{"id":1313,"date":"2021-02-08T07:15:00","date_gmt":"2021-02-08T00:15:00","guid":{"rendered":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/?p=1313"},"modified":"2021-02-08T08:38:28","modified_gmt":"2021-02-08T01:38:28","slug":"yuk-move-on","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/serba-serbi\/yuk-move-on\/","title":{"rendered":"YUK, MOVE ON!"},"content":{"rendered":"\n<p>Tantangan Menulis Hari ke-192<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh: Bernardus Ari Kuncoro<\/p>\n\n\n\n<p>Karena kami punya anak kecil usia lima tahun, beberapa&nbsp;sudut-sudut&nbsp;rumah &#8216;terpenuhi&#8217;&nbsp;mainan. Mulai dari miniatur rumah, alat lukis, pita-pita, boneka, sampai lego.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku perhatikan, usia 4&nbsp;vs 5 tahun ini terasa benar bedanya. Rasa ingin tahunya meningkat. Pesat. Seolah-olah semuanya ingin diketahui dan &#8216;dimiliki&#8217;.<\/p>\n\n\n\n<p>Seringkali ada keadaan di mana dia sulit untuk berbagi barang. Barang yang pernah dihadiahi dan sudah tidak menarik untuknya sukar diberikan kepada yang lain. Baju yang sudah sempit saja &#8216;belum&#8217; mau didonasi olehnya. Masih ingin disimpan. Mungkinkah dia tahu akan ada adik perempuan ya saat Tuhan berkenan? Hihi.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini membuatku berpikir. Bagaimana ya cara membuat anak ini tidak&nbsp;<em>overthinking<\/em>&nbsp;tentang berbagi? Tetapi dengan cara yang logis dan benar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Aku kembali merunut bagaimana pola pikirku bisa&nbsp;<em>nyantai<\/em>&nbsp;untuk memberi. Di samping itu, jika aku diberi, aku pun tidak terlalu ambil pusing untuk tetap menyimpan atau&nbsp;<em>ngelungsurke<\/em>&nbsp;kepada yang lebih membutuhkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Yang terpikir olehku sekarang adalah &#8216;mencontohkan&#8217; hal-hal&nbsp;baik tentang berbagi. Supaya sifat berdermanya&nbsp;lekat.&nbsp;Di sisi lain, sifat mengelola dan merawat barang pemberian juga kuat. Tentunya dengan porsi yang pas. Tidak berlebihan, atau tidak&nbsp;<em>pokil<\/em>&nbsp;alias pelit.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai bahan renungan. Coba rasakan sejenak setelah membaca. Mulai dari&nbsp;kalimat&nbsp;ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ada orang memberi hadiah. Berupa barang. Tentunya, yang dipikirkan oleh&nbsp;si pemberi adalah bagaimana&nbsp;dia bisa menyenangkan yang diberi. Ada rasa kebanggaan jika barangnya digunakan.&nbsp;&nbsp;Karena telah dipikirkan baik-baik agar bisa berguna bagi si penerima. Tetapi pernahkah Anda terlintas kisah selanjutnya?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jika barang yang diberi ini tidak berguna lagi bagi si penerima bagaimana?&nbsp;Si pemberi&nbsp;apakah akan tersinggung, jika barang tersebut diberikan kepada yang lebih membutuhkan?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Coba dipikirkan lagi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Aku rasa juga tidak. Alih-alih&nbsp;<em>nggresulo,&nbsp;<\/em>mereka pasti akan paham.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Saya&nbsp;<em>mikir&nbsp;<\/em>lagi.&nbsp;Yang sudah diberi ya berarti milik si penerima. Masak kita mau&nbsp;<em>nagih<\/em>&nbsp;baju usia 5 tahun masih bisa dipakai atau tidak kepada anak usia 17 tahun? Kalau sudah sempit, ya&nbsp;biarkan dia berpikir dia mau diapakan. Mau jadi lap kain perca atau diberikan ke keponakannya OK kan?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Akan jadi beban juga kalau&nbsp;aku lihat baju itu masih&nbsp;tersimpan. Mending kalau&nbsp;rapi. Kalau acakadut berantakan menuh-menuhin rumah atau unit apartemen kecil, bagaimana? Oooops&#8230; maaf. Bukan maksud merundung atau curhat.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Makanya sekarang lagi&nbsp;<em>trend<\/em>&nbsp;minimalis arahan Kakak Marie Kondo. Meskipun kalau berlebihan akan jadi beban. Ada juga tayangan bertemakan&nbsp;<em>hoarder<\/em>. Sulit move on dari kenangan lama. Ruang gerak di rumah jadi sulit. Pengumpul barang menangis. Dan, drama tangisnya menjadi emosional bin &#8216;menjual&#8217;.&nbsp;Padahal bukankah&nbsp;<em>viva lavida<\/em>&nbsp;dan menyongsong masa depan lebih prioritas?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk,&nbsp;<em>move on<\/em>!&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kalideres, 8 Februari 2021<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tantangan Menulis Hari ke-192 Oleh: Bernardus Ari Kuncoro Karena kami punya anak kecil usia lima tahun, beberapa&nbsp;sudut-sudut&nbsp;rumah &#8216;terpenuhi&#8217;&nbsp;mainan. Mulai dari &#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[82,339,12],"tags":[461,462,288,459,458,341,460],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1313"}],"collection":[{"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1313"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1313\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1316,"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1313\/revisions\/1316"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1313"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1313"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1313"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}