{"id":1372,"date":"2021-02-21T22:17:23","date_gmt":"2021-02-21T15:17:23","guid":{"rendered":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/?p=1372"},"modified":"2021-02-21T22:28:45","modified_gmt":"2021-02-21T15:28:45","slug":"jejak-hidup","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/serba-serbi\/life-and-spiritual\/jejak-hidup\/","title":{"rendered":"JEJAK HIDUP"},"content":{"rendered":"\n<p>Tantangan Menulis Hari ke-206<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh: Bernardus Ari Kuncoro<\/p>\n\n\n\n<p>Tiap manusia memiliki <em>titi wanci <\/em>yang berbeda-beda. Ada yang baru lahir. Sekolah. Lulus kuliah dan memulai karir. Ada yang menikah muda. Memiliki anak. Dan, ada pula yang telah mencapai usia pensiun.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari segi pola pikir, juga variatif. Ada yang memandang risiko itu sebagai kesempatan. Ada yang sebaliknya. Mesti dihindari. Ada yang menganggap orang baru sebagai ancaman. Sebaliknya, ada yang menganggapnya sebagai kawan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jejak-jejak kehidupan&nbsp;sekelompok&nbsp;orang yang&nbsp;hidup bersama dan saling mengenal&nbsp;pastinya&nbsp;memiliki banyak cerita. Ada cinta.&nbsp;Cerita tentang kebersamaan. Sekaligus ada gesekan. Konflik besar maupun kecil dapat pula terjadi. Menambah marak kehidupan laksana bianglala yang berputar.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada juga&nbsp;<em>lho<\/em>&nbsp;yang merasa kehidupan itu ibarat panggung pentas yang diperlihatkan dengan sempurna. Biar orang menganggap baik. Padahal di belakang layar penuh dengan kesukaran.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Berbahagialah yang masih bisa jujur dan terbuka. Karena Anda tidak perlu membuat panggung sandiwara. Capek&nbsp;<em>lah<\/em>. Mau hidup di depan orang jadinya wajib&nbsp;<em>make up<\/em>-an dan pakai kostum sesuai arahan sutradara. Seperti aktor dan aktris aja.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selamat beristirahat. Semoga Anda selalu sehat!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tantangan Menulis Hari ke-206 Oleh: Bernardus Ari Kuncoro Tiap manusia memiliki titi wanci yang berbeda-beda. Ada yang baru lahir. Sekolah. &#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7,12],"tags":[514,39,524,525,523,515,520],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1372"}],"collection":[{"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1372"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1372\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1375,"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1372\/revisions\/1375"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1372"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1372"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1372"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}