{"id":1216,"date":"2021-01-19T07:00:00","date_gmt":"2021-01-19T00:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/?p=1216"},"modified":"2021-01-20T10:07:15","modified_gmt":"2021-01-20T03:07:15","slug":"bermain-mencari-donat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/serba-serbi\/life-and-spiritual\/bermain-mencari-donat\/","title":{"rendered":"BERMAIN MENCARI DONAT"},"content":{"rendered":"\n<p>Tantangan Menulis Hari ke-172<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh: Bernardus Ari Kuncoro<\/p>\n\n\n\n<p>Sembirat muka nampak ceria. Tidak terlihat sedih. Tetapi berkali-kali ananda meminta. Agar mamanya pulang dan bisa tidur bersama. Seperti sedia kala. Istriku mesti memenuhi prioritas lain yang lebih tinggi. Menunggui Papa yang sedang berjuang. Melawan sakitnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Senin sore itu aku dan ananda di rumah. Sehabis dari berkunjung ke tempat menginap di depan rumah sakit. Setelah membawa serta bahan-bahan pasokan, seperti makanan dan pakaian. Agar yang menunggui papa, yaitu istriku dan mama tidak terlalu <em>kemrungsung<\/em>.  Mereka butuh energi yang prima untuk bisa berpikir waras. Meredakan was-was. <\/p>\n\n\n\n<p>Ada saja tingkahnya yang membuatku heran. Ananda mengajak bermain. <\/p>\n\n\n\n<p>Tak kusangka peraturannya dia sendiri yang buat. Ditunjukkannya tiga donat plastik mainan yang berisi <em>lip balm<\/em>. Dia memintaku untuk memejamkan mata. Lalu disembunyikannya ketiga donat itu ke dalam suatu tempat yang tidak mudah terlihat. Lalu aku diminta mencari. Mirip permainan mencari telur pada saat Paskah. <\/p>\n\n\n\n<p>Akhirnya dia sendiri yang memberikan <em>clue<\/em>. Satu di kardus, satu di kotak plastik dekat termos untuk membuat susu, satunya lagi di plastik yang lain. <\/p>\n\n\n\n<p>Kreatif. Inovatif. Pertahankan dan kembangkan ya, Nak!<\/p>\n\n\n\n<p>Kalideres, 19 Januari 2021<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tantangan Menulis Hari ke-172 Oleh: Bernardus Ari Kuncoro Sembirat muka nampak ceria. Tidak terlihat sedih. Tetapi berkali-kali ananda meminta. Agar &#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[82,7,12],"tags":[385,383,382,386,384],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1216"}],"collection":[{"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1216"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1216\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1229,"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1216\/revisions\/1229"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1216"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1216"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arikuncoro.xyz\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1216"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}