati orang. <em>Nggak<\/em> heran, kalau orang lain juga nggak ragu buat ngasih ampas juga ke kamu. haha&#8230;&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>A: &#8220;Lho, ente nyindir saya! Nggak pakai diedit? Kurang aj*r&#8230;&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Kalideres, 16 Januari 2022<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>277 Oleh: Bernardus Ari Kuncoro Suatu sore A dan B sedang ngopi di sebuah kafe. Lama tak jumpa akibat pandemi. &#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3266,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7,12],"tags":[1324,849,1325,1326,39,168],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3216"}],"collection":[{"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3216"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3216\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3219,"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3216\/revisions\/3219"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3216"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3216"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3216"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}